Batam Catat Investasi Rp44 Triliun pada 2025, Amsakar: Kepercayaan Investor Terus Meningkat

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Foto:Humas BP Batam

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Foto:Humas BP Batam

68 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Batam terus mencatat pertumbuhan investasi di tengah tekanan ekonomi global dan persaingan antardaerah dalam menarik modal. Sepanjang 2025, realisasi investasi tidak hanya melampaui target, tetapi juga berlanjut positif pada awal 2026.

Data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) menunjukkan realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp44,01 triliun. Nilai tersebut naik 72,83 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp25,46 triliun dan melampaui target investasi 2025 sebesar Rp36,9 triliun.

Sementara itu, perhitungan investasi BP Batam melalui pendekatan bottom-up mencatat realisasi investasi mencapai Rp69,30 triliun atau 115,5 persen dari target Rp60 triliun.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam.

Menurut Amsakar, pertumbuhan investasi lahir dari berbagai pembenahan yang dilakukan secara konsisten, mulai dari penyederhanaan layanan perizinan, reformasi regulasi, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.

“Data ini menunjukkan Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang semakin kuat. Ini menjadi bukti bahwa iklim investasi Batam terus membaik dan semakin kompetitif,” kata Amsakar, Senin (22/6/2026).

Ia menegaskan, pertumbuhan investasi menjadi indikator paling objektif untuk mengukur daya tarik suatu daerah.

Baca juga:Video: Komisi VI DPR RI Apresiasi Kinerja BP Batam dalam Rapat Dewan Pengawas

“Ketika investasi terus tumbuh, baik dari dalam maupun luar negeri, itu berarti pelaku usaha melihat peluang dan masa depan yang baik di Batam,” ujarnya.

Dari sisi sumber investasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatat pertumbuhan tertinggi. Sepanjang 2025, nilai PMDN mencapai Rp18,43 triliun atau melonjak 125,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,16 triliun.

Kenaikan tersebut menunjukkan optimisme dunia usaha nasional terhadap prospek ekonomi Batam. Pertumbuhan itu juga memperlihatkan bahwa investasi Batam tidak hanya bergantung pada modal asing, tetapi turut ditopang investor domestik.

Adapun Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp25,58 triliun pada 2025 atau tumbuh 47,81 persen dibandingkan Rp17,30 triliun pada tahun sebelumnya. Singapura masih menjadi investor terbesar, disusul sejumlah negara mitra strategis yang terus memperluas aktivitas usahanya di Batam.

Investasi Triwulan I 2026 Melonjak

Tren positif berlanjut pada triwulan pertama 2026. Realisasi investasi Batam periode Januari–Maret 2026 mencapai Rp17,4 triliun atau naik 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp8,5 triliun yang tumbuh 216,18 persen secara tahunan. Lima negara investor terbesar pada periode ini berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Komposisi tersebut menunjukkan basis investor Batam semakin beragam sehingga lebih tangguh menghadapi dinamika ekonomi global.

Dari sisi sektor usaha, investasi didominasi industri bernilai tambah tinggi. Industri mesin dan elektronik menyumbang 23,65 persen dari total investasi, diikuti sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti 13,09 persen.

Dominasi sektor manufaktur dan teknologi menunjukkan pertumbuhan investasi Batam tidak hanya bertumpu pada properti, tetapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya saing ekonomi.

Amsakar optimistis tren investasi akan terus berlanjut seiring berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah. Salah satunya melalui perluasan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.

Melalui regulasi tersebut, cakupan wilayah KPBPB Batam bertambah dari delapan pulau menjadi 22 pulau. Luas kawasan juga meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare.

Menurut Amsakar, perluasan itu membuka ruang baru bagi pengembangan investasi di sektor industri, logistik, pariwisata, energi, hingga ekonomi masa depan.

Selain itu, BP Batam terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari jalan dan jembatan, drainase, pelabuhan, bandara, jaringan distribusi air minum, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pengelolaan limbah B3, hingga fasilitas kesehatan dan layanan publik.

“Kami ingin memastikan setiap investor memperoleh kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan sinergi tersebut, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Amsakar.

Baca juga:Video:Amsakar Jenguk Bocah 9 Tahun Korban Dugaan KDRT di Batam, Pastikan Pemulihan dan Pendidikan Terjamin

 

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda
Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Investasi KEK dan Data Center Jadi Mesin Utama
Kredit Perbankan Kepri Melonjak 38 Persen, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas dan Genjot Pembiayaan UMKM
Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026
Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar
Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun
Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor
OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:49 WIB

OJK Kepri Bidik 5.000 Rekening Baru Lewat Gema Menabung, Perbankan Perluas Pasar Generasi Muda

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen, Investasi KEK dan Data Center Jadi Mesin Utama

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:22 WIB

Kredit Perbankan Kepri Melonjak 38 Persen, OJK Minta Bank Perkuat Likuiditas dan Genjot Pembiayaan UMKM

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Batam Jadi Etalase Teknologi Maritim Dunia, IMOX 2026 Bidik Transaksi Rp326 Miliar

Berita Terbaru

Salah satu program CSR Pertamina Sumbagut. Foto:Istimewa

Medan

Pertamina Sumbagut Raih 7 Penghargaan ISRA 2026

Sabtu, 8 Agu 2026 - 22:33 WIB