MATAPEDIA6.com, PEKANBARU – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memperkuat kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan Go Global Academy sebagai langkah menyiapkan pelaku usaha menembus pasar internasional.
Program yang digelar bersama Universitas Riau pada 29–30 Juni 2026 itu diikuti 10 UMKM binaan dari sektor kuliner dan ekonomi kreatif.
Sebanyak delapan peserta berasal dari sektor kuliner, sedangkan dua lainnya bergerak di bidang ekonomi kreatif. Seluruhnya merupakan mitra binaan Pertamina, Rumah BUMN Pertamina, dan alumni UMK Academy 2025.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina dalam meningkatkan kapasitas UMKM agar semakin tangguh dan berdaya saing, serta memperkuat fondasi bisnis UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar global,” ujar Fahrougi dalam keterangannya, Jumat (3/7/2026).
Selama dua hari, peserta mempelajari berbagai aspek penting dalam pengembangan usaha, mulai dari standardisasi produk, legalitas usaha, tata kelola bisnis, branding, sustainability, penerapan prinsip ESG, kepabeanan, hingga kesiapan ekspor.
Materi tersebut dirancang untuk memperkuat daya saing UMKM sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi persaingan di pasar nasional maupun internasional.
Tak hanya mengikuti pelatihan di kelas, peserta juga menjalani sesi business clinic bersama para pakar. Dalam forum itu, pelaku UMKM dapat mengonsultasikan persoalan yang dihadapi, mencari solusi, sekaligus menyusun strategi pengembangan usaha yang lebih berkelanjutan.
Fahrougi berharap program tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan memperluas jaringan bisnis peserta.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi momentum bagi UMKM untuk membangun jejaring, memperluas kolaborasi, dan menghadirkan produk-produk Indonesia yang semakin berkualitas serta mampu menjadi kebanggaan di pasar global,” katanya.
Ia menambahkan, Pertamina ingin semakin banyak UMKM binaan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, hingga menembus pasar internasional sehingga produk lokal Indonesia memiliki daya saing yang lebih kuat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Mereka aktif berdiskusi, mengikuti sesi konsultasi, dan memanfaatkan kesempatan bertanya kepada para narasumber.
Owner Laksamana Snack, Citra Sari, mengaku pelatihan tersebut memberi bekal penting bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan pasar hingga ke luar negeri.
“Saya berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut atas pelatihan selama dua hari ini. Kegiatan ini sangat membantu UMKM seperti saya agar lebih siap untuk go global,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Owner Permata Food, Suryani. Ia mengatakan berbagai program pembinaan Pertamina selama ini telah membuka banyak kesempatan bagi usahanya, termasuk mengikuti pameran di Jakarta dan Pekanbaru.
“Selama bergabung dengan Pertamina Patra Niaga kami mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu. Melalui Go Global Academy kami belajar tentang produksi yang baik, pengelolaan usaha yang lebih baik, dan berbagai hal penting lainnya. Harapan kami, Permata Food benar-benar bisa go global,” katanya.
Melalui Go Global Academy, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga memperkuat dukungan terhadap pencapaian Sutainable Development Goalss (SDGs) khususnya tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui peningkatan kapasitas, daya saing, dan akses pasar bagi UMKM agar mampu tumbuh berkelanjutan sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Editor: Zalfirega










