MATAPEDIA6.com, BATAM– Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau resmi memulai pembangunan SMK Negeri (SMKN) 13 Batam di Bengkong Pertiwi, RW 13, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Senin (13/7/2026).
Kehadiran sekolah baru itu diharapkan memperluas akses pendidikan vokasi sekaligus menjawab tingginya kebutuhan ruang belajar di Batam.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, Camat Bengkong, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pembangunan sekolah bukan sekadar menghadirkan gedung baru, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di masa depan.
“Untuk sukses hidup di dunia dan akhirat, jawabannya adalah pendidikan. Pendidikan merupakan jalan tercepat untuk melakukan transformasi kelas sosial menjadi lebih baik. Kehadiran kita hari ini adalah bentuk ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas SDM di negeri yang kita cintai ini,” kata Amsakar dilansir laman media center, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, kualitas SDM akan menjadi penentu daya saing Batam di tengah pertumbuhan investasi dan industri yang terus berkembang. Karena itu, pembangunan manusia menjadi prioritas pemerintah, berjalan beriringan dengan percepatan pembangunan infrastruktur.
Amsakar menyebut Pemko Batam telah menggulirkan sejumlah program untuk memperluas akses pendidikan, mulai dari penyediaan seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta hingga perluasan beasiswa bagi mahasiswa.
Pemko Batam juga meluncurkan dua skema baru, yakni Beasiswa Anak Berprestasi untuk Keluarga Tidak Mampu dan Beasiswa Anak Berprestasi Hinterland.
Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Politeknik Negeri Batam, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
“Kami ingin mempersiapkan SDM Batam dengan matang agar tidak ada lagi narasi kekalahan dari anak-anak negeri yang merasa hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Pemerintah harus hadir dan berpihak agar anak-anak kita mampu mengambil peran dalam pembangunan Batam dan Kepulauan Riau di masa depan,” ujarnya.
Selain pendidikan, Amsakar juga menyinggung peningkatan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat lanjut usia. Kuota penerima bantuan lansia, kata dia, bertambah dari 2.000 menjadi 4.000 orang, sementara nilai bantuan meningkat dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per penerima.
Terkait pembangunan SMKN 13 Batam, Amsakar mengatakan Pemko Batam bersama BP Batam sejak awal mendukung penyediaan lahan yang diajukan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Meski proses penetapan lahan di Batam memiliki mekanisme tersendiri, koordinasi dengan Direktorat Lahan BP Batam dan dukungan masyarakat membuat seluruh tahapan dapat diselesaikan.
“Pembangunan sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, tetapi sedang menyiapkan peradaban dan masa depan Batam. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi akan dirasakan oleh generasi mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung menyebut pembangunan SMKN 13 menjadi langkah penting dalam pemerataan pendidikan vokasi di Batam. Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam yang telah menyediakan lahan sehingga proyek tersebut dapat direalisasikan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Bapak Wali Kota Batam dan BP Batam atas alokasi lahan di wilayah Bengkong. Ini menjadi langkah awal yang sangat penting dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Tanjung Buntung,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, pembangunan sekolah telah direncanakan sejak 2025 dan mulai dikerjakan pada 2026 dengan anggaran tahap awal sekitar Rp3 miliar beserta fasilitas pendukung.
Meski pembangunan fisik baru dimulai, SMKN 13 Batam telah menerima sekitar 350 siswa pada tahun ajaran perdana. Sekolah itu membuka empat kompetensi keahlian, yakni Teknik Pengelasan, Teknik Komputer dan Jaringan, Elektronika, serta Teknik Industri.
Menurut Andi, kebutuhan sekolah negeri di Batam masih terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan kejuruan.
Karena itu, Pemprov Kepri kembali mengharapkan dukungan Pemko Batam dan BP Batam dalam penyediaan lahan untuk pembangunan SMA dan SMK baru.
Sebagai bagian dari perluasan pendidikan vokasi, Pemprov Kepri juga mengonversi SMA Negeri 18 menjadi SMK Negeri 15 dan SMA Negeri 29 di Tiban Indah menjadi SMK Negeri 16. Kedua sekolah tersebut kini masing-masing telah menampung hampir 400 siswa.
Andi berharap sinergi antara Pemprov Kepri, Pemko Batam, dan BP Batam terus diperkuat agar kebutuhan lahan pendidikan dapat terpenuhi dan akses masyarakat terhadap sekolah menengah, khususnya pendidikan vokasi, semakin luas.
“Kami berharap Bapak Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam dapat terus memberikan kemudahan dalam proses penetapan lahan bagi pembangunan satuan pendidikan yang masih sangat dibutuhkan ke depan,” tutupnya.
Baca juga:Dua Nelayan Terombang-ambing di Perairan Perbatasan Karimun-Malaysia, Tim SAR Temukan Selamat
Editor:Zalfirega










