MATAPEDIA6.com, MEDAN-Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Integrated Terminal (IT) Lhokseumawe menggandeng GESID Halal Center Lhokseumawe dan RRI Lhokseumawe untuk memperkuat ekosistem halal melalui Seminar Halal Food & Tourism. Kegiatan bertema Peluang dan Tantangan dalam Pengembangan Ekosistem Halal Berkelanjutan itu berlangsung di Aula RRI Lhokseumawe, Kamis (25/6).
Seminar menghadirkan 50 peserta yang terdiri dari sembilan anggota kelompok UMKM binaan program CSR IT Lhokseumawe dan pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kota Lhokseumawe. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat guna memperkuat ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Ketua Umum GESID Halal Center Lhokseumawe, Maimun Saleh, mengatakan pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, sinergi tersebut akan membantu pelaku usaha memenuhi standar kehalalan produk sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.
Baca juga:BP Batam Sambut Investasi AI Firmus-Nvidia, Batam Disiapkan Jadi Pusat Data Kecerdasan Buatan
“Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Melalui sinergi tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya memenuhi standar kehalalan produk, tetapi juga semakin kompetitif sehingga mampu berkembang dan bersaing di tingkat regional maupun nasional,” ujar Maimun.
Supervisor HSSE & Fleet Safety Pertamina Patra Niaga IT Lhokseumawe, Arnoldus Setyawan, menegaskan kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam memberdayakan masyarakat melalui pengembangan potensi ekonomi lokal.
Ia menilai penguatan ekosistem halal mampu meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Karena itu, Pertamina terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar produk lokal berkembang secara berkelanjutan.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi. Kepala RRI Lhokseumawe membahas peran media dalam mendukung pengembangan wisata halal. Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan Kota Lhokseumawe memaparkan potensi produk lokal, ketahanan pangan, serta keberlanjutan produk halal.
Sementara itu, Kementerian Agama Kota Lhokseumawe menjelaskan proses sertifikasi halal, sedangkan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM mengulas strategi penguatan industri serta pengembangan UMKM halal yang berdaya saing.
Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan ekosistem halal, panitia menyerahkan sertifikat halal kepada salah satu UMKM lokal. Langkah ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar semakin banyak pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan kepercayaan konsumen.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pengembangan ekosistem halal merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas UMKM melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, media, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam memperkuat daya saing UMKM sehingga tidak hanya mampu memenuhi standar kehalalan produk, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Fahrougi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama penguatan UMKM, pengembangan industri halal, peningkatan ekonomi lokal, serta kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan.
Baca juga:LPPD Kepri Ungkap Kronologi Gagalnya Keberangkatan Tim PSW ke Pesparawi Nasional, Travel Akui Lalai
Editor: Miezon










