MATAPEDIA6.com, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menegaskan stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga, seiring pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 6,94% pada 2025, melampaui rata-rata nasional 5,11%.
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, menekankan perbankan lokal menempati peringkat kedua nasional dalam pertumbuhan kredit, dengan penyaluran Rp99,55 triliun, melonjak 25,85% dibanding 2024.
“LDR tercatat 94,07%, lebih tinggi dibanding tren nasional 85,37%, sementara NPL turun ke 2,34%, mencerminkan manajemen risiko yang terjaga,” ungkap Sinar dalam Media Gathering & Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di kantor OJK pada Selasa (3/3/2026).
Ia mengatakan, Bank Perekonomian Rakyat (BPR/BPRS) ikut menguat. Total aset naik 17,07% menjadi Rp13,88 triliun, kredit Rp10,78 triliun, dan LDR 99,77%.
Baca juga:OJK Perkuat Kinerja, Lantik Kepala Departemen dan OJK Daerah
“NPL BPR/BPRS hanya 5,12%, jauh lebih rendah dari rata-rata nasional 12,44%,” tuturnya.
Sektor pasar modal juga melesat, dengan transaksi saham melonjak 255,87% menjadi Rp7,39 triliun. Pergadaian dan multifinance menunjukkan pertumbuhan stabil, sementara asuransi umum tumbuh 27,76% dan asuransi jiwa stabil, menandai minimnya risiko katastropik di Kepri.
OJK Kepri mendorong literasi dan inklusi keuangan secara masif melalui 87 kegiatan edukasi, program GENCARKAN dengan 648 kegiatan, dan kolaborasi TPAKD yang meraih nominasi TPAKD Terbaik Wilayah Sumatera.
“Pengaduan konsumen fintech ditangani cepat dari 817 laporan sepanjang 2025,” sebut Sinar.
Momentum Ramadan 1447 H dimanfaatkan OJK Kepri melalui Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026.
Program “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah” menghadirkan Business Matching, layanan SiMOLEK, dan edukasi syariah untuk masyarakat, pelajar, UMKM, komunitas disabilitas, dan keluarga di Batam, Tanjungpinang, Karimun, dan Bintan.
Sinar menegaskan, OJK akan terus memperluas akses pembiayaan, memperkuat layanan perbankan konvensional dan syariah, serta memprioritaskan perlindungan konsumen sebagai pilar stabilitas sistem keuangan di Kepulauan Riau.
Baca juga:Komisi IV DPRD Batam Telusuri Kendala Kerja Sama BPJS dengan RS Awal Bros Batuaji
Penulis:Zalfiega|Editor:Miezon



















