Pertamina Dukung Ekonomi Sirkular di Danau Toba, 2–5 Ton Eceng Gondok Diolah Jadi Pupuk Kompos

Minggu, 1 November 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina menyalurkan satu unit kapal pembersih eceng gondok serta 3.000 bibit pohon pinus kepada Yayasan Jadilah Terang Danau Toba selaku pengelola Bukit Sibea-Bea, Jumat (30/10/2026). Foto:Istimewa

Pertamina menyalurkan satu unit kapal pembersih eceng gondok serta 3.000 bibit pohon pinus kepada Yayasan Jadilah Terang Danau Toba selaku pengelola Bukit Sibea-Bea, Jumat (30/10/2026). Foto:Istimewa

66 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, SAMOSIR — Tumpukan eceng gondok di perairan Danau Toba tidak hanya menjadi persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi untuk dimanfaatkan kembali.

Melalui bantuan kapal pembersih dan 3.000 bibit pohon pinus, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mendorong pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular di kawasan Bukit Sibea-Bea, Kabupaten Samosir.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut menyasar dua persoalan sekaligus, yakni penanganan eceng gondok di perairan Danau Toba dan penghijauan kawasan wisata.

Pertamina menyalurkan satu unit kapal pembersih eceng gondok serta 3.000 bibit pohon pinus kepada Yayasan Jadilah Terang Danau Toba selaku pengelola Bukit Sibea-Bea, Jumat (30/10/2026).

Bantuan ini tidak sekadar mendukung kegiatan kebersihan lingkungan. Pengelola juga akan memanfaatkan eceng gondok yang terkumpul sebagai bahan baku pupuk kompos untuk tanaman di sekitar Bukit Sibea-Bea.

Kepala Pengawas Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, Armend Situmorang, mengatakan kapal bantuan tersebut memungkinkan pihaknya mengangkat sekitar 2 hingga 5 ton eceng gondok dari perairan Danau Toba.

Setelah dikumpulkan, eceng gondok akan melalui proses pengolahan hingga menjadi pupuk kompos. Menurut Armend, proses tersebut membutuhkan waktu sekitar satu bulan sebelum pupuk siap digunakan untuk menyuburkan tanaman.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keberlanjutan pelaksanaan program pelestarian lingkungan, terutama bantuan kapal untuk membersihkan perairan Danau Toba dari eceng gondok. Melalui kapal ini, kami dapat membersihkan 2 hingga 5 ton eceng gondok untuk kemudian diolah menjadi pupuk bagi tanaman di sekitar kawasan Bukit Sibea-Bea,” ujar Armend.

Baca juga:Jangkau 5 Wilayah di Kepulauan Nias, Pertamina Perkuat Distribusi BBM Jelang Nataru

Ia menambahkan, pemanfaatan eceng gondok sebagai pupuk juga membantu yayasan menekan biaya operasional pemeliharaan tanaman. Dengan demikian, kegiatan pembersihan perairan dapat menghasilkan manfaat lanjutan bagi penghijauan kawasan.

Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Silvani Maiyestuhariani, menjelaskan bantuan kapal tersebut diharapkan mendukung pembersihan eceng gondok secara rutin dan berkelanjutan.

Pertamina juga mendorong agar hasil pembersihan tidak terbuang percuma, melainkan diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan 3.000 bibit pohon pinus yang disalurkan kepada yayasan.

“Melalui bantuan kapal ini, kami berharap kegiatan pembersihan perairan dari eceng gondok dapat berjalan secara rutin dan berkelanjutan. Eceng gondok yang terkumpul selanjutnya dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman di sekitar Bukit Sibea-Bea,” kata Silvani.

Dari sisi pengelolaan kawasan, Camat Harian Hartopo MH Manik mengapresiasi dukungan Pertamina dan Yayasan Jadilah Terang Danau Toba.

Menurut dia, program tersebut membantu masyarakat menjaga kebersihan perairan sekaligus memperkuat penghijauan di sekitar kawasan Danau Toba.

Ia menilai kolaborasi antara perusahaan, yayasan, pemerintah, dan masyarakat penting untuk mempertahankan kelestarian lingkungan sekaligus menjaga daya tarik Danau Toba sebagai salah satu destinasi unggulan Sumatera Utara.

Bukit Sibea-Bea sendiri dikenal sebagai destinasi wisata religi yang juga menawarkan panorama alam Danau Toba.

Karena itu, kebersihan perairan dan kelestarian vegetasi di sekitarnya menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan dan daya tarik kawasan wisata tersebut.

Melalui program TJSL ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berupaya mendorong inovasi pengelolaan lingkungan yang memanfaatkan potensi lokal.

Program tersebut juga diharapkan memberi nilai tambah bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah tanaman air menjadi produk yang berguna.

Inisiatif ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, tujuan ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim, serta tujuan ke-14 tentang ekosistem perairan.

Dengan menghubungkan pembersihan Danau Toba, produksi pupuk kompos, dan penghijauan, program ini diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berkembang menjadi kegiatan pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan kawasan wisata.

 

Baca juga:Pertamina Ganti 12 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Karimun, 25 Ribu Tabung Layak Edar Disalurkan

Editor:Zalfirega

 

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:24 WIB

Pertamina Dukung Ekonomi Sirkular di Danau Toba, 2–5 Ton Eceng Gondok Diolah Jadi Pupuk Kompos

Berita Terbaru