Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Investasi Riil Lampaui Target 15 Persen

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia saat RDP dengan DPR RI beberapa hari lalu. Foto:Humas BP

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia saat RDP dengan DPR RI beberapa hari lalu. Foto:Humas BP

MATAPEDIA6.com, BATAM – Di tengah selektivitas modal global dan penataan ulang rantai pasok internasional, Batam justru melaju. Sepanjang 2025, kawasan industri ini mencatat realisasi investasi riil Rp69,30 triliun, melampaui target Rp60 triliun atau sekitar 15 persen di atas sasaran.

Capaian tersebut menegaskan Batam sebagai salah satu kawasan dengan eksekusi investasi industri paling solid di Indonesia, bukan sekadar unggul di atas kertas.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menyatakan lonjakan investasi mencerminkan penguatan fundamental ekonomi kawasan. Menurutnya, pertumbuhan tidak hanya berasal dari proyek baru, tetapi dari ekspansi nyata dan pendalaman kapasitas industri yang telah beroperasi.

Baca juga:Mendes Yandri Minta Bupati Gali Potensi Desa, Siap Kucurkan Bantuan dari Pembinaan hingga Pemasaran

“Yang terlihat adalah uang yang benar-benar bekerja di lapangan, bukan rencana,” kata Amsakar, Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, percepatan realisasi pada paruh kedua 2025 menandai meningkatnya belanja modal industri. Batam kini memasuki fase capital deepening yang langsung mendorong produktivitas dan memperkuat daya saing kawasan.

Dari sisi struktur, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Candra menilai komposisi investasi Batam semakin matang. Sepanjang 2025, Singapura tetap menjadi investor terbesar, disusul Taiwan, RRT, Malaysia, Hongkong (RRT), Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Swiss, dan Perancis.

Menurutnya, peta tersebut menunjukkan Batam semakin terkoneksi dengan jaringan manufaktur dan logistik regional serta global, sekaligus terkonsentrasi pada sektor-sektor produktif penopang industri inti.

“Struktur investasi ini memperlihatkan integrasi Batam yang semakin dalam pada rantai pasok regional dan global,” ujarnya.

Penguatan struktur itu juga ditopang lonjakan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis menyebut realisasi investasi Batam secara nasional mencapai Rp44,01 triliun, melampaui target Rp36,99 triliun atau 118,97 persen.

Secara tahunan, PMDN melonjak 125,90 persen dari Rp8,16 triliun pada 2024 menjadi Rp18,43 triliun pada 2025. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) juga meningkat hingga Rp25,58 triliun.

“Lonjakan PMDN mencerminkan kepercayaan investor domestik dan kuatnya reinvestasi pelaku usaha nasional di tengah volatilitas global,” kata Fary.

Capaian tersebut hadir saat banyak ekonomi global menghadapi pengetatan likuiditas dan disrupsi rantai pasok. Dalam kondisi itu, Batam mampu mempertahankan momentum karena efisiensi biaya produksi, kedekatan dengan pasar regional, serta infrastruktur industri yang matang.

BP Batam menegaskan, realisasi investasi yang dicatat bukan sekadar komitmen administratif, melainkan aset produktif yang benar-benar beroperasi—mulai dari mesin, peralatan industri, hingga fasilitas produksi.

Pendekatan ini memberi gambaran utuh tentang pembentukan kapasitas ekonomi Batam. Hingga akhir 2025, realisasi investasi naik signifikan dari Rp54,7 triliun pada triwulan III menjadi Rp69,30 triliun, mengukuhkan pertumbuhan yang bukan hanya besar secara angka, tetapi juga berkualitas dan berdampak nyata bagi struktur industri kawasan.

Baca juga:Truk Tanah Terguling di Taman Baloi Lumpuhkan Lalu Lintas hingga Dua Jam, Ternyata Tak Pernah Uji KIR

 

Berita Terkait

Telkom Raup Rp113,5 Triliun hingga September 2026, Empat Segmen Bisnis Tumbuh
Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi
Investasi Batam Capai Rp59,73 Triliun, BP Batam Apresiasi Kontribusi 19 Kategori Investor
Jangkau 5 Wilayah di Kepulauan Nias, Pertamina Perkuat Distribusi BBM Jelang Nataru
Arus Barang dan Penumpang Meningkat, Pelabuhan Batam Perkuat Posisi Jalur Logistik Internasional
BP Batam Gandeng Wiraraja Kembangkan Kawasan Industri Hijau di Galang, Targetkan Ribuan Tenaga Kerja
RUPSLB BEI Setujui Dividen Khusus Rp1,564 Triliun dan Anggaran 2027
TelkomGroup Siapkan 4 Teknologi Digital, dari AI hingga Marketplace UMKM

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:18 WIB

Telkom Raup Rp113,5 Triliun hingga September 2026, Empat Segmen Bisnis Tumbuh

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Investasi Bukan Sekadar Cari Cuan, BEI Dorong Investor Lebih Tangguh Hadapi Fluktuasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Investasi Batam Capai Rp59,73 Triliun, BP Batam Apresiasi Kontribusi 19 Kategori Investor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

Jangkau 5 Wilayah di Kepulauan Nias, Pertamina Perkuat Distribusi BBM Jelang Nataru

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Arus Barang dan Penumpang Meningkat, Pelabuhan Batam Perkuat Posisi Jalur Logistik Internasional

Berita Terbaru