BEI Rayakan 15 Tahun Kebangkitan, Pasar Modal Syariah Indonesia Makin Diakui Dunia

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bursa Efek Indonesia IDX di Jakarta. Foto:dok/matapedia

Kantor Bursa Efek Indonesia IDX di Jakarta. Foto:dok/matapedia

74 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia terus memperkuat pasar modal syariah melalui edukasi dan kampanye publik yang semakin masif.

Langkah itu mendorong pertumbuhan investor syariah sekaligus memperluas pengaruh pasar modal syariah Indonesia di tingkat global.

Dalam rilis resmi BEI, Selasa (19/5/2026), jumlah investor saham syariah tercatat melonjak signifikan dalam lima tahun terakhir. Data AB-SOTS menunjukkan investor saham syariah tumbuh 158 persen, dari 85.891 investor pada 2020 menjadi 221.714 investor per Maret 2026.

Tahun ini, pasar modal syariah Indonesia memperingati 15 tahun kebangkitan sejak peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa DSN-MUI Nomor 80, serta implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS). Ketiga momentum tersebut menjadi tonggak penting perkembangan investasi syariah di Indonesia.

Untuk memperingati perjalanan itu, BEI, KPEI, dan KSEI bersama dukungan Otoritas Jasa Keuangan menggelar Elevate 2026 yang terdiri dari IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026 pada 20–23 Mei 2026 di Main Hall BEI.

Mengusung tema “15 Years Rising – Heading Worldwide”, Elevate 2026 tampil dengan skala internasional untuk memperkenalkan pasar modal syariah Indonesia ke panggung global.

Sebagai bagian dari agenda tersebut, BEI menggandeng Redmoney Group guna memperkuat branding pasar modal syariah Indonesia di tingkat internasional. Kolaborasi itu diwujudkan melalui penyelenggaraan IFN Indonesia Forum 2026 pada 20 Mei 2026 sebagai pembuka rangkaian Elevate menuju SIW 2026.

SIW sendiri menjadi agenda unggulan pasar modal syariah BEI sejak 2019. Kegiatan itu rutin mempertemukan investor syariah melalui talkshow, expo, dan berbagai program edukasi untuk meningkatkan literasi serta inklusi investasi syariah di Indonesia.

Baca juga:BP Batam Kecam Perusakan Puluhan Bugenvil, Ariastuty: Vandalisme Cederai Penataan Kota

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, menegaskan pasar modal syariah kini semakin relevan sebagai pilihan investasi masyarakat.

“Pasar modal syariah bukan sekadar alternatif, tetapi telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara halal, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan seluruh aktivitas di pasar modal syariah berlandaskan prinsip Islam yang melarang unsur riba, gharar atau ketidakpastian, serta maysir atau spekulasi. Instrumen investasi yang diperdagangkan juga wajib berasal dari kegiatan usaha halal dan dikelola sesuai prinsip syariah.

Di Indonesia, penerapan prinsip tersebut mengacu pada regulasi OJK serta fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Regulasi itu memastikan seluruh proses, mulai dari seleksi efek hingga transaksi, tetap berada dalam koridor syariah.

Irwan menambahkan transaksi saham syariah di BEI berlangsung secara transparan melalui sistem perdagangan yang adil. Saham yang dapat diperdagangkan merupakan saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan berkala oleh OJK.

“Investor tidak perlu ragu, karena seluruh proses sudah melalui pengawasan ketat regulator dan mengacu pada fatwa syariah yang berlaku,” katanya.

Kinerja pasar modal syariah Indonesia juga terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan investor, kenaikan kapitalisasi pasar, hingga peningkatan aktivitas transaksi mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap investasi syariah.

“Kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Ini terlihat dari peningkatan jumlah investor syariah yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Irwan.

Dari sisi produk, pasar modal syariah Indonesia kini menawarkan beragam instrumen investasi, mulai dari saham syariah, reksa dana syariah, sukuk, hingga exchange-traded fund (ETF) syariah.

Data per Maret 2026 menunjukkan jumlah efek syariah mencapai 673 saham atau sekitar 70 persen dari total saham yang tercatat di BEI. Angka itu mencerminkan pertumbuhan industri yang semakin kuat.

Irwan juga menekankan bahwa pasar modal syariah tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi turut membawa dampak sosial. Berbagai inovasi seperti wakaf saham, zakat saham, hingga sukuk berbasis wakaf menjadi bukti bahwa investasi syariah mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Pasar modal syariah menggabungkan aspek investasi dan nilai sosial. Ini yang menjadi kekuatan utama dalam mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Komitmen membangun ekosistem pasar modal syariah yang inklusif dan berkelanjutan juga mendapat pengakuan dunia internasional. BEI berulang kali meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Global Islamic Finance Awards.

BEI pernah memenangkan penghargaan The Best Supporting Institution for Islamic Finance pada 2016–2018, The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year 2018, serta The Best Islamic Capital Market pada 2019 hingga 2022.

Prestasi itu berlanjut dengan raihan GIFA Championship Award for Islamic Capital Market 2025 yang semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama pasar modal syariah dunia.

Penghargaan tersebut memperlihatkan kemampuan pasar modal syariah Indonesia untuk terus tumbuh di tengah dinamika ekonomi global sekaligus memperkuat optimisme bahwa Indonesia berpotensi menjadi pusat pasar modal syariah terkemuka dunia.

Ke depan, BEI akan memperluas edukasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi syariah.

“Edukasi adalah fondasi. Ketika masyarakat paham, maka kepercayaan akan tumbuh, dan pada akhirnya pasar modal syariah akan berkembang lebih pesat,” tutup Irwan.

Baca juga:Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Kejati Sumut

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

Prabowo Minta BP Batam Percepat Transformasi Batam Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi
Investasi Batam Melonjak 102 Persen pada Triwulan I 2026, Sumbang Seperempat Pertumbuhan Nasional
Banggar DPR RI Nilai BP Batam Berhasil Dongkrak Investasi, Batam Siap Bersaing di Tingkat Global
OJK Siapkan Roadmap IAKD 2026–2031, Perkuat Regulasi dan Ekosistem Keuangan Digital
Rp14 Miliar Dibawa ke Lima Pulau Terluar Kepri, BI Jaga Kedaulatan Rupiah
BI: Batam Jadi Motor Utama, Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen pada Awal 2026
BP Batam Gandeng UMRAH, Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dukung Investasi serta Pembangunan Wilayah
Batam Catat Investasi Rp44 Triliun pada 2025, Amsakar: Kepercayaan Investor Terus Meningkat

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:30 WIB

Prabowo Minta BP Batam Percepat Transformasi Batam Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Investasi Batam Melonjak 102 Persen pada Triwulan I 2026, Sumbang Seperempat Pertumbuhan Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:40 WIB

Banggar DPR RI Nilai BP Batam Berhasil Dongkrak Investasi, Batam Siap Bersaing di Tingkat Global

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:47 WIB

OJK Siapkan Roadmap IAKD 2026–2031, Perkuat Regulasi dan Ekosistem Keuangan Digital

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:25 WIB

Rp14 Miliar Dibawa ke Lima Pulau Terluar Kepri, BI Jaga Kedaulatan Rupiah

Berita Terbaru