Pembiayaan Pindar ke UMKM Tembus Rp35,12 Triliun hingga Juni 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman tengah. Foto:OJK Kepri

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman tengah. Foto:OJK Kepri

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, JAKARTA — Industri Pinjaman Daring (Pindar) semakin memperbesar perannya sebagai sumber pendanaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan Pindar ke sektor UMKM mencapai Rp35,12 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 23,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai tersebut mencakup 33,41 persen dari total pembiayaan industri Pindar yang mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026. Di tengah ekspansi tersebut, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 tercatat 4,26 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan pertumbuhan pembiayaan UMKM menunjukkan semakin pentingnya Pindar dalam membuka akses modal bagi pelaku usaha.

“Industri Pindar memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM,” kata Agusman dalam acara Fintech Lending Days di Denpasar, Bali, Jumat (21/8/2026).

Menurut Agusman, OJK terus mendorong industri Pindar memperluas akses pembiayaan dengan tetap menjaga kualitas penyaluran.

Baca juga:HUT ke-81 RI, OJK Kepri Dorong Kredit Perbankan Perkuat Investasi dan Kesejahteraan Masyarakat

Langkah tersebut diharapkan membuat pembiayaan digital memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya kontribusi Pindar terhadap pengembangan UMKM.

Ia mendorong pemerintah dan regulator memberi ruang bagi industri tersebut untuk berkembang melalui regulasi dan ekosistem yang lebih kuat.

“Pindar punya kontribusi yang luar biasa dalam pembiayaan UMKM. Untuk itu industri ini harus diberikan ruang yang cukup untuk terus tumbuh dari sisi regulasi, pondasi hukum, serta ekosistem yang mendukung,” ujar Misbakhun.

Ia menyebut dukungan pemerintah terhadap UMKM menjadi peluang bagi industri Pindar untuk meningkatkan pembiayaan produktif. Menurut dia, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses modal bagi pelaku usaha yang membutuhkan pendanaan.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas bisnis.

Pindar, kata dia, tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan penyaluran, tetapi juga harus menjaga prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan.

“Masa depan industri ini membutuhkan kolaborasi yang lebih erat dari stakeholders seperti pemerintah, investor, perbankan, ekosistem pendukung, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya,” kata Entjik.

Gubernur Bali I Wayan Koster juga mendorong Pindar meningkatkan porsi pembiayaan produktif bagi UMKM. Menurut dia, perluasan akses modal dapat ikut menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor usaha produktif.

Fintech Lending Days turut menjadi ajang mempertemukan industri pembiayaan digital dengan pelaku usaha.

Sejumlah perusahaan Pindar menandatangani nota kesepahaman dengan pelaku UMKM. Acara tersebut juga menghadirkan pameran dan business matching untuk membuka peluang kerja sama bisnis.

Pertumbuhan pembiayaan UMKM hingga Rp35,12 triliun menunjukkan Pindar tidak lagi sekadar menjadi alternatif pendanaan, tetapi mulai mengambil porsi yang semakin besar dalam menopang kebutuhan modal sektor usaha kecil dan menengah.

 

Baca juga:HUT ke-81 RI, OJK Kepri Dorong Kredit Perbankan Perkuat Investasi dan Kesejahteraan Masyarakat

Editor:Zalfirega 

Berita Terkait

Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data
Ekonomi Batang Tumbuh 8,38 Persen, OJK Ajak ASN Ikut Jadi Investor Pasar Modal
BEI Buka IDSS, Investor Kini Bisa Cari Cuan dari Pergerakan Harga Saham Turun
Pertamina dan Pemprov Kepri Perkuat Rantai Pasok BBM-LPG di Wilayah Kepulauan
Kredit Bank Tumbuh 13,65 Persen, OJK Dorong Pembiayaan Makin Produktif hingga 2030
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo, Lebih dari 90 Persen Aset Jaringan Dialihkan ke InfraNexia
OJK Cabut Izin Credit Saison Indonesia Finance, Operasional Pembiayaan Dihentikan
Sidak Tiga SPBU di Banda Aceh Temukan Indikasi Penyelewengan BBM Bersubsidi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun, OJK Dorong Ekosistem Kredit Berbasis Data

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Ekonomi Batang Tumbuh 8,38 Persen, OJK Ajak ASN Ikut Jadi Investor Pasar Modal

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:22 WIB

BEI Buka IDSS, Investor Kini Bisa Cari Cuan dari Pergerakan Harga Saham Turun

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pertamina dan Pemprov Kepri Perkuat Rantai Pasok BBM-LPG di Wilayah Kepulauan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Kredit Bank Tumbuh 13,65 Persen, OJK Dorong Pembiayaan Makin Produktif hingga 2030

Berita Terbaru