MATAPEDIA6.com, BATAM – Ketua DPRD Kota Batam, Muhammad Kamaluddin, menyoroti tingginya angka pengangguran di Batam meski realisasi investasi terus mencatatkan tren positif.
Menurutnya, derasnya arus modal asing yang masuk ke Batam belum memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
“Investasi di Batam terus meningkat sesuai data BP Batam, tetapi angka pengangguran justru tidak berkurang. Bahkan, tren pengangguran masih naik,” ujar Kamaluddin, Jumat (12/9/2025).
Ia menjelaskan rendahnya serapan tenaga kerja di Batam salah satunya disebabkan oleh kebutuhan industri yang lebih banyak mengutamakan calon pekerja dengan keterampilan dan keahlian khusus.
Hal ini membuat banyak warga Batam kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah.
Baca juga: HMI Batam Audiensi dengan Ketua DPRD, Soroti Banjir, Sampah, dan Pengangguran
“Banyak warga kita yang kalah bersaing karena keterbatasan skill dan keahlian. Karena itu, DPRD mendorong Dinas Ketenagakerjaan memperkuat program pelatihan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri di Batam,” tegasnya.
Selain itu, DPRD bersama Pemerintah Kota Batam juga terus mendorong perusahaan agar merekrut setidaknya 25 persen tenaga kerja dari warga lokal.
“Ini juga sudah disuarakan berulang kali oleh Wali Kota Batam. Namun, kondisi pengangguran masih belum terurai,” tambah Kamaluddin.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan analisis angka pengangguran terbaru tahun 2025.
“Untuk tahun ini kita belum merilis data resmi, jadi masih mengacu pada tahun 2024. Saat itu jumlah pengangguran mencapai 20.182 orang. Angkanya diperkirakan tidak jauh berbeda di tahun ini,” jelas Eko.
Baca juga: BP Batam Terima Kunjungan Menteri Singapura, Pererat Kemitraan Ekonomi
Di sisi lain, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, mengungkapkan bahwa realisasi investasi hingga semester I 2025 sudah melampaui 50 persen dari target tahunan Rp64 triliun.
“Realisasi kita sudah Rp32 triliun atau 50,1 persen. Negara asal investor masih didominasi China, disusul Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, dan Jepang,” ujarnya.
Fary menambahkan, sektor yang paling banyak menyerap investasi adalah manufaktur listrik dan elektronik, perangkat kesehatan, serta komponen komputer.
“Performa investasi sepanjang paruh pertama 2025 cukup optimal,” katanya.
Dengan kondisi ini, DPRD menilai diperlukan langkah lebih strategis untuk memastikan arus investasi dapat memberikan manfaat nyata bagi penyerapan tenaga kerja lokal sehingga angka pengangguran di Batam bisa ditekan.
Penulis: Luci |Editor: Meizon

















