Buruh Demo di PT ASL Shipyard Batam, Desak Penegakan K3 dan Tolak Sistem Outsourcing

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa buruh bentangkan spanduk di depan pintu masuk PT ASL Shipyard Tanjunguncang saat melakukan unjukrasa, Rabu (22/10/2025)  Matapedia6.com/Zalfirega

Massa buruh bentangkan spanduk di depan pintu masuk PT ASL Shipyard Tanjunguncang saat melakukan unjukrasa, Rabu (22/10/2025) Matapedia6.com/Zalfirega

MATAPEDIA6.com, BATAM – Ratusan buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam gelar aksi unjuk rasa di depan PT ASL Shipyard Indonesia. Buruh menuntut penegakan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta menolak sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja.

Massa aksi datang dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan berbagai tuntutan dan menyuarakan aspirasi mereka di pintu masuk PT ASL Shipyard, Rabu (22/10/2025).

Aksi ini merupakan buntut dari tragedi ledakan kapal Federal II milik PT ASL Shipyard yang terjadi pada Rabu (15/10/2025) lalu, menewaskan 13 pekerja di lokasi kejadian.

Ketua PC SPL FSPMI Kota Batam, Suprapto, menyebut aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan dan desakan moral agar pemerintah tidak tinggal diam atas pelanggaran keselamatan kerja di industri galangan kapal.

“Ini bukan semata aksi solidaritas, tapi bentuk keprihatinan mendalam. Kami minta aparat benar-benar menindak perusahaan yang lalai terhadap K3,” kata Suprapto.

Baca juga: Kapal Federal II Meledak Tewaskan 13 Pekerja, Ribuan Buruh Batam akan Demo di PT ASL Shipyard dan PT Caterpillar

Suprapto mengatakan kecelakaan kerja bukan soal santunan setelah kejadian. Nyawa manusia tidak bisa diganti uang.

“Kami ingin ada langkah nyata agar tragedi seperti ini tidak terulang,” kata Suprapto.

Suprapto juga mendesak agar aktivitas produksi di PT ASL dihentikan sementara selama proses investigasi berlangsung.

“Kalau perlu, hentikan dulu semua kegiatan sampai investigasi tuntas. Jangan biarkan kecelakaan kerja jadi rutinitas tahunan,” tegas Suprapto.

Sementara Ketua Konsulat FSPMI Cabang Batam, Yapet Ramon, menambahkan kasus serupa sudah beberapa kali terjadi di galangan kapal Batam.

Yafet mendesak pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan serikat buruh.

“Kejadian seperti ini bukan pertama kali. Pemerintah harus membentuk tim investigasi bersama agar hasilnya transparan dan bisa mencegah kejadian serupa di masa depan,” kata Yapet.

Baca juga: Tragedi Kapal Terbakar di PT ASL Batam: Korban Tewas Bertambah Jadi 13, Dua Pasien Tak Tertolong Usai Berjuang di ICU

Aksi buruh ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Batam, terutama karena menyoroti isu keselamatan kerja yang selama ini dianggap sering diabaikan di sektor industri padat karya.

Para pekerja berharap, tragedi di PT ASL Shipyard menjadi momentum perubahan nyata dalam penegakan K3 dan perlindungan tenaga kerja di Batam.

Penulis: Luci ||Editor: Zalfirega

Berita Terkait

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak
Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas
Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR
Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026
Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Polda Kepri Kawal Pemulangan 133 WNI Deportasi dari Malaysia
Polda DIY Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus
Dirut BEI Mundur, Tanggung Jawab atas Gejolak IHSG Dua Hari Beruntun

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:36 WIB

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:55 WIB

Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:01 WIB

Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:38 WIB

Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:57 WIB

Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Berita Terbaru