MATAPEDIA6.com, BATAM– Kepemimpinan Amsakar Achmad bersama Li Claudia Chandra langsung tancap gas. Dalam satu tahun sejak Februari 2025, keduanya mendorong lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga laju ekonomi Batam tetap stabil di tengah tekanan global.
Pemerintah mencatat PAD Batam sepanjang 2025 menembus Rp2,36 triliun. Angka ini melonjak dari Rp1,78 triliun pada 2024 atau naik sekitar 32 persen.
Kenaikan tersebut ikut mengerek total pendapatan daerah menjadi Rp4,29 triliun, dari sebelumnya Rp3,7 triliun. Tambahan pendapatan mencapai Rp331,24 miliar.
Amsakar–Li Claudia mengoptimalkan sumber penerimaan daerah. Mereka memperkuat sektor pajak dan retribusi, memaksimalkan pengelolaan aset, serta menggenjot sumber pendapatan sah lainnya.
Langkah ini mempertegas kemampuan Batam membiayai pembangunan secara mandiri sekaligus memperkuat fondasi fiskal daerah.
“Capaian ini lahir dari sinergi seluruh komponen daerah dalam mempercepat daya saing Batam sebagai kota madani yang inovatif,” kata Amsakar dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Di saat bersamaan, keduanya juga menjaga ritme pertumbuhan ekonomi. Batam mencatat pertumbuhan 6,76 persen (year-on-year) pada 2025, naik tipis dari 6,69 persen pada tahun sebelumnya.
Tren ini menempatkan Batam tetap sebagai lokomotif ekonomi Provinsi Kepulauan Riau dalam lima tahun terakhir.
Kepercayaan pelaku usaha pun menguat. Stabilitas kebijakan dan akselerasi pembangunan dinilai mampu memberi kepastian bagi dunia usaha.
Amsakar menegaskan, tantangan ke depan tidak ringan. Dinamika ekonomi global dan tuntutan masyarakat terus meningkat.
“Saya dan Bu Li Claudia optimistis Batam akan terus tumbuh. Kami butuh masukan dan kritik konstruktif agar akselerasi pembangunan semakin cepat,” ujarnya.
Baca juga:Ratusan Warga Tanjunguncang Desak Pertanggungjawaban PT Yin Baa Steel atas Kematian Petugas Keamanan
Editor:Redaksi



















