LPPD Kepri Ungkap Kronologi Gagalnya Keberangkatan Tim PSW ke Pesparawi Nasional, Travel Akui Lalai

Senin, 29 Juni 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri, Jumaga Nadeak saat konferensi pers, Senin (29/6/2026). Foto:Rega/ matapedia

Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri, Jumaga Nadeak saat konferensi pers, Senin (29/6/2026). Foto:Rega/ matapedia

69 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Kontingen Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) gagal memberangkatkan tim Paduan Suara Wanita (PSW) asal Tanjungpinang ke ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.

Kegagalan itu diduga dipicu masalah pengadaan tiket perjalanan, meski anggaran pembelian telah dibayarkan kepada pihak travel.

Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kepri, Jumaga Nadeak, menyatakan siap bertanggung jawab sebagai penanggung jawab penggunaan dana hibah.

“Saya yang bertanggung jawab. Setiap hibah akan diperiksa BPK dan Inspektorat. Saya bertanggung jawab kepada Gubernur,” kata Jumaga saat konferensi pers di Kantor LPPD Kepri, Batam Centre, Senin (29/6/2026).

Jumaga mengaku kegagalan memberangkatkan tim PSW membuat program LPPD tidak berjalan sesuai rencana. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Kepri, masyarakat, dan seluruh jemaat Kristen di Kepri.

“Saya minta maaf kepada Gubernur, masyarakat, dan seluruh jemaat Kristen di Kepri karena program ini tidak terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Jumaga memilih tidak ikut berangkat ke Manokwari bersama kontingen.

“Kami baru menyampaikan penjelasan setelah seluruh kontingen kembali dari Manokwari. Selain keterbatasan frekuensi penerbangan, anggaran dan penginapan di Papua juga membuat keberangkatan peserta harus dilakukan secara bertahap,” katanya.

LPPD menjelaskan panitia telah melunasi pembayaran tiket seluruh peserta dan ofisial pada 7 Mei 2026 untuk rute Batam–Manokwari pulang pergi.

Pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening Travel Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel setelah diputuskan dalam rapat panitia.

Baca juga:BP Batam Tangani Kasus Medis Langka

Untuk mengantisipasi kenaikan harga tiket, panitia segera menyerahkan seluruh data peserta, mulai dari Paduan Suara Pria (PSP), Paduan Suara Wanita (PSW), Solo Anak hingga ofisial. Pihak travel kemudian memberikan kode booking sebagai bukti pemesanan.

Semula tidak ada kendala. Tim PSW dijadwalkan berangkat dari Tanjungpinang menuju Jakarta pada 25 Juni 2026 dan melanjutkan penerbangan ke Manokwari sehari berikutnya.

Namun, sehari sebelum keberangkatan, pihak travel tidak dapat menyediakan tiket rute Jakarta–Manokwari sesuai kesepakatan. Kondisi itu membuat panitia membatalkan keberangkatan tim PSW.

Panitia sempat meminta seluruh peserta tetap berada di Tanjungpinang. Namun sebagian peserta telanjur berangkat ke Jakarta sebelum akhirnya dipulangkan kembali. Sebanyak 27 anggota tim PSW kembali ke Tanjungpinang pada 26 Juni 2026.

Humas LPPD Kepri, Mider Sinaga, mengatakan panitia telah menyelesaikan seluruh administrasi, termasuk pembayaran tiket peserta dan ofisial kepada pihak travel.

Meski demikian, menjelang keberangkatan peserta hanya menerima salinan kode pemesanan (booking code). Tiket yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan tidak pernah diterbitkan.

“Kami sudah membayar pembelian tiket seluruh peserta dan ofisial. Namun menjelang keberangkatan, pihak travel hanya memberikan fotokopi atau kode booking kepada peserta,” kata Mider.

Menurut Mider, LPPD sengaja menunggu seluruh kontingen kembali dari Manokwari sebelum menggelar rapat evaluasi dan menyampaikan penjelasan kepada publik.

Direktur PT Rizki Eka Marti Bersahaja Tour and Travel, Vivi saat diwawancara wartawan, Senin (29/6/2026). Foto:matapedia

Di sisi lain, Direktur PT Rizki Eka Marti Bersahaja Tour and Travel, Vivi, mengakui telah menerima dana sekitar Rp1,016 miliar dari LPPD untuk pengurusan tiket.

Vivi menjelaskan dirinya kemudian bekerja sama dengan pihak lain untuk penyediaan tiket tanpa sepengetahuan LPPD. Dalam kerja sama tersebut, ia menyerahkan uang muka sebesar Rp700 juta kepada rekanan yang menjanjikan penyediaan tiket.

“Saya tegaskan, kerja sama itu dilakukan tanpa sepengetahuan LPPD. Kelalaian ini murni berasal dari pihak travel dan saya siap bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan,” katanya.

Pihak travel juga mengakui peserta hanya menerima kode booking sebagai simbolis saat pelepasan kontingen.

Kondisi itu membuat panitia meyakini tiket telah tersedia sehingga tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

LPPD menegaskan tetap mengedepankan penyelesaian secara musyawarah. Namun, jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, panitia akan membawa persoalan itu ke jalur hukum.

“Kami tentu dirugikan. Jika penyelesaian secara musyawarah tidak berhasil, maka kami akan menempuh jalur hukum,” tegas Jumaga.

Baca juga:Tongkang Bermuatan Batu Granit Terbalik di Perairan Batu Ampar, Basarnas Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

Berita Terkait

BP Batam Tangani Kasus Medis Langka
Tongkang Bermuatan Batu Granit Terbalik di Perairan Batu Ampar, Basarnas Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
Tingkatkan Kompetensi Pers, IIBN dan PWI Batam Jalin Kolaborasi Pendidikan
Muscab II PERADI SAI Batam Digelar, Alfi Ramadania Berpeluang Kembali Pimpin DPC secara Aklamasi
BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas Batu Ampar hingga 31 Agustus, Biaya Logistik Dievaluasi
Tiga Tahun Lunas, Sertifikat Tak Kunjung Diterima, Nasib Pilu Penjual Gorengan di Batam
Bea Cukai Batam Sita 4,7 Juta Rokok Ilegal dan 2.320 Koli Ballpress dalam Enam Bulan
Hujan Disertai Petir Kian Sering, PLN Batam Bagikan Tips Lindungi Rumah

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 14:31 WIB

LPPD Kepri Ungkap Kronologi Gagalnya Keberangkatan Tim PSW ke Pesparawi Nasional, Travel Akui Lalai

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:24 WIB

BP Batam Tangani Kasus Medis Langka

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:39 WIB

Tongkang Bermuatan Batu Granit Terbalik di Perairan Batu Ampar, Basarnas Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:27 WIB

Muscab II PERADI SAI Batam Digelar, Alfi Ramadania Berpeluang Kembali Pimpin DPC secara Aklamasi

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:01 WIB

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas Batu Ampar hingga 31 Agustus, Biaya Logistik Dievaluasi

Berita Terbaru

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. Foto:istimewa

News

BP Batam Tangani Kasus Medis Langka

Minggu, 28 Jun 2026 - 20:24 WIB