MATAPEDIA6.com, JAKARTA– Kinerja Badan Pengusahaan (BP) Batam sepanjang 2025 hingga Triwulan I 2026 mendapat apresiasi dari Komisi VI DPR RI. Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah kemampuan BP Batam membiayai pembangunan kawasan melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tanpa bergantung pada tambahan anggaran dari APBN.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Ketua Andre Rosiade dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama BP Batam di Gedung Nusantara I, Rabu (17/6/2026).
Menurut Andre, tata kelola BP Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra menunjukkan tren positif, terutama dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Ia menilai keberhasilan BP Batam mengoptimalkan pendapatan PNBP untuk mendukung pembangunan menjadi capaian penting. Pasalnya, pembangunan kawasan tetap berjalan tanpa harus meminta tambahan anggaran kepada pemerintah pusat.
Baca juga:OJK Keluarkan Sejumlah Relaksasi Aturan untuk Perkuat Industri Pembiayaan dan Fintech
“Pengelolaan anggaran dan kinerja BP Batam saat ini patut mendapat apresiasi. BP Batam mampu menunjukkan tata kelola yang baik dengan mengoptimalkan PNBP untuk mendukung pembangunan kawasan. Ini menjadi contoh bagi badan atau lembaga lainnya dan kami berharap Batam bisa terus maju menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Andre saat memimpin rapat.
Dalam forum yang sama, Amsakar menyampaikan terima kasih atas dukungan Komisi VI DPR RI selama setahun masa kepemimpinannya bersama Li Claudia Chandra di BP Batam.
Menurutnya, dukungan legislatif menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga iklim investasi tetap kondusif. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Batam.
“Capaian investasi yang terus meningkat menjadi bukti bahwa kepercayaan investor terhadap Batam semakin kuat. Ini juga sejalan dengan berbagai pembenahan yang kami lakukan, terutama dalam simplifikasi perizinan,” ujar Amsakar.
Selain memperkuat pelayanan investasi, BP Batam juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur agar berjalan beriringan dengan pengembangan kawasan ekonomi.
Amsakar menegaskan, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu kunci menjaga daya saing Batam sebagai destinasi investasi unggulan di Indonesia.
Untuk mendukung target tersebut, BP Batam telah mengusulkan penguatan sejumlah program strategis pada Tahun Anggaran 2027 melalui rekomposisi pagu anggaran.
Usulan itu mencakup pengembangan kawasan strategis, perluasan wilayah KPBPB Batam, penyelenggaraan Operator Investasi Pemerintah (OIP), peningkatan layanan perizinan, hingga pembangunan infrastruktur pelabuhan, bandara, dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Kami akan terus mempercepat pembangunan infrastruktur, memperkuat pelayanan perizinan, serta memastikan seluruh program strategis berjalan sesuai kebutuhan dunia usaha dan masyarakat,” ujar Amsakar.
Baca juga:Pemko Batam Perkuat Jaringan Informasi Digital, PBNN Jadi Garda Komunikasi Publik
Editor:Zalfirega
















