BP Batam Kecam Perusakan Puluhan Bugenvil, Ariastuty: Vandalisme Cederai Penataan Kota

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BP Batam kembali mengecam aksi perusakan puluhan tanaman bugenvil di sejumlah titik penataan kota, Selasa (19/5/2026). Foto:Humas BP

BP Batam kembali mengecam aksi perusakan puluhan tanaman bugenvil di sejumlah titik penataan kota, Selasa (19/5/2026). Foto:Humas BP

71 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM — BP Batam kembali mengecam aksi perusakan puluhan tanaman bugenvil di sejumlah titik penataan kota, Selasa (19/5/2026). Aksi vandalisme itu dinilai merusak upaya pemerintah mempercantik wajah Kota Batam sekaligus mencederai semangat bersama dalam menjaga ruang publik.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan pelaku telah merusak fasilitas kota yang dibangun untuk kepentingan masyarakat luas. Sebelumnya, aksi serupa juga menyebabkan ratusan tanaman jati emas rusak di beberapa lokasi.

“Kami sangat menyesalkan perusakan tanaman bugenvil yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya mempercantik Kota Batam. Tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan telah mencederai semangat kolektif di tengah komitmen pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kota modern yang estetik, hijau, dan nyaman bagi masyarakat maupun investor,” tegas Ariastuty yang akrab disapa Tuty.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, sebanyak 59 tanaman bugenvil mengalami kerusakan. Sebanyak 13 tanaman diduga hilang dibawa kabur pelaku, sementara tanaman lainnya ditemukan tercabut dan dibuang di sekitar saluran parit.

Tuty menegaskan, program penghijauan dan penataan kota yang dijalankan di bawah arahan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan memperkuat citra Batam sebagai kota modern.

Baca juga:Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Sinergi dengan Kejati Sumut

Menurutnya, keberadaan tanaman hias seperti bugenvil tidak hanya mempercantik kawasan kota, tetapi juga menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap tata ruang yang lebih tertib, hijau, dan nyaman.

BP Batam juga bergerak cepat menangani tanaman yang rusak sekaligus memperketat pengawasan di sejumlah titik penataan kota guna mencegah aksi serupa terulang.

“Kami mengimbau masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah dibangun. Keindahan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran serta partisipasi aktif seluruh warga. Jika melihat tindakan perusakan fasilitas umum, kami berharap masyarakat segera melapor agar bisa cepat ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Baca juga:Kesaksian Pilu Bongkar Ritual dan Penyiksaan Dwi Putri di PN Batam

Editor:Redaksi 

 

 

 

Berita Terkait

Pancasila Jadi Perekat Batam yang Heterogen, Amsakar: Kemajuan Kota Bertumpu pada Kebersamaan
PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center
Konektivitas Batam Naik Kelas, Peluang Investasi dan Perdagangan Internasional Makin Terbuka
Amsakar Paparkan Investasi Hampir Rp40 Triliun dan 15 Program Prioritas
Perizinan Usaha Batam: 1.182 Permohonan Masuk, 423 Telah Ditangani
Waduk Nongsa Susut, BP Batam Atur Produksi Air dan Siapkan Pasokan Alternatif
BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air
Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pancasila Jadi Perekat Batam yang Heterogen, Amsakar: Kemajuan Kota Bertumpu pada Kebersamaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:03 WIB

PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Konektivitas Batam Naik Kelas, Peluang Investasi dan Perdagangan Internasional Makin Terbuka

Senin, 28 September 2026 - 12:23 WIB

Amsakar Paparkan Investasi Hampir Rp40 Triliun dan 15 Program Prioritas

Jumat, 25 September 2026 - 19:13 WIB

Perizinan Usaha Batam: 1.182 Permohonan Masuk, 423 Telah Ditangani

Berita Terbaru