OJK Waspadai Guncangan Global: Pasar Bergejolak, Stabilitas Keuangan RI Tetap Bertahan

Senin, 6 April 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OJK Gelar Rapat Dewan Komisioner 1 April 2026. Foto:OJK Kepri

OJK Gelar Rapat Dewan Komisioner 1 April 2026. Foto:OJK Kepri

71 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan menegaskan sektor jasa keuangan nasional tetap stabil, meski dunia diguncang konflik geopolitik dan lonjakan harga energi yang menekan pasar global.

Hal itu terungkap dalam Rapat Dewan Komisioner 1 April 2026 mencatat tekanan global meningkat tajam setelah eskalasi konflik di Timur Tengah mengganggu jalur energi utama, termasuk penutupan Selat Hormuz.

Dampaknya langsung terasa: harga energi melonjak, volatilitas pasar keuangan global meningkat, dan ruang gerak bank sentral makin sempit.

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi; Agus Firmansyah, mengatakan, lembaga internasional seperti Organisation for Economic Co-operation and Development bahkan memangkas proyeksi ekonomi global.

“Skenario “high for longer” kembali menguat—suku bunga tinggi diperkirakan bertahan lebih lama dari ekspektasi awal,” ujarnya dalam keterangannya dikutip pada Senin (6/4/2026).

Di Amerika Serikat, tekanan ekonomi mulai terlihat. Inflasi belum jinak, pengangguran naik, dan Federal Reserve menahan suku bunga dengan sinyal sangat terbatas untuk pemangkasan.

“Pasar kini bahkan mengantisipasi tanpa penurunan suku bunga sepanjang 2026,” ujarnya.

Baca juga:BP Batam Benahi Underpass Pelita, Targetkan Lebih Aman, Terang dan Ikonik

Sebaliknya, Tiongkok masih menunjukkan daya tahan. Stimulus pemerintah mendorong permintaan dan produksi, meski target pertumbuhan tetap diturunkan untuk mengantisipasi risiko eksternal.

Pasar Modal Terguncang, Investor Asing Angkat Kaki

Tekanan global langsung menghantam pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 7.048,22 pada akhir Maret 2026, merosot tajam 14,42 persen dalam sebulan dan 18,49 persen sejak awal tahun.

Investor asing mencatat aksi jual besar-besaran hingga Rp23,34 triliun. Pelaku pasar memilih menahan posisi di tengah ketidakpastian tinggi.

Pasar obligasi ikut tertekan. Yield Surat Berharga Negara naik signifikan, mencerminkan meningkatnya persepsi risiko. Meski begitu, minat terhadap obligasi korporasi masih bertahan.

Di tengah tekanan, industri reksa dana tetap menunjukkan daya tahan. Nilai aktiva bersih memang terkoreksi secara bulanan, namun aliran dana masuk (net subscription) tetap kuat, menandakan kepercayaan investor domestik belum runtuh.

Jumlah investor pasar modal justru melonjak. Sepanjang Maret 2026, muncul 1,78 juta investor baru, mendorong total menjadi 24,74 juta—tumbuh lebih dari 21 persen sejak awal tahun.

Perbankan Tetap Solid, Kredit dan Likuiditas Terjaga

Di sektor perbankan, OJK mencatat kinerja tetap kuat. Kredit tumbuh 9,37 persen secara tahunan menjadi Rp8.559 triliun, ditopang lonjakan kredit investasi yang melesat lebih dari 20 persen.

Dana pihak ketiga juga meningkat 13,18 persen, menunjukkan kepercayaan masyarakat masih tinggi. Likuiditas berada jauh di atas ambang batas aman, sementara rasio kredit bermasalah tetap terkendali di kisaran rendah.

Permodalan bank pun tebal. Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 25,83 persen, menjadi bantalan kuat menghadapi gejolak global.

Menariknya, kredit “buy now pay later” (BNPL) di perbankan tumbuh pesat lebih dari 26 persen, meski porsinya masih kecil terhadap total kredit.

