MATAPEDIA6.com, BATAM – CEO Citramas Group, Kris Wiluan, angkat suara soal tekanan geopolitik global yang mulai mengguncang dunia usaha di Batam. Ia menyoroti lonjakan harga BBM dan biaya logistik yang kian membebani industri.
Dalam situasi ini, Kris mendesak pengusaha dan pemerintah segera bersatu memperkuat kemitraan agar mampu meredam tekanan, menjaga stabilitas ekonomi, dan memastikan roda investasi tetap bergerak.
Kris menegaskan, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu kenaikan biaya operasional yang berdampak langsung ke aktivitas industri. Kondisi ini, kata dia, tidak bisa dihadapi secara parsial.
“Pengusaha harus bermitra kuat dengan pemerintah. Untuk perizinan, kita ikuti arahan BP Batam,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Meski menghadapi tekanan, Kris tetap melihat ekonomi nasional masih cukup stabil. Ia berharap lonjakan biaya tidak berlangsung signifikan dalam jangka panjang.
“Kita berharap kenaikan tidak terlalu besar. Kita bersyukur Indonesia masih dalam kondisi baik,” katanya.
Baca juga:BI Ungkap Rahasia Inflasi Kepri Tetap Rendah Saat Idulfitri
Ia memastikan, pelaku usaha kini fokus menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan penyerapan tenaga kerja di tengah tekanan global.

Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar forum strategis bertajuk “Mendengar Lebih Dekat, Bergerak Bersama Menuju 2026” di Balairungsari, Kamis (2/4/2026).
Forum ini menjadi ruang terbuka bagi pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri, dan tokoh masyarakat untuk merumuskan arah kebijakan ekonomi di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
BP Batam juga memanfaatkan momentum ini untuk menyerap langsung aspirasi dan kritik dari dunia usaha, mulai dari persoalan iklim investasi, penguatan sumber daya manusia, hingga tantangan sosial dan politik.
Tokoh masyarakat Kepri, Asman Abnur, menilai kolaborasi kepemimpinan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam berhasil menjaga ritme pertumbuhan ekonomi daerah.
“Capaian ini patut diapresiasi. Kolaborasi kepemimpinan mampu menjaga stabilitas ekonomi Batam di tengah tekanan global,” ujarnya.
Ia juga menyoroti sejumlah regulasi strategis dari pemerintah pusat seperti PP Nomor 25, 28, 4, dan 47 Tahun 2025 yang dinilai mampu memangkas birokrasi dan mempercepat proses perizinan.
“Harmonisasi kebijakan ini mempermudah investasi. Tidak ada lagi kekhawatiran bagi pelaku usaha untuk masuk ke Batam,” tambahnya.
Forum tersebut turut dihadiri sejumlah pelaku usaha dan tokoh penting, seperti Abidin Hasibuan, Doly, Harry Feri Manik, Peter Vincent, dan Saptana Tri Prasetiawan.
Mereka sepakat mendukung langkah BP Batam dalam menghadapi tekanan ekonomi global, terlebih dengan penyatuan kepemimpinan antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian persoalan perizinan.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami ingin membangun konstruksi pemikiran bersama agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran,” ujarnya.
Amsakar optimistis dukungan Forkopimda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting untuk mendorong akselerasi ekonomi Batam pada 2026.
Ia juga memastikan forum strategis serupa akan digelar secara rutin guna menyerap langsung persoalan di lapangan.
“Masukan ini menjadi dasar kami dalam merumuskan kebijakan. Harapannya, pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam terus meningkat,” tutupnya.
Baca juga:BP Batam Serap Aspirasi Pengusaha, Akselerasi Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Global
Editor:Zalfirega


















