MATAPEDIA6.com, BATAM – Kecelakaan beruntun melibatkan satu mobil dan delapan sepeda motor terjadi di lampu merah Simpang Kepri (K-Square), Kota Batam, Sabtu (4/7/2026) pagi. Insiden itu menyebabkan sejumlah pengendara terluka, dua di antaranya mengalami luka berat.
Kecelakaan bermula saat mobil Mitsubishi Storm yang dikemudikan Hubertus Hendrawanto melaju dari arah Mukakuning menuju Batam Centre.
Saat tiba di persimpangan lampu lalu lintas K-Square, mobil tersebut tiba-tiba menghantam delapan sepeda motor yang sedang berhenti menunggu lampu merah.
Benturan keras membuat para pengendara motor terpental. Warga bersama petugas kepolisian segera mengevakuasi korban ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, Iptu Jefri, mengatakan seluruh korban telah dievakuasi ke tiga rumah sakit, yakni RS Bhayangkara, RS Awal Bros Baloi, dan RS Elisabeth Batam Centre.
“Kendaraan Mitsubishi Storm yang dikendarai Hubertus Hendrawanto datang dari arah Mukakuning menuju Batam Centre. Sesampainya di traffic light K-Square, kendaraan tersebut menabrak delapan sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah. Para korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara, RS Awal Bros Baloi, dan RS Elisabeth Batam Centre,” kata Iptu Jefri saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Baca juga:DPRD Kepri Terima LHP BPK, Muhammad Syafei: WTP Ke-16 Bukti Tata Kelola Keuangan Terus Terjaga
Berdasarkan pendataan sementara, dua korban mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RS Bhayangkara serta RS Elisabeth Batam Centre.
Sementara dua korban lainnya mengalami luka berat dan dirawat di RS Awal Bros Baloi. Sejumlah korban lain telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
“Untuk sementara tercatat dua korban mengalami luka ringan dan dua korban mengalami luka berat. Korban lainnya sudah diperbolehkan pulang, namun jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan di lapangan,” ujarnya.
Polisi juga mengungkap dugaan awal penyebab kecelakaan. Berdasarkan keterangan keluarga, pengemudi memiliki riwayat stroke ringan dan membawa kendaraan tanpa sepengetahuan keluarganya.
Selain itu, hasil olah tempat kejadian perkara sementara belum menemukan adanya bekas pengereman sebelum tabrakan terjadi.
“Menurut keterangan keluarga, pengemudi mengidap stroke ringan dan membawa kendaraan tanpa diketahui keluarganya. Dari hasil olah TKP sementara juga tidak ditemukan indikasi pengereman sebelum tabrakan. Saat ini kondisi pengemudi masih syok sehingga belum dapat dimintai keterangan,” jelas Iptu Jefri.
Kecelakaan itu juga mengakibatkan satu unit Mitsubishi Storm dan delapan sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah.
Satlantas Polresta Barelang masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan sekaligus melengkapi pendataan jumlah korban dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Baca juga:PLN Batam Tanam 135 Mangrove, Perkuat Aksi Pelestarian Pesisir di Sei Beduk
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon










