MATAPEDIA6.com, BATAM– Persoalan sampah yang terus menumpuk di Kota Batam memancing perhatian Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam, Mustofa.
Ia menegaskan bahwa tahun depan DPRD sudah menyiapkan anggaran besar bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam untuk memperkuat armada pengelolaan sampah.
“Untuk DLH saja, total anggarannya mencapai sekitar Rp200 miliar dari APBD 2026,” ujar Mustofa, yang juga anggota Komisi II DPRD Batam pada wartawan dikutip Senin (24/11/2025).
Mustofa menilai akar masalah sampah di Batam bukan hanya volume yang meningkat, tetapi juga kurangnya alat angkut. “Mau gimana angkutnya,” kata dia.
Ia mengingatkan kembali hasil inspeksi mendadak Pansus LKPJ ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur pada 2023. Saat itu, hampir 70 persen armada pengangkut sampah rusak dan tidak layak operasi.
Baca juga: DPRD Dorong Pemko Tuntaskan Sampah di Batam
Dari temuan itu, Mustofa dan tim merekomendasikan penambahan alat baru kepada Wali Kota Batam saat itu, Muhammad Rudi. Namun usulan tersebut tak mendapat persetujuan karena anggaran difokuskan ke proyek pembangunan jalan.
“Nah, akibatnya sekarang,” tegasnya.
Pada 2026, anggaran besar itu akan diarahkan terutama untuk membeli truk amrol. Mustofa menjelaskan, truk tersebut berfungsi membawa bin kontainer—bak sampah yang menjadi Tempat Penampungan Sementara (TPS)—ke TPA.
“Bin ini menampung sampah dari sumber lalu truk amrol membawa ke TPA,” jelasnya.
DLH juga menyiapkan pengadaan insenerator dan tambahan bin kontainer pada 2026. Bahkan, pada APBD Perubahan 2025, pemerintah sudah mengalokasikan pembelian 10 truk amrol dan 50 bin kontainer sebagai langkah awal.
Mustofa optimistis, penambahan armada dan peralatan tersebut bisa memperbaiki penanganan sampah.
Baca juga:Keteladanan di Tengah Tumpukan Sampah: Cara Gabriella Panjaitan Mengubah Wajah Duriangkang
“Tahun depan diharapkan persoalan sampah dan penimbunan di TPA selesai,” ujarnya.
Kendala lain, yakni keterbatasan lahan TPS, juga mendapat perhatian. Pemkot Batam menyiapkan rencana pembangunan tiga UPT baru yang masing-masing akan dilengkapi insenerator untuk mengolah sampah dari sumber.
“Soal lahan TPS masih dikonsep. Prosesnya bertahap karena berada di wilayah BP Batam. Namun kondisi ini tidak boleh berlarut, karena penanganan sampah sudah masuk tahap darurat,” tutup Mustofa.
Baca juga:Batam Rumah Bersama: Amsakar Ajak Warga Lamongan Menyatu Bangun Kota
Editor:Zalfirega



















