MATAPEDIA6.com, JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperkuat kiprahnya dalam transformasi digital melalui ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta, Kamis (12/8/2026).
Telkom membawa tiga zona utama, yakni Digital Transformation Zone, AI Zone, dan Cyber Security Zone, untuk memperkenalkan berbagai solusi digital bagi kebutuhan industri.
AI Zone menjadi salah satu area yang menarik perhatian. Di zona ini, Telkom memperkenalkan AIcosystem, ekosistem kecerdasan buatan TelkomGroup yang mengintegrasikan berbagai kapabilitas dan solusi berbasis AI.
Melalui Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), Telkom menghadirkan pilar AI Hub yang berfungsi sebagai pusat pengembangan dan penyedia solusi AI untuk berbagai sektor industri. Sejumlah solusi yang diperkenalkan mencakup Omni Communication Assistant (OCA), PrivateGPT, Decision Intelligence Platform (DIP), dan AI CCTV Analytics.
Baca Juga:BP Batam Perkuat Keterbukaan Informasi Publik
Dari sejumlah solusi tersebut, OCA menjadi salah satu produk yang mendapat sorotan. Platform ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu perusahaan mengelola interaksi dengan pelanggan secara lebih terintegrasi, cepat, dan efisien.
Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan DTI-CX 2026 menjadi momentum bagi Telkom untuk menunjukkan kesiapan teknologi dalam menghadapi kebutuhan industri masa depan.
Menurut dia, kecerdasan buatan kini tidak lagi sekadar mengikuti tren teknologi. Industri membutuhkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, mendorong pertumbuhan bisnis, sekaligus membangun pengalaman digital yang lebih responsif dan berorientasi pada pelanggan.
OCA menjawab kebutuhan tersebut melalui sejumlah kapabilitas yang mendukung pengelolaan interaksi pelanggan dari awal hingga penyelesaian.
Salah satunya OCA Interaction, yang menggabungkan berbagai saluran komunikasi pelanggan dalam satu dasbor terpadu dan sistem tiket.
Melalui fitur tersebut, perusahaan dapat memantau interaksi sekaligus mengelola penyelesaian persoalan pelanggan secara lebih terstruktur. OCA juga menghadirkan fitur berbasis AI, seperti AI Reply, AI Translate, AI Enhance, dan AI Summary.
Telkom juga mengembangkan OCA Automated Interaction yang menggabungkan teknologi Generative AI dan Agentic AI.
Kapabilitas ini memungkinkan asisten virtual menjalankan proses secara mandiri dan mengambil tindakan sesuai alur kerja serta kebutuhan operasional perusahaan.
Untuk menjangkau pelanggan dalam skala besar, OCA memiliki fitur OCA Blast. Fitur ini memungkinkan perusahaan mengirim pesan secara massal kepada jutaan pelanggan secara instan dengan konten yang dapat disesuaikan.
Seluruh kapabilitas OCA juga dapat terhubung dengan sistem operasional perusahaan melalui OCA API.
Integrasi tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk menyesuaikan penggunaan OCA dengan kebutuhan bisnis masing-masing.
Melalui DTI-CX 2026, Telkom menegaskan komitmennya menghadirkan solusi digital yang membantu industri meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan kualitas pengalaman pelanggan.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat transformasi Telkom dalam membangun ekosistem digital yang adaptif dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan industri.
Baca juga:Transformasi Telkom Mulai Berbuah, InfraNexia Raup Pendapatan Rp7,7 Triliun di Semester I 2026
Editor:Zalfirega










