MATAPEDIA6.com, LHOKSEUMAWE – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Terminal BBM Lhokseumawe menegaskan komitmennya dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Perusahaan membuktikannya lewat program Gampong Berdikari di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, yang fokus memperkuat adaptasi perubahan iklim para petambak udang vaname.
Lewat Gampong Berdikari, Pertamina melatih petambak membuat probiotik Mikroorganisme Lokal (MOL).
Langkah ini menjadi strategi memperkuat kapasitas petambak dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.
Baca juga:Diskon BBM Rp450/Liter dari Pertamina di Hari Kemerdekaan: Begini Cara Dapetinnya!
Perubahan pola cuaca yang memicu fluktuasi suhu, salinitas, dan pH air tambak kerap memicu stres, penyakit, hingga kematian udang yang menurunkan pendapatan petambak.
Pjs. Area Manager Comm., Rel & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Silvani Maiyestuhariani, menjelaskan bahwa pelatihan ini membekali petambak keterampilan mengolah limbah buah pasar menjadi probiotik MOL alami. Probiotik ini berfungsi sebagai immunostimulan untuk meningkatkan daya tahan udang.
“Probiotik MOL pada program Gampong Berdikari ini merupakan inovasi pertama di Kota Lhokseumawe yang mengoptimalkan limbah buah pasar dan diformulasikan dengan daun murbei sebagai bahan tambahan alami,” ujar Silvani dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Silvani menambahkan, program ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengubah sampah organik menjadi produk bernilai tambah. Inisiatif ini juga mendukung program unggulan Pemerintah Kota Lhokseumawe, yaitu Broh Jeut Ke Peng (sampah jadi uang).
Melalui pelatihan ini, Pertamina mendorong petambak memproduksi probiotik secara mandiri agar lepas dari ketergantungan produk komersial.
Penggunaan probiotik alami ini juga mampu menjaga kualitas air tambak, meningkatkan kesehatan udang, serta menekan risiko gagal panen.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen terus melahirkan inovasi berbasis potensi lokal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program ini turut mendukung pencapaian SDGs poin 1, 2, 8, 12, 13, dan 14 melalui penguatan ekonomi sirkular serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Editor:Zalfirega











