Diduga Tipu Konsumen, Pertamina Hentikan Suplai Pertalite ke SPBU Codo Sagulung

Jumat, 3 Mei 2024 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konsumen saat melakukan pengisian bahan Bakar Minyak di SPBU 13294709 Codo Sagulung beberapa waktu lalu.Matapedia6.com/ Luci

Konsumen saat melakukan pengisian bahan Bakar Minyak di SPBU 13294709 Codo Sagulung beberapa waktu lalu.Matapedia6.com/ Luci

MATAPEDIA6.com, BATAM – Pertamina memberikan surat teguran dan hentikan sementara suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite kepada SPBU 13294709 Codo Sagulung.

Penghentian suplai tersebut setelah diketahui pengelola SPBU diduga melakukan penipuan terhadap konsumen, dimana konsumen membeli Pertamax  diduga diisi Pertalite.

Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Susanto August Satria mengatakan pihaknya sudah memberikan surat peringatan sekaligus surat teguran kepada SPBU Codo Sagulung pada 20 April 2024 lalu.

“Isi dalam surat teguran tersebut menekankan dua hal dimana yang pertama yakni Surat peringatan dan penghentian pasokan pertalite mulai 23 April sampai dengan 7 mei 2024,” kata August saat dikonfirmasi, Jumat (3/5/2024).

Selanjutnya, kata August, dalam surat teguran tersebut juga ditegaskan apabila SPBU kembali melakukan pelayanan yang tidak sesuai ketentuan, maka akan diberikan sanksi berikutnya sesuai aturan.

Dia juga menegaskan hingga saat ini untuk suplai pertalite ke SPBU Codo masih dihentikan hingga tanggal 7 Mei yang akan datang.

Di tempat terpisah, Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Gustian Riau menyebut pengelolaan SPBU 13294709 Codo Sagulung, sudah sering bermasalah.

Sebelumnya kata Gustian Riau SPBU tersebut sudah dilakukan penutupan sementara, karena tidak melakukan pelayanan sesuai aturan.

“Nanti Kita akan cek kembali, persoalan yang terjadi di SPBU Codo,” kata Gustian Riau.

Sementara saat ditanya peristiwa dugaan pembelian minyak Pertamax diisi Pertalite Gustian enggan menanggapi karena masuk ke dalam pengawasan Pertamina.

Seperti diberitakan sebelumnya Tuah Barus warga Batam melaporkan oknum Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Umum (SPBU) Codo kepada Polsek Sagulung.

Laporan itu bernomor: STPL/B/79/IV/2024 dugaan penipuan atau penggelapan beli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax diberikan Pertalite di SPBU CODO wilayah Sagulung tersebut.

Menurut Tauh Barus berawal ketika membeli minyak Pertamax ke SPBU Codo Sagulung sebanyak 1.600 liter pada Selasa 27 Februari 2024. Namun, diduga oknum petugas mengisi minyak Pertalite.

“Saya beli bbm jenis Pertamax 92, tetapi sebagian diisi Pertalite dan semuanya ada bukti,” ujar Barus kepada wartawan saat jumpa pers di Sagulung, Batam Kamis (2/5/2024).

Tahunnya minyak pertalite dari perusahaan mitranya di Pulau. Pihak perusahaan pun langsung melakukan pengecekan. Alhasil Pertalite bukan Pertamax.

“Jadi yang dikirim itu dari 1.600 liter yang kita beli hanya 1.056 liter pertamax, sementara 544 liter lainnya diganti dengan pertalite,” kata Tuah.

Padahal, lanjut dia, pembelian Pertamax 92 Rp 20.150.000 sudah dibayar terlebih dahulu melalui rekening bagian keuangan SPBU Codo atas nama Mini Wijaya.

“Saya transfer dulu uangnya baru besok harinya minyak diambil anggota saya dan langsung di antar ke perusahaan,” kata Tuah.

Akibat kejadian ini, Tuah Barus mengaku mengalami kerugian pemutusan kontrak kerja sama dengan perusahaan karena dianggap menipu.

Berdasarkan hal itu, dia membuat laporan kepolisian dengan harapan memperoleh keadilan.

Terpisah, Kapolsek Sagulung Iptu Donald Tambunan, membenarkan laporan tersebut namun dia enggan merinci lebih lanjut kejadian tersebut.

“Masih didalami,” singkat Iptu Donald kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon, Jumat (3/5/2024).

Sementara belum ada tanggapan dari pihak oknum petugas SPBU CODO atas laporan konsumen tersebut ke polisi. Awak media masih berupaya untuk konfirmasi lebih lanjut.

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Penulis: Luci |Editor: Redaksi

Berita Terkait

Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman 11,3 Kg Bubuk Emas ke Singapura, Nilainya Rp 29,23 Miliar
AMSI Kepri Apresiasi Amsakar, BP Batam Perkuat Sinergi dengan Media
Beasiswa Penuh untuk 180 Pelajar, SMA Kemala Taruna Bhayangkara Buka Pendaftaran 2027/2028
Krisis Air Batam Meluas, Warga Keluhkan Air Mati Berhari-hari dan Tarif Naik
Ngaji Kebangsaan, Kapolri Tekankan Sinergi Ulama dan Polri Jaga Persatuan
Dari Rak Gebyar Melayu Pesisir Mart hingga Panggung Nasional: Cerita di Balik Geliat UMKM Kepri
Fesmed Selat Malaka AJI 2026 di Batam Bahas Kebebasan Pers dan Isu Publik Asia Tenggara
Polisi Tangkap Pria yang Acungkan Parang ke Tukang Parkir di Nagoya Saat Nongkrong di Kafe

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 17:31 WIB

Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman 11,3 Kg Bubuk Emas ke Singapura, Nilainya Rp 29,23 Miliar

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

AMSI Kepri Apresiasi Amsakar, BP Batam Perkuat Sinergi dengan Media

Senin, 28 September 2026 - 14:18 WIB

Beasiswa Penuh untuk 180 Pelajar, SMA Kemala Taruna Bhayangkara Buka Pendaftaran 2027/2028

Minggu, 27 September 2026 - 17:41 WIB

Krisis Air Batam Meluas, Warga Keluhkan Air Mati Berhari-hari dan Tarif Naik

Minggu, 27 September 2026 - 13:13 WIB

Ngaji Kebangsaan, Kapolri Tekankan Sinergi Ulama dan Polri Jaga Persatuan

Berita Terbaru