BP Batam Tegas Soal Regulasi Investasi!Ingatkan Pelaku Usaha Patuhi Aturan dan Perizinan 

Senin, 10 November 2025 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra saat konferensi pers di kantor BP Batam, Senin (10/11/2025). Foto:DN/matapedia

Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra saat konferensi pers di kantor BP Batam, Senin (10/11/2025). Foto:DN/matapedia

MATAPEDIA6.com, BATAM — Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pembangunan tanpa izin. Lembaga pengelola kawasan strategis itu menempatkan kepastian hukum dan tata ruang sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Batam.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad, menegaskan, langkah pengawasan di lapangan bukan sekadar formalitas, tapi bentuk nyata penegakan aturan.

“Kami ingin memastikan seluruh pembangunan di Batam, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha, benar-benar taat hukum. Ini bukan untuk menghambat investasi, tapi meluruskan arah agar pertumbuhan Batam tidak liar dan merusak tata ruang,” kata Amsakar didampingi Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra di Lantai 8 Kantor BP Batam, Senin (10/11/2025).

BP Batam, kata dia, turun langsung mengawasi proyek-proyek yang berjalan, termasuk yang menyalahi izin. Langkah ini diambil menyusul temuan sejumlah pembangunan yang tidak memiliki dokumen lengkap, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) PKKPR dan izin lingkungan.

Salah satu proyek yang sempat disorot adalah pembangunan Hotel M di Batam. Proyek tersebut dihentikan sementara karena belum memenuhi syarat perizinan.

Baca juga:PMDN Kian Dominan, BP Batam dan Apindo Bedah Tantangan Investasi di Batam

Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto mengungkapkan, tim menemukan pembangunan telah berjalan hanya dengan gambar perencanaan tanpa dokumen legal.

“Belum ada izin lingkungan, PKKPR, maupun PBG. Kami hentikan sementara, bukan untuk mematikan usaha, tapi agar prosesnya kembali ke jalur yang benar,” ujar Mouris.

Meski begitu, BP Batam tetap melakukan pendampingan agar pembangunan tidak menimbulkan dampak lingkungan. Pengembang diwajibkan memperbaiki drainase, melindungi struktur bangunan dari korosi, dan mencegah kerusakan lingkungan sekitar.

Senada, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam Azril Apriansyah menambahkan, semua pengurusan perizinan kini berbasis Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG) milik Kementerian PUPR.

“Seluruh dokumen—dari legalitas lahan, izin lingkungan hingga gambar teknis—harus diunggah secara digital. Prosesnya transparan, bisa dilacak, dan terintegrasi dengan BPN serta lembaga lingkungan,” kata Azril.

Lewat sistem ini, lanjut Azril, evaluasi dilakukan oleh Tim Penilai Ahli (TPA) bukan pejabat semata, sehingga keputusan bersandar pada kajian teknis, bukan lobi.

Dengan posisi Batam sebagai kawasan ekonomi nasional dan magnet investasi, Amsakar menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan tata kelola hukum.

“Kami ingin Batam tumbuh dengan tertib, tidak semrawut. Kepatuhan pada izin bukan beban, tapi jaminan bagi semua pihak: pengusaha, masyarakat, dan pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan, BP Batam akan terus memperkuat sistem pengawasan berbasis data dan memperluas layanan digital lintas instansi agar perizinan lebih cepat dan transparan.

Langkah tegas BP Batam ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha: pemerintah hadir untuk menciptakan lapangan investasi yang tertib, aman, dan berkeadilan.

Batam tak lagi hanya menjual lahan dan lokasi strategis, tapi juga menawarkan kepastian hukum—modal utama bagi investor modern.

Dengan tata kelola pembangunan yang bersih, pengawasan ketat, dan integrasi sistem digital, Batam meneguhkan posisinya sebagai motor ekonomi barat Indonesia yang tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan dan hukum.

Baca juga:Amsakar Achmad Raih Penghargaan Inspiring Professional & Leadership Award

 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital
Ranperda PSU Perumahan Ditunda, DPRD DPRD Kota Batam Butuh Pembahasan Lebih Matang
Pastikan Arus Mudik Lancar, Wali Kota Batam Amsakar-Li Claudia Tinjau Terminal Domestik Sekupang

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:17 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:01 WIB

Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026

Berita Terbaru