MATAPEDIA6.com, BATAM— Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kota Batam bergerak cepat menggalang dana untuk membantu masyarakat Sumatera Barat yang terdampak bencana.
Ketua Umum IKTD Kota Batam H Arlon Veristo memimpin langsung aksi solidaritas itu dengan mengerahkan kekuatan Rang Mudo dan Bundo Kanduang sebagai ujung tombak pergerakan.
Aksi kemanusiaan ini dimulai sejak kabar bencana meluas. Tanpa menunggu instruksi formal, jajaran IKTD segera membuka posko donasi dan mengoordinasikan relawan.
Rang Mudo Tanah Datar turun langsung mengumpulkan bantuan dari masyarakat, sementara Bundo Kanduang mengoordinasi dapur donasi dan pendataan kebutuhan mendesak.
Arlon Veristo mengatakan bahwa gerakan ini bukan sekadar rutinitas sosial, tetapi panggilan moral untuk membantu “dunsanak” yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kita bergerak karena rasa satu kampung, satu darah. IKTD hadir untuk memastikan bantuan tersalurkan cepat dan tepat,” ujarnya usai penggalangan dana di simpang lampu merah Baloi, Minggu (30/11/2025).
Baca juga: Arlon Veristo Jadi Ketua IKTD Batam Secara Aklamasi
Penggalangan dana dilakukan melalui beberapa titik hingga kanal digital. Donasi yang terkumpul akan disalurkan berupa logistik, makanan siap saji, perlengkapan anak, serta kebutuhan darurat lainnya.

Solidaritas masyarakat perantau dari Tanah Datar terlihat sangat kuat. Semangat barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang membuat gerakan ini cepat meluas dan mendapat dukungan luas dari berbagai komunitas Minang di perantauan.
IKTD menargetkan pengiriman bantuan tahap pertama dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Relawan Rang Mudo akan mengawal langsung penyaluran ke lokasi terdampak.
Hingga kini, IKTD masih membuka ruang bagi siapa pun yang ingin ikut berpartisipasi.
“Setiap donasi, sekecil apa pun, sangat berarti untuk mempercepat pemulihan saudara-saudara kita di Sumbar,” kata Arlon.
Sementara itu, Majelis Tinggi IKTD Batam, Adel Tasman, turun langsung ke jalan, meminta sumbangsih masyarakat untuk meringankan beban dunsanak yang sedang dilanda musibah.
Adel terlihat bersama para relawan IKTD berdiri di titik-titik keramaian, membawa kotak donasi, menyapa pengendara, dan mengetuk hati masyarakat agar ikut peduli.
Gerakan ini diharapkan menjadi pesan kuat bahwa solidaritas perantau tak pernah padam — terutama ketika kampung halaman membutuhkan uluran tangan.
Penulis:Zalfirega|Editor:Miezon

















