BI: Batam Jadi Motor Utama, Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen pada Awal 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto P. Foto:Ist/matapedia

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto P. Foto:Ist/matapedia

73 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) tetap melaju kencang pada triwulan I 2026 tumbuh 7,04 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), tertinggi di Sumatra dan melampaui pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 5 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto P., mengatakan capaian tersebut menunjukkan daya tahan ekonomi daerah masih kuat. Pertumbuhan didorong oleh sektor industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, perdagangan, serta kinerja investasi yang tetap tinggi.

“Kepri masih mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah berbagai tantangan global,” ujarnya dalam paparan ekonomi daerah di kantor Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau, Kamis (25/6/2026).

Posisi Kepri juga semakin menguat dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, ekonomi Kepri tumbuh 6,94 persen, menjadi yang tertinggi di Sumatra dan berada jauh di atas rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.

Baca juga:Pemko Batam Buka Ruang Aspirasi dan Ajak Warga Sikapi Informasi dengan Bijak

Dari sisi wilayah, Batam masih menjadi motor utama perekonomian Kepri. Kontribusi Batam terhadap total ekonomi provinsi terus meningkat, dari 63,97 persen pada 2020 menjadi 66,44 persen saat ini.

Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan

Berdasarkan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menjadi sumber pertumbuhan terbesar.

Porsi investasi mencapai 43,99 persen terhadap perekonomian Kepri dengan andil pertumbuhan sebesar 3,02 persen pada triwulan I 2026. Pertumbuhan investasi sendiri berada di kisaran 7 persen.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,62 persen. Meski tetap positif, angkanya masih berada di bawah laju pertumbuhan ekonomi Kepri secara keseluruhan yang mencapai 7,04 persen.

“Artinya, ruang untuk memperkuat daya beli masyarakat masih terbuka agar pertumbuhan ekonomi semakin merata,” kata Rony.

Industri Pengolahan Tetap Jadi Tulang Punggung

Sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama ekonomi Kepri. Sektor ini menyumbang 41,8 persen terhadap total perekonomian daerah dan memberikan andil pertumbuhan tertinggi.

BI menilai penguatan keterkaitan antara industri besar dan UMKM menjadi kunci agar manfaat pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan lebih luas.

Melalui skema backward linkage, industri besar dan sektor perhotelan didorong menyerap produk lokal, mulai dari katering hingga produk olahan UMKM.

Di sisi lain, forward linkage memungkinkan hasil sektor hulu dan pertambangan diolah lebih lanjut di dalam daerah sehingga menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

Kredit Tumbuh, Risiko Tetap Terkendali

Di sektor keuangan, penyaluran kredit perbankan di Kepri mencapai Rp105,42 triliun pada April 2026 atau tumbuh 23,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp107,08 triliun atau tumbuh 15,54 persen.

Fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sebesar 1,14 persen. Kredit UMKM turut tumbuh 8,37 persen dengan rasio NPL sebesar 2,62 persen.

Inflasi Naik, BI Perkuat Pengendalian Pangan

Di sisi lain, inflasi masih menjadi perhatian. Pada Mei 2026, inflasi tahunan Kepri tercatat 3,92 persen, lebih tinggi dibandingkan April yang sebesar 3,06 persen.

Kenaikan harga makanan jadi, emas perhiasan, dan tarif angkutan udara menjadi beberapa faktor yang mendorong inflasi.

Salah satu komoditas yang mencatat kenaikan cukup tinggi ialah nasi dengan lauk yang mengalami inflasi 11,23 persen.

Untuk menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjalankan berbagai program, mulai dari Gerakan Menanam Cabai Kepri (GEMARI), edukasi belanja bijak, hingga penguatan ketahanan pangan daerah.

Pariwisata dan UMKM Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Ke depan, BI mendorong pengembangan sumber pertumbuhan baru agar ekonomi Kepri tidak bergantung pada sektor utama semata.

Pariwisata dan UMKM menjadi fokus utama, terutama di wilayah Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dan fluktuasi pertumbuhan.

Melalui program Road to Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026, BI menyiapkan berbagai kegiatan penguatan UMKM, mulai dari inkubasi usaha, kurasi produk unggulan, digitalisasi, hingga fasilitasi akses pasar dan pembiayaan.

Digitalisasi pembayaran juga terus diperluas lewat program QRIS Jelajah Indonesia 2026 dan berbagai kegiatan promosi ekonomi daerah berbasis transaksi digital.

Memasuki semester kedua tahun ini, BI memperkirakan ekonomi Kepri tetap tumbuh kuat meski sedikit melambat akibat efek basis tinggi (high base effect) dari sektor pertambangan pada tahun lalu.

Secara keseluruhan, ekonomi Kepri pada 2026 diproyeksikan tumbuh dalam kisaran 6 hingga 6,8 persen dengan inflasi tetap berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Baca juga:Video: BP Batam Gandeng BPS RI Tingkatkan Akurasi Data Pembangunan dan Investasi

Penulis:Zalfirega|Editor:Trio

Berita Terkait

OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda
Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Investasi KEK dan Data Center Jadi Mesin Utama
Kredit Perbankan Kepri Melonjak 38 Persen, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas dan Genjot Pembiayaan UMKM
Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026
Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar
Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun
Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor
OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:49 WIB

OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Investasi KEK dan Data Center Jadi Mesin Utama

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Kredit Perbankan Kepri Melonjak 38 Persen, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas dan Genjot Pembiayaan UMKM

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar

Berita Terbaru

Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata saat memberikan keterangan pers mengenai penangkapan MV King Sun yang membawa 1,3 ton narkoba, ditangkap diperairan Kepri, Minggu (9/8/2026). Matapedia6.com/Dok Koderal IV.

Hukum Kriminal

TNI AL Sergap MV King Sun di Tanjung Berakit, Bawa 1,3 Ton Ketamine

Minggu, 9 Agu 2026 - 18:07 WIB