APBD Perubahan Batam 2026 Didorong Fokus ke Manfaat Warga

Rabu, 2 September 2026 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan hal itu saat memberikan tanggapan dan jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum delapan fraksi DPRD Kota Batam terhadap Ranperda Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna, Rabu (2/9/2026). Foto:Istimewa

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan hal itu saat memberikan tanggapan dan jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum delapan fraksi DPRD Kota Batam terhadap Ranperda Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna, Rabu (2/9/2026). Foto:Istimewa

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM– Pemerintah Kota Batam mengubah arah pembahasan APBD 2026. Perubahan anggaran tidak cukup berhenti pada pergeseran angka, tetapi harus menghasilkan program yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan hal itu saat memberikan tanggapan dan jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum delapan fraksi DPRD Kota Batam terhadap Ranperda Perubahan APBD 2026 dalam rapat paripurna, Rabu (2/9/2026).

Amsakar mengatakan pemerintah daerah akan mengukur keberhasilan anggaran dari dampak program, bukan semata-mata dari tingkat serapan.

“Ukuran keberhasilan anggaran bukan hanya berapa besar yang kita belanjakan, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap perubahan anggaran harus punya arah, target dan hasil yang jelas,” kata Amsakar.

Arah tersebut terlihat dari penguatan sejumlah pos belanja. Belanja modal untuk jalan, jaringan, dan irigasi naik 20,98 persen. Pemerintah mengarahkan tambahan anggaran itu untuk memperkuat infrastruktur sekaligus menangani persoalan banjir, persampahan, keselamatan lalu lintas, dan transportasi publik.

Pemko Batam juga ingin pembangunan tidak terkonsentrasi di kawasan perkotaan. Infrastruktur di wilayah hinterland menjadi bagian dari kebijakan untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pelayanan antarwilayah.

Untuk banjir, pemerintah menerapkan pendekatan terpadu dengan memperhitungkan kondisi jalan, drainase, permukiman, kawasan industri, tata ruang, dan lingkungan. Sementara pada sektor persampahan, anggaran menopang pengangkutan, penyediaan kendaraan dan alat berat hingga pembangunan bak lindi.

Di sisi pelayanan dasar, perubahan APBD juga diarahkan pada pendidikan dan kesehatan. Anggaran pendidikan tidak hanya mengejar pemenuhan persentase belanja, tetapi juga memperluas akses, pemerataan, dan mutu layanan.

Kebijakan serupa berlaku pada Universal Health Coverage (UHC). Pemko Batam menilai cakupan kepesertaan harus berjalan bersama kemudahan akses, ketersediaan tenaga kesehatan, obat, alat kesehatan, dan peningkatan mutu pelayanan.

Baca juga:Amsakar Minta Pemko-BP Batam Kawal Pembangunan Bersama

Perlindungan sosial turut mendapat perhatian melalui beasiswa, sarana pendidikan, pelatihan tenaga kerja, jaminan kesehatan bagi pekerja rentan, serta bantuan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

PAD Dikejar, Belanja Diminta Tepat Sasaran

Di sisi pendapatan, Pemko Batam menaikkan target pajak daerah 7,21 persen. Pemerintah mengandalkan optimalisasi pendataan objek pajak, pemutakhiran basis data, digitalisasi pembayaran, peningkatan kepatuhan, penagihan piutang, dan pengawasan.

Sejumlah sumber penerimaan juga dibidik, termasuk piutang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), objek pajak baru, reklame videotron, serta intensifikasi sejumlah sektor.

Namun, Amsakar mengingatkan peningkatan penerimaan tetap harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Pemerintah juga menekan belanja pegawai sebesar 1,46 persen. Sebaliknya, belanja barang dan jasa meningkat untuk menopang kebutuhan pelayanan, antara lain persampahan, kesehatan, keselamatan lalu lintas, dan operasional Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Masukan delapan fraksi DPRD, termasuk soal belanja seremonial, menjadi bahan evaluasi pemerintah agar ruang fiskal lebih banyak diarahkan ke program yang memberi manfaat langsung.

