KKP Tangkap Kapal Ikan Asing di Selat Malaka, Bongkar Praktik Pencurian Ikan dan Alat Tangkap Terlarang

Rabu, 6 Agustus 2025 - 09:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal dengan bobot 61,98 GT itu ditangkap Kapal Pengawas (KP) Barrakuda 01 pada Selasa (29/7/2025). Foto:dok/KKP

Kapal dengan bobot 61,98 GT itu ditangkap Kapal Pengawas (KP) Barrakuda 01 pada Selasa (29/7/2025). Foto:dok/KKP

MATAPEDIA6.com, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap kapal ikan asing berbendera Malaysia, KM. PKFA 9586 di perairan Selat Malaka setelah terbukti mencuri ikan dan menggunakan alat tangkap terlarang jenis trawl.

Kapal dengan bobot 61,98 GT itu ditangkap Kapal Pengawas (KP) Barrakuda 01 pada Selasa (29/7), sekitar pukul 08.10 WIB, di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 571.

Saat diperiksa, kapal ini tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah Indonesia dan tidak mengibarkan bendera negara mana pun. Bahkan, awak kapal yang berjumlah lima orang merupakan warga negara Myanmar.

“Dari hasil pemeriksaan dan bukti dokumen serta video penangkapan, kapal ini jelas beroperasi di perairan Indonesia secara ilegal,” ungkap Dirjen PSDKP KKP, Pung Nugroho Saksono (Ipunk) dikutip dalam keterangannya, Rabu (4/8/2025).

Ia menyebut seluruh awak kapal beserta barang bukti telah diserahkan ke PPNS Pangkalan PSDKP Batam untuk proses hukum.

“Kapal tersebut diduga melanggar sejumlah pasal dalam UU Perikanan dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp1,5 miliar,” katanya.

Baca juga:Dua Kapal Vietnam Coba Kabur, KKP Gagalkan Aksi Illegal Fishing di Laut Natuna Utara

Jaga Wilayah Perbatasan, KKP Tertibkan 20 Rumpon Ilegal Milik Nelayan Filipina

Tak hanya menangkap pencuri ikan, KKP juga menggencarkan penertiban terhadap alat bantu penangkapan ikan ilegal. Dalam operasi terpisah di WPP-NRI 716 Laut Sulawesi KP Orca 04 menertibkan 20 rumpon ilegal yang diduga milik nelayan Filipina, Sabtu (2/8).

Rumpon-rumpon tersebut dipotong langsung di laut dan kemudian dibawa ke Pangkalan PSDKP Bitung, Sulawesi Utara. Keberadaan rumpon ilegal di perairan perbatasan dinilai menghalangi migrasi ikan tuna ke perairan Indonesia, merugikan nelayan lokal.

“Rumpon liar ini bisa menjadi penghalang masuknya ruaya ikan tuna. Ini mengancam keberlanjutan sumber daya laut dan penghidupan nelayan Indonesia,” jelas Ipunk.

Dengan penertiban ini, total rumpon ilegal yang telah dimusnahkan sejak Januari hingga awal Agustus 2025 mencapai 76 unit.

Aksi tegas ini sejalan dengan instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menekankan pentingnya perlindungan wilayah perairan nasional dari praktik pencurian ikan dan eksploitasi alat tangkap ilegal.

“KKP akan terus menjaga laut Indonesia sebagai sumber pangan dan penghidupan. Laut bukan warisan, tapi titipan anak cucu,” ujar Trenggono dalam pernyataan sebelumnya.

Baca juga:2 Kapal Vietnam Bertonase Besar dan 19 ABK Ditangkap KKP Saat Gunakan Trawl di Laut Natuna

Editor:Zalfirega

Berita Terkait

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran
Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual
Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik
WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran
Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026
DPRD dan Pemko Batam Sepakati Perda Adminduk, Dorong Layanan Terintegrasi dan Digital
Ranperda PSU Perumahan Ditunda, DPRD DPRD Kota Batam Butuh Pembahasan Lebih Matang
Pastikan Arus Mudik Lancar, Wali Kota Batam Amsakar-Li Claudia Tinjau Terminal Domestik Sekupang

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:35 WIB

Amsakar Tegaskan Belum Ada Rencana Penutupan Jalan Sei Ladi, Fokus Pemerintah Masih pada Pelebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:17 WIB

Sambut Hari Raya Nyepi, Amsakar: Kurangi Aktivitas Duniawi Perdalam Nilai Spiritual

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:16 WIB

Mobilitas Tinggi, 43 Ribu Penumpang Keluar Batam Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:35 WIB

WFA Berlaku, Arus Mudik Lau: PELNI Catat Lonjakan Penumpang, Puncak Diprediksi H-3 Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:01 WIB

Perkuat Sinergi Investasi Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BP Batam Gelar Apresiasi Kolaborasi Investasi 2026

Berita Terbaru