MATAPEDIA6.com, PELALAWAN — Kobaran api di atas tanah gambut Kerumutan tidak cuma menyisakan jelaga, tetapi juga ancaman ISPA yang mengintai barisan petugas pemadam.
Menghadapi situasi darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian pekat di Kabupaten Pelalawan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat membagikan bantuan alat kesehatan bagi para personel di garda terdepan.
Kecamatan Kerumutan kini tercatat sebagai titik terparah dari 12 kecamatan yang terdampak karhutla di Pelalawan. Lahan sawit warga seluas hampir 10 hektar habis dilalap api.
Fenomena El Niño memicu kekeringan ekstrem, namun faktor utama bencana ini tetap berakar pada ulah manusia.
“Penyebab karhutla 99 persen dipicu oleh manusia, baik disengaja maupun tidak disengaja. Hanya 1 persen yang disebabkan oleh kemarau,” tegas Ketua Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pelalawan, Zulfan dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).
Karakteristik tanah gambut Kerumutan memperparah penanganan. Api tidak hanya membakar vegetasi permukaan, tetapi menyusup dan membara jauh di dalam tanah.
Kondisi ini menghasilkan asap pekat berkelanjutan yang langsung mengancam kesehatan masyarakat dan tim pemadam.
Merespons bahaya laten tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Sei Siak menggandeng Pemda dan BPBD Kabupaten Pelalawan menyalurkan bantuan berupa masker N95 dan oksigen portabel di Posko Kesehatan Terpadu Penanganan Karhutla Kerumutan.
Bantuan ini dirancang khusus untuk menopang daya tahan fisik personel yang terpapar asap pekat berhari-hari.
Zulfan mengapresiasi langkah konkret Pertamina. Menurutnya, tim pemadam yang siaga 24 jam berisiko tinggi mengidap gangguan pernapasan akut akibat paparan asap durasi panjang.
“Bantuan ini meminimalisir potensi gangguan kesehatan, sehingga tim dapat bekerja dengan lebih aman dan terlindungi di lapangan,” ungkapnya.
Di tempat terpisah, Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan pengejawantahan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
“Pertamina hadir tidak hanya sebagai penyedia energi nasional, tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan. Kami berharap bantuan ini mampu memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan warga dalam menanggulangi dampak asap di Kerumutan,” ujar Silvani.
Editor:Zalfirega











