Keluh Kesah Julianti Tukang Parkir soal Karcis hingga Kenaikan Tarif di Batam

Selasa, 6 Februari 2024 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru parkir (jukir) menarik retribusi parkir kepada pengendara di Batam, Senin (15/1/2024) Matapedia6.com/ luci

Juru parkir (jukir) menarik retribusi parkir kepada pengendara di Batam, Senin (15/1/2024) Matapedia6.com/ luci

MATAPEDIA6.com, BATAM– Sejak kenaikan tarif parkir di Batam menuai kontroversi dari berbagai kalangan. Tak sedikit terjadinya perselisihan antara juru parkir dengan warga.

Julianti Sihaloho, seorang juru parkir mengakui bahwa kerap terjadi cek-cok mulut saat hendak memungut uang parkir.

“Kalau cekcok sudah kerap terjadi asumsi masyarakat kita jukir ilegal. Tanpa diberikan karcis,” ujarnya pada matapedia6 di kompleks Inti Sakti Nagoya, Batam, Selasa (6/2/2024).

Ia mengatakan, keterbatasan karcis parkir yang diterima berdampak terjadinya adu mulut dengan masyarakat. Hal itu dialami ketika memungut jasa parkir tanpa karcis.

“Jika tidak ada karcis untuk diberikan pada orang inilah pemicu bentrok mulut. Koordinator lapangan harus memahami hal tersebut dan paham,” terang dia.

Julianti Sihaloho saat diwawancarai wartawan. Foto:Dok/Ramadan-matapedia6

Sisi lain dia dituntut memenuhi kewajiban atau setoran per hari sebesar Rp 800 ribu. Ia berharap koordinator dapat menurunkan setoran tersebut.

“Saat ini kondisi lagi sepi karena tarif parkir naik dan kalau bisa setoran turun. Ada bedalah mana jukir lama dan baru,” harap dia yang telah bekerja sebagai jukir 14 tahun itu.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Salim, menyebut bahwa karcis parkir diberikan kepada setiap masing-masing korlap.

“Apa bila habis tukang parkir dapat komunikasi dengan korlap supaya diberikan kembali,” sebut Salim kepada matapedia6 saat dihubungi.

Kata dia, tarif parkir di kota Batam sesuai Perda No1 tahun 2024 disebut parkir umum tepi jalan mengalami penyesuaian tarif, yaitu kendaraan roda dua dari Rp1.000 menjadi Rp2.000, sementara roda empat dari Rp2.000 menjadi Rp4.000.

“Jadi menjelang kenaikan tarif parkir kita sudah melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat dan juru parkir,” ujarnya.

Namun belakangan kenaikan tarif parkir itu menuai kontroversi datang dari Ombudsman Kepri hingga DPRD Kota Batam. Bahkan DPRD Batam memberikan rekomendasi penundaan kenaikan tarif parkir.

“Selama belum ada peraturan baru baik Perda atau Perwako maka tarif masih berlaku tarif baru,” ucap dia.

“Jukir liar sudah jadi atensi dari tim terpadu dan Satgas. Selain itu kita lagi menyusul jadwal untuk melakukan razia di lapangan,” imbuhnya.

Cek berita artikel lainnya di Google News

 

Penulis:Ramadan|Editor:Zalfirega

Berita Terkait

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat
Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital
Ranperda PSU Perumahan Ditunda, DPRD DPRD Kota Batam Butuh Pembahasan Lebih Matang

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:20 WIB

KSOP Batam Gerak Cepat: Kapal Negara Dikerahkan, 150 Pemudik Tanpa Tiket Tetap Berangkat

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:17 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Berita Terbaru