MATAPEDIA6.com, BATAM– Kinerja BP Batam dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi mendapat apresiasi dari Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
Dalam kunjungan kerja ke Batam, Banggar menilai daerah ini memiliki modal kuat untuk berkembang sebagai pusat investasi nasional hingga kawasan industri berkelas dunia.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menerima kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Balairungsari, Batam Centre, Jumat (3/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengembangan kawasan Batam.
Turut hadir jajaran Deputi BP Batam, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama beserta jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kepulauan Riau, serta perwakilan Direktorat Jenderal Pajak Kepulauan Riau.
Wakil Ketua Banggar DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, menilai Batam memiliki keunggulan strategis yang sulit ditandingi daerah lain.
Letaknya berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, didukung status kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, serta memiliki basis industri manufaktur yang kuat.
Baca juga:Diduga Sopir Serangan Stroke, Mobil Tabrak 8 Motor di Simpang K-Square Batam, 2 Orang Luka Berat
“Batam memiliki kombinasi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah di Indonesia, mulai dari letak geografis, basis industri manufaktur yang kuat, konektivitas logistik yang baik hingga akses langsung ke pasar global,” kata Syarief.
Menurutnya, di tengah dinamika geopolitik global, Batam tetap menunjukkan performa ekonomi yang menggembirakan.
Sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, sementara realisasi investasi menembus Rp69,3 triliun atau melampaui target yang ditetapkan.
Meski begitu, Syarief mengingatkan pentingnya menjaga momentum melalui peningkatan daya saing.
Ia mendorong penguatan kapasitas pelabuhan, modernisasi sistem logistik, inovasi bisnis, serta integrasi kawasan industri dengan pelabuhan agar Batam mampu bersaing dengan kawasan ekonomi khusus di Asia Tenggara.
“Kami meyakini Batam tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional, namun mampu tumbuh menjadi pusat investasi global dan industri berkelas dunia,” ujarnya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan pihaknya terus memperkuat tata kelola pembangunan kawasan melalui optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp2,4 triliun. Seluruh anggaran itu berasal dari skema PNBP tanpa mengandalkan tambahan dana APBN.
“Kami memahami persoalan dan kebijakan nasional hari ini. Oleh sebab itu, tahun ini kita bergerak di angka Rp2,4 triliun. Sekitar 65 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja publik dan 35 persen untuk dukungan strategis,” ujar Amsakar.
Ia menjelaskan, peningkatan investasi di Batam merupakan hasil dari berbagai pembenahan yang terus dilakukan, mulai dari reformasi regulasi, penyederhanaan layanan investasi hingga percepatan pembangunan infrastruktur.
“Capaian ini bukan hanya angka. Ini cerminan kepercayaan investor terhadap ekosistem yang sedang kami bangun di Batam,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menegaskan komitmen BP Batam dalam memastikan kesiapan infrastruktur guna mendukung kawasan industri yang kompetitif dan berkelanjutan.
“Kami tengah menyiapkan langkah penguatan infrastruktur untuk memastikan keandalan pasokan air dan listrik sebagai upaya meningkatkan daya saing kawasan industri,” ujar Li Claudia.
BP Batam berharap kunjungan kerja Banggar DPR RI semakin memperkuat dukungan kebijakan terhadap pengembangan Batam sebagai kawasan investasi yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing global.
Baca juga:DPRD Kepri Terima LHP BPK, Muhammad Syafei: WTP Ke-16 Bukti Tata Kelola Keuangan Terus Terjaga
Editor:Miezon










