MATAPEDIA6.com, BATAM— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau tancap gas memperkuat literasi keuangan keluarga lewat kolaborasi strategis dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri. Sinergi ini membidik satu tujuan: menekan stunting melalui penguatan ketahanan ekonomi keluarga.
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, menegaskan langkah ini saat bertemu Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, di Batam, Rabu (8/4). Ia menilai program pembinaan keluarga BKKBN menjadi fondasi penting untuk membangun perilaku keuangan yang sehat di masyarakat.
“Ekonomi keluarga yang kuat mendorong kemampuan mengelola keuangan dan memenuhi kewajiban finansial,” tegas Sinar dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Baca juga:BMKJ Kepri Gelar Pelantikan Pengurus, Ketua Umum Ajak Masyarakat Hadir dan Perkuat Silaturahmi
Data mendukung arah kebijakan ini. Kualitas kredit perbankan di Kepri membaik. Rasio kredit bermasalah (NPL) bank umum turun ke 2,34 persen (yoy) pada Desember 2025, dari 2,84 persen pada Desember 2024. Perbaikan ini mencerminkan daya kelola keuangan masyarakat yang makin solid.
Sinar menekankan, penguatan keluarga—termasuk melalui program BKKBN—ikut menjaga stabilitas sektor jasa keuangan daerah.
“Kemampuan masyarakat menjaga kewajiban finansial terus membaik. Ini sinyal positif bagi ekonomi daerah,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, OJK menyerahkan buku literasi keuangan seri Perencanaan Keuangan Keluarga kepada BKKBN Kepri. Materi ini akan dipakai Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk mengedukasi masyarakat secara langsung.
OJK meyakini, keluarga yang melek finansial akan lebih tepat mengatur pengeluaran, termasuk memprioritaskan gizi anak—kunci pencegahan stunting.
Tak berhenti di edukasi, kolaborasi ini juga menyasar penguatan ekonomi riil. OJK dan BKKBN mendorong kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) menembus akses ke lembaga jasa keuangan formal.
Skema ini membuka peluang permodalan sekaligus peningkatan kapasitas usaha melalui pelatihan teknis yang melibatkan industri jasa keuangan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, menyambut langkah ini dan memastikan kesiapan jajarannya menyelaraskan program dengan OJK.
“Kami siap dorong keluarga mandiri secara finansial dan sejahtera,” katanya.
Menutup pernyataannya, Sinar menegaskan arah besar kolaborasi ini. “Kemajuan ekonomi Kepri berawal dari keluarga. Kami dorong ketahanan keuangan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan dan lahirnya generasi sehat, cerdas, serta bebas stunting,” ujarnya.
Baca juga:Kemenag Batam Buka PMB Madrasah 2026, Ini Tiga Jalur Pendaftarannya
Editor:Zalfirega


