OJK Perketat Pengawasan: Denda Puluhan Miliar dan Cabut Izin

Di tengah gejolak, OJK tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga memperketat disiplin industri.

Sepanjang Maret 2026, OJK menjatuhkan sanksi miliaran rupiah kepada pelaku pasar modal, termasuk kasus manipulasi pasar dengan total denda hampir Rp16 miliar.

Secara kumulatif tahun ini, denda telah menembus Rp62,78 miliar, disertai pencabutan izin, pembekuan, hingga peringatan tertulis.

Di sektor perbankan, OJK juga mencabut izin enam Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagian dari konsolidasi dan pembersihan industri.

Selain itu, OJK memerintahkan perbankan memblokir lebih dari 33 ribu rekening yang terindikasi terkait judi online—langkah agresif untuk menjaga integritas sistem keuangan.

Asuransi, Dana Pensiun, dan Pembiayaan Tetap Tumbuh

Sektor asuransi mencatat pertumbuhan aset 6,8 persen secara tahunan, dengan tingkat permodalan jauh di atas batas minimum. Dana pensiun bahkan tumbuh lebih tinggi, mencapai 12,52 persen.

Di sektor pembiayaan, pertumbuhan masih moderat. Namun pembiayaan berbasis digital seperti pinjaman daring (pindar) melesat lebih dari 25 persen, menandakan pergeseran perilaku masyarakat ke layanan keuangan digital.

Kesimpulan: Tahan Guncangan, Tapi Risiko Belum Usai

OJK melihat fondasi sektor keuangan Indonesia masih kuat menghadapi tekanan global. Perbankan solid, likuiditas longgar, dan kepercayaan investor domestik tetap terjaga.

Namun risiko belum mereda. Geopolitik, harga energi, dan arah kebijakan global masih menjadi ancaman nyata.

OJK pun mengirim sinyal tegas: stabilitas terjaga, tetapi kewaspadaan harus ditingkatkan.

Baca juga:Reses DPRD Batam Digelar, Anggota Dewan Turun Jemput Aspirasi Warga

Editor:Zalfirega 

 

Berita Terkait

Pertamina Gandeng BKKBN, Hadirkan Taman Asuh untuk Jaga Produktivitas Pekerja
Kuota Diskon Ludes, PELNI Angkut 467 Ribu Penumpang Saat Mudik Lebaran
Hadapi Dampak Geopolitik, CEO Citramas Group Minta Pengusaha dan Pemerintah Bersatu
BI Ungkap Rahasia Inflasi Kepri Tetap Rendah Saat Idulfitri
BP Batam Serap Aspirasi Pengusaha, Akselerasi Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Global
OJK, BEI dan KSEI Tuntaskan 4 Reformasi Transparansi, Targetkan Lonjakan Kepercayaan Investor
Amsakar–Li Claudia Genjot PAD 32 Persen, Batam Kian Kokoh di Tengah Tekanan Global
Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap, Minta Warga Tak Terpancing Isu dan Panic Buying
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 20:19 WIB

OJK Waspadai Guncangan Global: Pasar Bergejolak, Stabilitas Keuangan RI Tetap Bertahan

Senin, 6 April 2026 - 13:48 WIB

Pertamina Gandeng BKKBN, Hadirkan Taman Asuh untuk Jaga Produktivitas Pekerja

Sabtu, 4 April 2026 - 16:56 WIB

Kuota Diskon Ludes, PELNI Angkut 467 Ribu Penumpang Saat Mudik Lebaran

Jumat, 3 April 2026 - 17:09 WIB

Hadapi Dampak Geopolitik, CEO Citramas Group Minta Pengusaha dan Pemerintah Bersatu

Jumat, 3 April 2026 - 15:24 WIB

BI Ungkap Rahasia Inflasi Kepri Tetap Rendah Saat Idulfitri

Berita Terbaru