PLN Batam Tanam 135 Mangrove, Perkuat Aksi Pelestarian Pesisir di Sei Beduk

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT PLN Batam memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan ambil bagian dalam penanaman 1.700 bibit mangrove di kawasan Hutan Lindung Sei Beduk, Batam. Foto:PLN Batam

PT PLN Batam memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan ambil bagian dalam penanaman 1.700 bibit mangrove di kawasan Hutan Lindung Sei Beduk, Batam. Foto:PLN Batam

68 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – PT PLN Batam memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan ambil bagian dalam penanaman 1.700 bibit mangrove di kawasan Hutan Lindung Sei Beduk, Batam.

Aksi tersebut menjadi puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tingkat Kota Batam yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam bersama Yayasan Akar Bumi Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada 26 Juni 2026 itu melibatkan sekitar 30 perusahaan peserta Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) binaan DLH Kota Batam.

Dari jumlah tersebut, PLN Batam menjadi salah satu kontributor terbesar dengan menyumbangkan 135 bibit mangrove jenis Rhizophora sp.

Seluruh bibit ditanam di lahan seluas sekitar 0,3 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pesisir sekaligus mengurangi dampak abrasi.

Vice President Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) PT PLN Batam, Rosa Darman, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan, seiring dengan penyediaan pasokan listrik yang andal bagi masyarakat.

“Menjaga lingkungan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi komitmen jangka panjang. Energi yang kami hadirkan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga alam. Karena itu, penanaman mangrove ini menjadi bagian dari ikhtiar kami mendukung keberlanjutan lingkungan di Kota Batam,” ujar Rosa dikutip dalam laman PLN Batam, Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, mangrove memiliki fungsi strategis bagi kawasan pesisir. Selain menahan abrasi, tanaman tersebut menjaga keseimbangan ekosistem laut, menyerap karbon, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat pesisir.

Baca juga:OJK Limpahkan Tersangka Kasus PT BPR DCN ke Jaksa, Dugaan Kerugian Capai Puluhan Miliar Rupiah

Rosa berharap bibit yang ditanam mampu tumbuh optimal sehingga menjadi benteng alami bagi garis pantai sekaligus warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

“Setiap bibit yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi masa depan. Kami bangga dapat menjadi bagian dari gerakan kolaboratif ini,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar M. Hasibuan, mengapresiasi dukungan perusahaan dalam aksi penghijauan tersebut.

Ia menilai peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak langsung terhadap kelestarian alam.

“Terima kasih kepada seluruh perusahaan yang ikut berpartisipasi. Penanaman mangrove ini merupakan upaya menjaga kawasan pesisir sekaligus menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Dohar menambahkan, persoalan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah hingga pelestarian kawasan pesisir, hanya dapat diselesaikan melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan Akar Bumi Indonesia, Soni Riyanto, menjelaskan kawasan Hutan Lindung Sei Beduk memiliki tantangan tersendiri karena berada di sekitar muara sungai yang kerap membawa sampah.

Karena itu, menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga melalui proses perawatan dan pemantauan dalam jangka panjang.

“Penanaman ini menjadi tanggung jawab bersama selama tiga tahun. Pertumbuhan tanaman akan dipantau secara berkala dan bibit yang mati akan diganti agar mangrove dapat tumbuh optimal,” kata Soni.

Selama tiga tahun ke depan, seluruh bibit akan menjalani tahapan perawatan P0, P1, dan P2. Program tersebut menargetkan tingkat keberhasilan hidup (survival rate) mangrove mencapai lebih dari 80 persen.

Melalui keterlibatan dalam program ini, PLN Batam ingin memperkuat kesadaran bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program lingkungan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Baca juga:PT BSP Salurkan 150 Paket Sembako untuk Warga Relokasi Pulau Ngenang Lewat Tanjung Sauh Peduli

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Diduga Sopir Serangan Stroke, Mobil Tabrak 8 Motor di Simpang K-Square Batam, 2 Orang Luka Berat
PT BSP Salurkan 150 Paket Sembako untuk Warga Relokasi Pulau Ngenang Lewat Tanjung Sauh Peduli
Pertamina Patra Niaga Latih 10 UMKM Sumbagut Siap Ekspor Lewat Go Global Academy
Jaksa Tuntut Pengguna Ekstasi di Batam 8 Bulan Penjara 
Menko Polkam Apresiasi Polda Kepri, Stabilitas Keamanan Dinilai Perkuat Iklim Investasi
Ketua DPRD Batam Dukung Program FPK Perkuat Persatuan dan Harmoni Masyarakat
Penyisiran Buaya di Sungai Permukiman Sagulung, Tim Gabungan Susuri Kawasan Bakau
PLN Batam dan BP Batam Sambut Investasi Pusat Data AI Pertama Firmus Technologies di Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:55 WIB

Diduga Sopir Serangan Stroke, Mobil Tabrak 8 Motor di Simpang K-Square Batam, 2 Orang Luka Berat

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:03 WIB

PLN Batam Tanam 135 Mangrove, Perkuat Aksi Pelestarian Pesisir di Sei Beduk

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:37 WIB

PT BSP Salurkan 150 Paket Sembako untuk Warga Relokasi Pulau Ngenang Lewat Tanjung Sauh Peduli

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:22 WIB

Pertamina Patra Niaga Latih 10 UMKM Sumbagut Siap Ekspor Lewat Go Global Academy

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:00 WIB

Jaksa Tuntut Pengguna Ekstasi di Batam 8 Bulan Penjara 

Berita Terbaru