PNBP BP Batam Tembus Rp899 Miliar, Amsakar Fokus Percepat Infrastruktur

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Andre Rosiade dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BP Batam di Gedung Nusantara I, Rabu (17/6/2026). Foto: Humas BP Batam

Wakil Ketua Andre Rosiade dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BP Batam di Gedung Nusantara I, Rabu (17/6/2026). Foto: Humas BP Batam

69 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM– Kinerja keuangan Badan Pengusahaan (BP) Batam hingga pertengahan Juni 2026 menunjukkan tren positif. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp899,23 miliar atau 36,73 persen dari target tahunan.

Capaian tersebut meningkat 19,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di saat yang sama, realisasi belanja BP Batam juga mencapai Rp546,75 miliar atau tumbuh 19,64 persen dibandingkan Juni 2025.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peningkatan PNBP menjadi indikator bahwa aktivitas investasi dan perekonomian di Batam terus bergerak. Menurutnya, tingginya realisasi belanja juga menunjukkan percepatan pelaksanaan berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin tinggi dan kinerja keuangan BP Batam semakin baik dan optimal. Kami ingin mengoptimalkan penggunaan PNBP ini sehingga percepatan program pembangunan infrastruktur bisa terselesaikan dengan optimal,” kata Amsakar, Jumat (19/6/2026).

Baca juga:Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng: Kolaborasi Antar-Lembaga Kunci Percepat Pembangunan Batam

Sejalan dengan meningkatnya penerimaan, BP Batam juga mulai menyiapkan arah kebijakan anggaran tahun 2027. Dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI beberapa hari lalu, Amsakar memaparkan bahwa BP Batam memperoleh pagu indikatif sebesar Rp2,437 triliun yang seluruhnya bersumber dari skema pembiayaan PNBP.

Anggaran tersebut terdiri dari Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,094 triliun dan Program Pengembangan Kawasan Strategis sebesar Rp1,343 triliun.

Namun, BP Batam mengusulkan perubahan komposisi anggaran agar lebih banyak dialokasikan untuk pembangunan. Bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Amsakar mengusulkan pergeseran anggaran Program Dukungan Manajemen sebesar Rp131,26 miliar atau sekitar 5 persen dari total pagu ke Program Pengembangan Kawasan Strategis.

Langkah itu dilakukan untuk mengurangi porsi belanja operasional rutin dan memperbesar belanja modal yang dinilai lebih produktif. Dengan skema tersebut, anggaran yang tersedia diharapkan lebih banyak memberikan dampak langsung terhadap pembangunan kawasan, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan iklim investasi.

Amsakar menjelaskan, tambahan anggaran pembangunan akan difokuskan pada sejumlah sektor prioritas, mulai dari pengembangan sumber daya air dan jaringan distribusi air minum, pembangunan infrastruktur lingkungan hidup seperti instalasi pengolahan air limbah dan pengelolaan limbah B3, hingga peningkatan konektivitas darat melalui pembangunan drainase dan infrastruktur jalan.

“Penguatan anggaran pembangunan tersebut akan diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya air dan jaringan distribusi air minum, pengembangan infrastruktur lingkungan hidup termasuk instalasi pengolahan air limbah dan pengelolaan limbah B3, dan penguatan konektivitas darat seperti drainase dan infrastruktur jalan,” ujarnya.

Menurut Amsakar, strategi tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam untuk mempercepat penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan investor sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik bagi masyarakat.

Melalui rekomposisi anggaran tersebut, BP Batam berharap pembangunan infrastruktur strategis dapat berjalan lebih cepat, daya saing investasi Batam semakin kuat, dan kontribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terus meningkat.

“Infrastruktur yang andal akan memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi. Ketika investasi tumbuh, maka lapangan kerja terbuka, aktivitas ekonomi meningkat, dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Inilah yang menjadi fokus utama BP Batam dalam perencanaan anggaran Tahun 2027,” tutup Amsakar.

Baca juga:Dugaan Persoalan Administrasi KB Djuwita Prakarsa Dibahas dalam RDPU DPRD Batam

 

Editor:Zalfirega

 

 

Berita Terkait

Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun
Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor
OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat
Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis
Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis
CERNIVAL 2026 Dibuka di Batam, BI Pacu Transaksi QRIS dan UMKM Kepri
BP Batam Gandeng Panbil dan PLN Batam Percepat Pengembangan KEK Tanjung Sauh
OJK, BEI, dan KADIN Dorong Perusahaan Kepri IPO untuk Perkuat Ekspansi Bisnis 

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:35 WIB

OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:22 WIB

Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:43 WIB

Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis

Berita Terbaru