Diduga Tertekan Utang, Pria di Batuaji Ditemukan Gantung Diri

Jumat, 11 Juli 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi melakukan olah TKP. Foto:dok/Ist

Polisi melakukan olah TKP. Foto:dok/Ist

MATAPEDIA6.com, BATAM– Unit Reskrim Polsek Batu Aji tengah menyelidiki kematian pria berinisial EJS (28), yang ditemukan tewas tergantung di dapur rumahnya di Perumahan Rindang Garden, Blok A4 RT 05/RW 27, Kelurahan Buliang, Batuaji, Kamis (10/7) pagi.

Petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Meski demikian, polisi tetap membawa jenazah ke RS Mutiara Aini untuk menjalani visum guna memastikan penyebab kematian.

Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang melalui Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, menjelaskan bahwa penyelidikan awal mengarah pada dugaan tekanan mental akibat utang. Dari ponsel korban, polisi menemukan sejumlah komunikasi dengan beberapa penagih utang.

“Dari hasil pemeriksaan di ponsel korban menunjukkan korban sempat ditekan untuk melunasi pinjaman online. Korban bekerja di perusahaan leasing,” ujar Andi kepada wartawan di ruangannya, Jumat (11/7/2025).

Sebelum kejadian, kata Iptu Andi, istri korban mengaku sempat menerima telepon dari seseorang yang menagih utang dan meminta pertanggungjawaban. Ia kemudian menghubungi suaminya, namun tak mendapat respons.

Sekitar pukul 11.30 WIB, istri korban tiba di rumah dan mendapati pintu terkunci dari dalam. Ia bersama tetangga mendobrak pintu dan menemukan EJS sudah tergantung di dapur.

Awalnya, pihak keluarga sempat meragukan penyebab kematian. Namun setelah mendengar penjelasan dokter bahwa tidak ada tanda kekerasan fisik, mereka menerima bahwa korban meninggal karena bunuh diri.

“Pihak keluarga telah meminta agar jenazah dimakamkan di kampung halamannya di Lumban Julu, Kabupaten Samosir, Tapanuli Utara,” tambahnya.

Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidup karena tekanan ekonomi dan utang yang menumpuk.

Catatan:redaksi

Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan dan muncul pikiran untuk bunuh diri, segeralah hubungi hotline bunuh diri Indonesia melalui nomor 1119 (ekstensi 8) atau hotline kesehatan jiwa Kemenkes di nomor 021-500-454

Penulis:Rega|Editor:Miezon

 

Berita Terkait

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak
Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas
Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR
Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026
Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
Polda Kepri Kawal Pemulangan 133 WNI Deportasi dari Malaysia
Polda DIY Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus
Dirut BEI Mundur, Tanggung Jawab atas Gejolak IHSG Dua Hari Beruntun

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:36 WIB

Gangguan Air Bersih Meluas di Tanjunguma Batam, ABHI: Pompa WTP Sei Ladi Rusak

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:55 WIB

Kapal Limbah B3 Kandas di Dangas, Komisi III DPRD Batam Desak Tindakan Tegas

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:01 WIB

Belum Ada Sosialisasi dan Ganti Rugi dari Perusahaan, Satpol PP Kirim SP 2 Penggusuran Warga di MKGR

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:38 WIB

Dishub Batam Anggarkan Rp 450 Juta Bangun Lima Halte Trans Batam Tahun 2026

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:57 WIB

Kejari Batam Musnahkan Barang Bukti Ratusan Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Berita Terbaru