Amsakar menegaskan tingginya serapan anggaran tidak boleh menjadi ukuran tunggal keberhasilan pemerintah.

Investasi Daerah Juga Dievaluasi

Perubahan APBD 2026 turut memuat rencana pengeluaran pembiayaan Rp20 miliar untuk penambahan penyertaan modal Pemko Batam pada Bank Riau Kepri Syariah.

Rencana tersebut akan dikaji berdasarkan kelayakan, manfaat ekonomi, target kinerja atau dividen, serta risiko investasi.

Evaluasi menjadi penting karena hasil pengelolaan kekayaan daerah turun 22,07 persen. Penurunan itu antara lain berkaitan dengan berkurangnya dividen Bank Riau Kepri Syariah akibat penurunan laba tahun buku 2025 serta berkurangnya porsi kepemilikan saham Pemko Batam.

Karena itu, pemerintah daerah akan mengevaluasi investasi agar setiap penyertaan modal memberikan hasil yang sepadan bagi daerah.

Pada saat yang sama, Pemko Batam mendorong pengelolaan PAD berbasis digital. Integrasi data dari pendataan potensi, pemantauan transaksi, hingga pembayaran pajak dan retribusi secara elektronik ditujukan untuk mempercepat layanan sekaligus memperkuat transparansi.

Kebijakan ekonomi dalam perubahan APBD juga diarahkan pada penciptaan peluang usaha dan lapangan kerja. UMKM mendapat dukungan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, akses permodalan, pemasaran, dan digitalisasi.

Pemerintah juga mengaitkan investasi dengan penciptaan lapangan kerja dan kesempatan usaha. Pelatihan, pendidikan vokasi, serta sertifikasi kompetensi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja Batam.

Seluruh pandangan delapan fraksi DPRD selanjutnya menjadi bahan pembahasan untuk menyempurnakan Ranperda Perubahan APBD 2026. Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah akan melakukan pendalaman teknis dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Amsakar menegaskan pembahasan anggaran harus tetap berpegang pada efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

“Yang terpenting, kita ingin setiap kebijakan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat yang dapat dirasakan secara nyata,” ujar Amsakar.

 

Baca juga:SMAN 17 Batam Gelar Maulid Nabi: Perkuat Pembinaan Karakter dan Budi Pekerti Siswa

Editor:Miezon

 

Berita Terkait

Iman Sutiawan: Kritik Blackout Boleh, Jangan Sampai Jadi Provokasi yang Merugikan Batam
BP Batam Buka Konsultasi Perizinan OSS, Lebih dari 100 Perusahaan Ikut
Ketum LAM Batam Ajak Warga Jaga Persaudaraan di Tengah Krisis Listrik, Jerebu, dan Air Bersih
Blackout Batam dan Bintan Picu Kerugian Rp57,3 Miliar, Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka
Pangdam XXV SMR Mayjen TNI Rionardo Mulai Bertugas di Batam, Perkuat Pengamanan Perbatasan
Malaysia Masuk 5 Besar Investor Batam, Rute Penang Buka Peluang Bisnis Baru
Polda Kepri Sambangi Warga Sekitar TPA Punggur, Salurkan Bantuan Sosial
115 Karateka dari 7 Dojo di Kepri Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk Wadokai di Batam

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Iman Sutiawan: Kritik Blackout Boleh, Jangan Sampai Jadi Provokasi yang Merugikan Batam

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:13 WIB

BP Batam Buka Konsultasi Perizinan OSS, Lebih dari 100 Perusahaan Ikut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Ketum LAM Batam Ajak Warga Jaga Persaudaraan di Tengah Krisis Listrik, Jerebu, dan Air Bersih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Blackout Batam dan Bintan Picu Kerugian Rp57,3 Miliar, Bareskrim Tetapkan Lima Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Pangdam XXV SMR Mayjen TNI Rionardo Mulai Bertugas di Batam, Perkuat Pengamanan Perbatasan

Berita Terbaru