MATAPEDIA6.com, BATAM— Arus investasi terus masuk ke Batam. Di tengah geliat ekonomi tersebut, Pemerintah Kota Batam masih menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan pertumbuhan itu ikut dirasakan masyarakat, terutama melalui lapangan kerja, penguatan UMKM, pengendalian banjir, dan pemenuhan kebutuhan air bersih.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad, mengatakan investasi menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Batam. Sejumlah negara, termasuk Singapura, Amerika Serikat, dan Australia, turut menanamkan modal di kota industri tersebut.
Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), nilai investasi Batam kini mendekati Rp30 triliun. Sementara berdasarkan perhitungan bottom-up nilainya hampir mencapai Rp40 triliun.
“Ini menunjukkan Batam menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional,” kata Amsakar dilansir dari laman media center, Senin (28/9/2026).
Baca juga:Video: Sekolah Terintegrasi Merah Putih Dibangun di Rempang, Siapkan SDM untuk Industri Masa Depan
Namun, Amsakar tidak hanya menyoroti angka investasi. Pemerintah Kota Batam juga menjalankan 15 program prioritas untuk memperkuat manfaat pembangunan bagi masyarakat. Dari jumlah tersebut, 13 program disebut telah terealisasi dengan baik.
Program itu antara lain pemberian seragam sekolah, peningkatan insentif atau bantuan bagi lansia secara bertahap, serta penyediaan pinjaman modal usaha tanpa bunga bagi pelaku UMKM.
Untuk memperluas akses pembiayaan, Pemko Batam menggandeng lima perbankan dalam penyaluran pinjaman modal usaha tanpa bunga. Kebijakan tersebut diarahkan agar pelaku UMKM memiliki akses modal untuk mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga pinjaman.
Pemko Batam juga mendorong agar pertumbuhan ekonomi beriringan dengan peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman dengan 30 perusahaan di Batam. Melalui kerja sama tersebut, perusahaan diminta menyediakan kuota minimal 20 persen bagi tenaga kerja lokal.
Kebijakan itu menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja masyarakat Batam di tengah pertumbuhan investasi.
Di sisi lain, pemerintah masih harus menyelesaikan persoalan yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari warga, terutama banjir dan ketersediaan air bersih.
Amsakar mengatakan Pemko Batam terus mematangkan berbagai langkah untuk menghasilkan solusi jangka panjang terhadap dua persoalan tersebut.
“Kita terus berproses mematangkan solusi jangka panjang, terutama untuk isu strategis seperti penanganan banjir dan optimalisasi pasokan air bersih demi kenyamanan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Selain ekonomi dan infrastruktur, Amsakar menekankan pentingnya kesiapan aparatur pemerintahan hingga tingkat kewilayahan. Ia meminta camat, sekretaris camat, dan lurah menjaga disiplin serta kekompakan dalam menjalankan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, keselarasan aparatur di tingkat kewilayahan menjadi bagian penting agar kebijakan pemerintah dapat berjalan efektif dan pelayanan publik tetap optimal.
Dengan investasi yang terus bergerak dan berbagai program prioritas yang berjalan, pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memastikan pertumbuhan Batam tidak berhenti pada angka investasi.
Pembangunan juga harus menjawab kebutuhan dasar masyarakat, membuka lebih banyak kesempatan kerja, serta memperkuat ekonomi warga melalui UMKM.
Baca juga:Krisis Air Batam Meluas, Warga Keluhkan Air Mati Berhari-hari dan Tarif Naik
Editor:Zalfirega










