MATAPEDIA6.com, BATAM —Kebutuhan pasokan pangan Kota Batam membuka peluang kerja sama yang lebih erat dengan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
DPRD Kota Batam mendorong agar potensi pertanian Tanah Datar dapat diperkuat menjadi bagian dari rantai pasok pangan Batam secara berkelanjutan.
Peluang tersebut mengemuka saat Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin bersama sejumlah anggota DPRD dan Sekretaris DPRD menerima kunjungan kerja Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tanah Datar di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Kota Batam, Senin (21/9/2026) siang.
Rombongan Tanah Datar dipimpin Bupati Tanah Datar Eka Putra SE MM bersama Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra SE MM. Hadir pula Kajari Tanah Datar Ryan Palasi SH MH, Kapolres Tanah Datar AKBP Marwan Fajrin SIK MIK, Dandim 0307/Tanah Datar Letko Arm Hendriyana SSos MM, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
Dari DPRD Kota Batam, Kamaluddin didampingi Ketua Fraksi Partai NasDem Rival Pribadi Ketua Fraksi Partai Gerindra Haji Ahmad Surya Ketua Fraksi PAN-Demokrat-PPP Buya Safari Ramadhan, anggota Fraksi Partai NasDem Arlon Veristo serta Sekretaris DPRD Kota Batam Dr Ridwan Afandi SSTP MEng.
Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda kunjungan kerja. Kedua daerah membahas peluang memperkuat hubungan ekonomi, terutama kebutuhan pangan Batam yang dapat dipasok dari daerah penghasil seperti Tanah Datar.
Bupati Tanah Datar Eka Putra memaparkan potensi daerahnya yang memiliki sektor pertanian cukup kuat. Beras, sayur-sayuran, telur, dan berbagai komoditas pangan lainnya menjadi produk yang dapat mendukung kebutuhan daerah tujuan pemasaran, termasuk Batam.
Menurut Eka Putra, sejumlah komoditas dari Tanah Datar selama ini juga masuk dalam rantai pasok kebutuhan masyarakat Batam. Karena itu, ia melihat peluang untuk memperkuat kerja sama agar distribusi komoditas pangan dari Tanah Datar ke Batam dapat berlangsung lebih baik dan berkelanjutan.
“Kami juga ingin dapat berdiskusi mengenai peningkatan PAD,” kata Eka Putra.
Baca juga:Video: Bupati Tanah Datar Temui IKTD Batam, Arlon Veristo Tegaskan Komitmen Perantau
Bagi Batam, penguatan kerja sama tersebut menjadi penting karena karakter wilayahnya berbeda dengan Tanah Datar. Sebagai kota industri dan perdagangan, Batam memiliki kebutuhan pangan yang besar, sementara kemampuan produksi pertanian lokal masih terbatas.
Kamaluddin mengatakan kondisi tersebut membuat Batam membutuhkan dukungan pasokan dari daerah penghasil pangan di luar Batam.
“Memang perlu ada kerja sama Tanah Datar-Batam, dan kami dengar sudah ada komunikasi dengan Walikota Batam. Tentu ini kami support mengingat Batam sangat membutuhkan supply bahan pokok dari daerah sekitar,” tegas Kamaluddin.
Ia menyebut produksi pertanian di Batam belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara mandiri.
“Di sini hampir tak ada pertanian, hanya ada sedikit sekali dan tidak mencukupi. Jadi, kami sangat dukung kerja sama antardaerah ini dalam rangka pasokan bahan pokok,” lanjutnya.
Kamaluddin menilai kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua daerah. Batam memperoleh akses pasokan pangan, sementara Tanah Datar mendapatkan peluang pasar yang lebih jelas bagi komoditas pertanian dan peternakannya.
Artinya, kerja sama tidak berhenti pada persoalan distribusi barang, tetapi juga dapat membangun hubungan ekonomi yang saling menguntungkan antara daerah penghasil dan daerah konsumen.
Selain sektor pangan, Eka Putra juga membuka peluang pembahasan kerja sama di bidang lain yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra turut mendorong agar komunikasi kedua daerah tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Ia mengundang pimpinan dan anggota DPRD Kota Batam melakukan kunjungan balasan ke Tanah Datar.
“Kami mengundang pimpinan dan anggota DPRD Kota Batam untuk berkunjung ke Tanah Datar. Mudah-mudahan dari komunikasi ini dapat terjalin kerja sama dalam berbagai hal ke depan,” ujarnya.
Kamaluddin menyambut baik undangan tersebut. Ia menilai kunjungan balasan dapat menjadi langkah lanjutan untuk membahas potensi kerja sama secara lebih konkret.
Dengan kebutuhan pangan Batam yang terus berkembang dan potensi produksi Tanah Datar yang cukup beragam, komunikasi antarkedua daerah membuka ruang kerja sama yang lebih luas.
Pemerintah daerah dan DPRD dari kedua wilayah diharapkan dapat memperkuat koordinasi agar potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kerja sama yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Pertemuan kemudian ditutup dengan tukar-menukar cinderamata dan foto bersama sebagai simbol hubungan baik serta komitmen kedua daerah untuk melanjutkan komunikasi dan menjajaki kerja sama di berbagai sektor.
Baca juga:Ketua IKTD Batam 2004–2009 H. Isnur Fauzi Wafat, H. Arlon Veristo Kenang Sosok Pemersatu Perantau
Editor:Zalfirega











