DPRD Mulai Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Batam Kantongi WTP ke-14 Berturut-turut

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Kota Batam mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (10/6/2026). Foto:Istimewa

DPRD Kota Batam mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (10/6/2026). Foto:Istimewa

71 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM– DPRD Kota Batam mulai membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (10/6/2026).

Pemerintah Kota Batam menyampaikan laporan penggunaan anggaran tahun lalu dengan bekal opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-14 berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan laporan tersebut di hadapan anggota DPRD. Menurut dia, opini WTP yang kembali diperoleh Pemko Batam menunjukkan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai standar akuntansi pemerintahan dan ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah, Pemerintah Kota Batam kembali memperoleh opini WTP. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, dukungan DPRD, serta komitmen kami untuk terus menjaga pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel,” kata Amsakar dilansir dari laman media center.

Meski demikian, Amsakar mengatakan opini WTP bukan tujuan akhir. Pemerintah daerah, kata dia, tetap harus menindaklanjuti rekomendasi BPK untuk memperbaiki tata kelola keuangan dan administrasi pemerintahan.

Baca juga:BEI Gelar Public Expose Live 2026, 8 Emiten Siap Paparkan Strategi Bisnis ke Investor

Dalam laporan pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Batam mencatat realisasi pendapatan daerah sebesar Rp4,14 triliun atau 96,48 persen dari target Rp4,29 triliun. Pendapatan itu berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,25 triliun dan pendapatan transfer Rp1,88 triliun.

Adapun realisasi belanja daerah mencapai Rp4 triliun atau 90,44 persen dari pagu anggaran Rp4,43 triliun. Belanja tersebut digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, program sosial, dan pembangunan infrastruktur.

Belanja operasi menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp3,19 triliun. Sementara itu, belanja modal mencapai Rp797,42 miliar yang digunakan untuk pembangunan jalan dan jaringan, pembangunan gedung, pengadaan peralatan, serta aset penunjang pelayanan publik.

Pemko Batam juga melaporkan penyaluran bantuan keuangan sebesar Rp7,5 miliar kepada tiga provinsi yang terdampak bencana alam selama 2025.

Pada pos pembiayaan, realisasi penerimaan pembiayaan daerah mencapai Rp134,54 miliar atau sesuai target yang ditetapkan.

Laporan keuangan tersebut juga menunjukkan peningkatan nilai aset daerah. Hingga 31 Desember 2025, total aset Pemerintah Kota Batam tercatat Rp13,72 triliun, naik 5,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peningkatan aset ini menunjukkan bahwa pembangunan terus berjalan. Di sisi lain, kita juga terus berupaya menjaga kesehatan fiskal daerah agar tetap mampu mendukung program-program pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ujar Amsakar.

Sementara itu, total kewajiban daerah tercatat Rp27,62 miliar. Dengan posisi tersebut, nilai ekuitas atau kekayaan bersih Pemerintah Kota Batam mencapai Rp13,69 triliun, meningkat Rp718,63 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 selanjutnya akan berlangsung di DPRD Kota Batam.

Dewan akan menelaah realisasi pendapatan, belanja, pembiayaan, serta pengelolaan aset daerah sebelum menetapkan persetujuan terhadap laporan pertanggungjawaban pemerintah daerah.

Amsakar berharap pembahasan bersama DPRD dapat menghasilkan masukan untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah.

“Yang terpenting bukan hanya capaian WTP, tetapi bagaimana setiap rupiah anggaran yang dikelola pemerintah dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Baca juga:Bakrie Group Jajaki Investasi Energi di Batam, BP Batam Tawarkan Potensi Kawasan Strategis 

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Pemko Batam Minta Warga Segera Cek Status BPJS Kesehatan, Pengurusan Bisa Lewat Puskesmas
DPRD Batam Terima Audiensi JSIT, Soroti Peningkatan Mutu Pendidikan
DPRD Batam Khawatir Banjir Ganggu Investasi, Minta Pemko dan BP Batam Bergerak Cepat
Batam Perkuat Mitigasi Bencana, Risiko Banjir hingga Abrasi Jadi Perhatian
Komisi I DPRD Batam Terima Surat RDP Warga Kampung Belian, Tunggu Arahan Ketua DPRD
Sukses Menata Honorer Menjadi PPPK, Pemko Batam Usulkan Relaksasi Belanja Pegawai ke Pusat
DPRD Batam Minta Orang Tua Lengkapi Dokumen Jelang Pembukaan SPMB 2026
Batam Pertahankan WTP ke-14 Berturut-turut, Perkuat Rekam Jejak Tata Kelola Keuangan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:43 WIB

Pemko Batam Minta Warga Segera Cek Status BPJS Kesehatan, Pengurusan Bisa Lewat Puskesmas

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:54 WIB

DPRD Batam Terima Audiensi JSIT, Soroti Peningkatan Mutu Pendidikan

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:47 WIB

DPRD Batam Khawatir Banjir Ganggu Investasi, Minta Pemko dan BP Batam Bergerak Cepat

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:48 WIB

Batam Perkuat Mitigasi Bencana, Risiko Banjir hingga Abrasi Jadi Perhatian

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:19 WIB

DPRD Mulai Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemko Batam Kantongi WTP ke-14 Berturut-turut

Berita Terbaru

Ribuan warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, bersama masyarakat Tanjung Riau mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LIRA Kepri di kawasan Ruko Batam Centre, Senin (15/6/2026). Foto:Rega/matapedia

News

Yusril Koto Buka Suara soal Demo di Kantor LIRA

Senin, 15 Jun 2026 - 15:50 WIB