IDI Kepri Telusuri Kematian Pasien BPJS Usai Operasi Ambeien di RS Awal Bros Batam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Besar IDI Kepri, dr Yanuarman S.PoG (K) FM. Foto:Nikson/matapedia

Ketua Umum Pengurus Besar IDI Kepri, dr Yanuarman S.PoG (K) FM. Foto:Nikson/matapedia

64 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — Kasus meninggalnya pasien BPJS, Dewi Sartika Sitinjak, setelah menjalani operasi ambeien di Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Botania, Batam, mendapat perhatian serius Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Riau.

Ketua Umum Pengurus Besar IDI Kepri, dr Yanuarman S.PoG (K) FM, mengatakan IDI perlu menelusuri rangkaian perawatan Dewi sebelum menyimpulkan penyebab kondisi kritis yang berujung pada kematian.

Dewi disebut menjalani perawatan selama 12 hari di ruang ICU. Sebelum meninggal, kondisinya sempat kritis hingga pingsan dan koma.

Yanuarman mengatakan IDI ingin memastikan penyebab kondisi tersebut, termasuk kemungkinan reaksi obat maupun faktor medis lain.

“Kami juga ingin tahu apakah itu akibat obatnya atau ada faktor yang lain sehingga pasien pingsan dan koma. Ini menjadi ketakutan buat kita nakes semua untuk menyuntikkan obat-obat suntik,” ujar Yanuarman kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).

IDI Kepri kini berkomunikasi dengan RSAB Botania untuk mendapatkan kronologi lengkap penanganan Dewi. Organisasi profesi itu juga menunggu hasil pemeriksaan forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

Baca juga:Dewi Meninggal Usai Operasi Ambeien di RS Awal Bros, Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis

Yanuarman mengatakan hasil pemeriksaan forensik menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kematian. Pemeriksaan tersebut juga dapat membantu memastikan apakah terdapat dugaan kelalaian, reaksi obat, alergi berat, atau kondisi medis lain.

“Kami menghormati keluarga, polisi hingga menunggu hasil otopsi forensik RS Bhayangkara Polda Kepri untuk menindaklanjuti kematian korban, apakah karena malpraktek atau karena suatu obat atau timbulnya alergi sangat berat atau shock terapi,” katanya.

Meski RSAB Botania belum melaporkan kasus tersebut secara resmi kepada IDI Kepri, Yanuarman memastikan pihaknya tetap akan meminta penjelasan dari rumah sakit.

IDI juga akan mendata tenaga medis yang terlibat dalam perawatan Dewi untuk mengetahui rangkaian penanganan pasien secara utuh.

“Kita akan mendengarkan secara langsung dari pihak RSAB kronologis kejadian itu di kantor IDI Kepri karena masyarakat ingin tahu perkembangannya. Dan kita akan mendata siapa-siapa tenaga medis yang merawat pasien tersebut,” ujar Yanuarman.

Ia mengatakan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI siap memberikan keterangan apabila kepolisian meminta informasi dalam proses penyelidikan.

“Mau tidak mau kami IDI melalui MKEK akan dipanggil pihak Poltabes untuk saksi dalam kasus ini,” katanya.

Yanuarman menilai kasus Dewi menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga kesehatan, terutama terkait pemberian obat melalui suntikan.

Karena itu, ia berharap proses penyelidikan segera menemukan titik terang berdasarkan bukti medis dan hasil pemeriksaan forensik.

“Kasus ini luar biasa dampaknya pada tenaga medis. Karena sudah banyak yang ketakutan untuk memberikan obat-obat suntik walaupun tindakan suntik itu tidak memerlukan keterampilan test,” ujarnya.

Jika pemeriksaan menemukan kelalaian tenaga medis, IDI melalui MKEK akan memproses dugaan pelanggaran sesuai ketentuan profesi.

Yanuarman menyebut sanksi dapat diberikan berdasarkan tingkat pelanggaran, mulai dari teguran tertulis hingga sanksi yang lebih berat.

“Jika masalahnya ringan teguran tertulis, kalau ringan di-sckorsing enam bulan dan kalau berat ditarik izinnya,” katanya.

Hasil pemeriksaan dan rekomendasi IDI nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan atau pemerintah sesuai kewenangan.

Penelusuran juga tidak otomatis berhenti pada tenaga medis. Jika ditemukan kelalaian, IDI akan melihat pihak lain sesuai peran dan profesinya, termasuk administrasi, apoteker maupun apotek.

“Dan hasil ini nanti kita rekomendasi ke Kemenkes atau ke pemerintah. Jika nanti ada ditemukan kelalaian yang terlibat bukan hanya paramedis, ada bagian administrasi, apoteker atau apotek sesuai profesinya,” kata Yanuarman.

IDI Kepri kini menunggu hasil pemeriksaan forensik dan penjelasan lengkap RSAB Botania sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian Dewi Sartika Sitinjak.

Baca juga:Carolein Divonis 3 Tahun 6 Bulan Penjara di Kasus Gelapkan Mobil Rental 

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

Pertamina Periksa Kesehatan 200 Warga Terdampak Banjir di Kuranji Padang
Dewi Meninggal Usai Operasi Ambeien di RS Awal Bros, Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis
IMM Kepri Apresiasi Iman Sutiawan dan Polda Kepri atas Kontribusi Pendidikan dan Keamanan
UKW Akbar PWI Kepri Gratis, 36 Wartawan Disiapkan Ikuti Uji Kompetensi
Waduk Nongsa Menyusut, BP Batam Atur Ulang Pasokan Air
Polda Kepri Ungkap 6 Kasus Narkotika, 11 Tersangka Diamankan
Jaga Pasokan Air Baku Batam, BP Batam dan McDermott Tanam 400 Bambu di Sei Nongsa
Polsek Lubuk Baja Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka dan 74 Cartridge Vape Etomidate Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:39 WIB

IDI Kepri Telusuri Kematian Pasien BPJS Usai Operasi Ambeien di RS Awal Bros Batam

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Dewi Meninggal Usai Operasi Ambeien di RS Awal Bros, Keluarga Pertanyakan Penanganan Medis

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:35 WIB

IMM Kepri Apresiasi Iman Sutiawan dan Polda Kepri atas Kontribusi Pendidikan dan Keamanan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:32 WIB

UKW Akbar PWI Kepri Gratis, 36 Wartawan Disiapkan Ikuti Uji Kompetensi

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Waduk Nongsa Menyusut, BP Batam Atur Ulang Pasokan Air

Berita Terbaru

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, bersama jajaran Direktorat Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga (DIHAL) berkunjung ke Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto:Humas BP Batam

Batam

BP Batam Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:28 WIB

Sejumlah wartawan berbagai media di Batam bersama Bank Indonesia Kepri dalam agenda Road to Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 di Tugu Khatulistiwa Lingga berdiri di kawasan Tanjung Teludas, Senin (10/8/2026). Foto:Rega/matapedia

Kuliner Wisata

Pariwisata Lingga Dipercepat Lewat Digitalisasi dan Penguatan UMKM

Rabu, 12 Agu 2026 - 18:08 WIB