BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen di Tengah Gejolak Global, Fokus Jaga Rupiah dan Genjot Pertumbuhan

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Bank Indonesia saat virtual. Foto:Ist

Gubernur Bank Indonesia saat virtual. Foto:Ist

MATAPEDIA6.com, JAKARTA-Bank Indonesia menahan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur 18–19 Februari 2026. Suku bunga Deposit Facility tetap 3,75% dan Lending Facility 5,50%.

BI memilih menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, sambil tetap membuka ruang penurunan suku bunga jika inflasi 2026–2027 terkendali di kisaran 2,5±1%.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan memperkuat stabilisasi rupiah lewat intervensi NDF offshore, spot, dan DNDF domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.

“BI juga mengatur operasi moneter pro-market untuk menarik modal asing dan menjaga likuiditas tetap longgar namun terukur,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat (20/2/2026).

Baca juga:Konjen Singapura Puji Transformasi Layanan BP Batam, Investor Makin Percaya

Di sektor riil, BI mendorong kredit ke sektor prioritas melalui penguatan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Insentif KLM sudah mencapai Rp427,5 triliun pada awal Februari 2026, mayoritas mengalir ke bank BUMN dan swasta nasional.

BI menekan perbankan agar segera menurunkan bunga kredit yang baru turun 40 bps menjadi 8,80%.

Ekonomi domestik menunjukkan daya tahan. Pertumbuhan triwulan IV 2025 mencapai 5,39% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya. Sepanjang 2025, ekonomi tumbuh 5,11%.

Konsumsi rumah tangga dan investasi memimpin akselerasi, ditopang stimulus fiskal dan pelonggaran moneter. BI memproyeksikan ekonomi 2026 tumbuh 4,9–5,7%.

Dari eksternal, ekonomi global melambat ke 3,2% pada 2026. Ketidakpastian pasar, tensi geopolitik, dan kebijakan tarif AS menekan arus modal. Rupiah pada 18 Februari 2026 berada di Rp16.880 per dolar AS, melemah tipis 0,56% (ptp). BI menilai rupiah undervalued dan siap menjaga stabilitasnya.

Neraca Pembayaran Indonesia tetap solid. Surplus perdagangan Desember 2025 mencapai 2,5 miliar dolar AS. Cadangan devisa akhir Januari 2026 sebesar 154,6 miliar dolar AS, setara 6,3 bulan impor—jauh di atas standar internasional.

Inflasi Januari 2026 tercatat 3,55% (yoy), naik karena efek basis diskon tarif listrik tahun lalu. Inflasi inti tetap rendah di 2,45%. BI yakin inflasi kembali terkendali dalam sasaran tahun ini dan tahun depan.

Likuiditas longgar mendorong pertumbuhan uang beredar dan kredit. Kredit Januari 2026 tumbuh 9,96% (yoy), didorong kredit investasi yang melesat 22,38%. Permodalan bank tetap kuat dengan CAR 25,89% dan NPL terjaga 2,05% (bruto).

Di sistem pembayaran, transaksi digital Januari 2026 melonjak 39,65% (yoy) menjadi 4,79 miliar transaksi. BI memperkuat infrastruktur menjelang Ramadan dan Idulfitri melalui program SERAMBI 2026 dan optimalisasi layanan penukaran uang.

BI menegaskan satu garis kebijakan: jaga stabilitas, percepat transmisi bunga kredit, dan dorong pertumbuhan lebih tinggi di tengah tekanan global.

Baca juga:Cekcok Asmara Berujung Nekat, Pemuda 24 Tahun Terjun dari Jembatan 3 Barelang

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun
Batam Dinobatkan sebagai Daerah Terbaik untuk Investasi, Transformasi Digital Jadi Magnet Baru Investor
OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat
Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis
Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis
CERNIVAL 2026 Dibuka di Batam, BI Pacu Transaksi QRIS dan UMKM Kepri
BP Batam Gandeng Panbil dan PLN Batam Percepat Pengembangan KEK Tanjung Sauh
OJK, BEI, dan KADIN Dorong Perusahaan Kepri IPO untuk Perkuat Ekspansi Bisnis 

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Pemulihan Bisnis Seluler Dongkrak Laba Telkom, Pendapatan Semester I 2026 Tembus Rp75,9 Triliun

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:35 WIB

OJK Kepri Gandeng APPI Batam Perangi Pembiayaan Ilegal, Dorong Industri Tumbuh Sehat

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:22 WIB

Indosat Raup Pendapatan Rp30,7 Triliun pada Semester I 2026, AI Jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:43 WIB

Telkom Raih Lestari Award 2026, Strategi Pengembangan Talenta Jadi Pengungkit Transformasi Bisnis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:19 WIB

CERNIVAL 2026 Dibuka di Batam, BI Pacu Transaksi QRIS dan UMKM Kepri

Berita Terbaru