TPK Batu Ampar Naik Kelas, Produktivitas Melonjak dan Ongkos Logistik ke Shanghai Turun hingga 50 Persen

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar. Foto:Humas BP Batam

Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar. Foto:Humas BP Batam

71 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM– Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar terus berbenah menjadi gerbang logistik berstandar internasional.

Modernisasi infrastruktur, pembaruan sistem operasional, hingga digitalisasi layanan berhasil mendongkrak produktivitas pelabuhan sekaligus memperkuat konektivitas pelayaran global dari Batam.

Transformasi tersebut dijalankan PT Batam Terminal Petikemas (BTP) sebagai mitra kerja sama BP Batam bersama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT).

Pengembangan terminal ditopang investasi sekitar USD 85 juta yang difokuskan pada pengadaan alat bongkar muat, perluasan lapangan penumpukan (container yard), peningkatan kapasitas terminal, dan digitalisasi layanan kepelabuhanan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pengembangan TPK Batu Ampar menjadi bagian dari strategi BP Batam membangun ekosistem logistik yang mampu bersaing di tingkat regional.

“Sejalan dengan arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, pengembangan TPK Batu Ampar akan terus diakselerasi sebagai komitmen mewujudkan sistem logistik yang modern dan efisien, sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, industri, dan tujuan investasi utama,” kata Denny dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (14/7/2026).

Perbaikan fasilitas dan sistem langsung berdampak pada kinerja operasional terminal. Produktivitas bongkar muat peti kemas (Container Handling Productivity) naik dari 18 box crane per hour (BCH) menjadi 24 BCH atau meningkat 33 persen.

Kinerja penanganan kapal (Ship Handling Productivity) bahkan melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari 12 box ship per hour (BSH) menjadi 40 BSH.

Efisiensi juga terlihat dari waktu pelayanan kapal. Waktu putar kapal (vessel turnaround time) turun drastis dari rata-rata 20 jam menjadi hanya tujuh jam atau berkurang sekitar 65 persen. Sementara waktu tunggu kapal (waiting time) menyusut dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam.

Baca juga:Dua Nelayan Terombang-ambing di Perairan Perbatasan Karimun-Malaysia, Tim SAR Temukan Selamats

Peningkatan performa tersebut mendorong pertumbuhan arus peti kemas. Selama Januari-Mei 2026, TPK Batu Ampar menangani 221.183 TEUs.

Dari jumlah itu, aktivitas ekspor mencapai 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen, mencerminkan meningkatnya aktivitas manufaktur dan perdagangan di Batam.

Di sisi lain, konektivitas pelayaran internasional ikut menguat melalui bertambahnya layanan direct call. Frekuensi kapal berkapasitas 1.200-2.000 TEUs meningkat dari enam hingga tujuh kali menjadi 10-13 kali setiap bulan.

Terminal juga rutin melayani kapal berkapasitas 1.000-1.900 TEUs dua kali sebulan serta kapal berkapasitas 1.000 TEUs sebanyak satu hingga dua kali setiap bulan.

Perluasan jaringan pelayaran langsung itu ikut menekan biaya logistik. Tarif pengiriman rute Batam-Shanghai kini berada di kisaran USD 650-800 per kontainer 20 kaki.

Sebelumnya, pengiriman melalui skema feeder dan transshipment di Singapura mencapai USD 950-1.100 per kontainer.

Artinya, pelaku usaha dapat menghemat hingga USD 300 per kontainer atau sekitar 30-50 persen. Waktu pengiriman pun menjadi lebih singkat, hanya sekitar delapan hari.

Efisiensi juga dirasakan perusahaan pelayaran. Waktu sandar kapal yang lebih singkat hingga 17 jam mampu memangkas biaya operasional sekitar USD 3.800 untuk setiap kunjungan kapal.

Selain membenahi infrastruktur, BP Batam segera menerapkan sistem Direct Billing. Melalui sistem pembayaran real-time tersebut, pengguna jasa dapat langsung membayar layanan terminal kepada pengelola tanpa melalui pihak ketiga.

Skema itu diharapkan memangkas birokrasi, mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, sekaligus menurunkan dwelling time.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menilai seluruh indikator tersebut menunjukkan arah pengembangan TPK Batu Ampar sudah berada di jalur yang tepat.

“Ke depan, BP Batam berkomitmen memperbesar kapasitas tampung terminal agar dapat merespons pertumbuhan arus barang global dan memperkokoh posisi Batam sebagai hub logistik regional,” ujarnya.

Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menambahkan pihaknya bersama BACT akan melanjutkan pengembangan terminal melalui adopsi teknologi digital, perluasan area terminal, pengerukan kolam pelabuhan agar dapat melayani kapal berbobot lebih besar, serta integrasi sistem digital kepelabuhanan.

“BP Batam bersama BTP dan BACT akan melanjutkan berbagai program strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian nasional,” kata Basori.

Baca juga:OJK Limpahkan Tersangka Kasus BPR SAWA ke Kejari Sidoarjo, Diduga Manipulasi Kredit Rp5,8 Miliar

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE
BP Batam Catat Investasi Rp38,97 Triliun pada Semester I 2026
OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO
Laris Manis di KKI 2026, UMKM Unggulan Kepri Kantongi Omzet Rp 5,3 Miliar
OJK Akselerasi Inovasi dan Pengawasan Keuangan Digital lewat Digination Day 2026
BATIC 2026 Bahas Autonomous AI dan Penguatan Infrastruktur Digital Asia Pasifik
30,3 Juta Investor Pasar Modal Indonesia, Minat Investasi Terus Tumbuh
BP Batam dan Polri Perkuat Keamanan serta Kepastian Hukum untuk Dukung Investasi di Batam

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Investasi Kripto Tanpa Izin OJK, Satgas PASTI Setop YWWSDC dan RTHAE

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:10 WIB

BP Batam Catat Investasi Rp38,97 Triliun pada Semester I 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:26 WIB

OJK Dorong Pelajar Mulai Menabung Sejak Dini untuk Hindari FOMO

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Laris Manis di KKI 2026, UMKM Unggulan Kepri Kantongi Omzet Rp 5,3 Miliar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:26 WIB

OJK Akselerasi Inovasi dan Pengawasan Keuangan Digital lewat Digination Day 2026

Berita Terbaru