MATAPEDIA6.com, ACEH TAMIANG — Mengawali tahun 2026, Presiden Republik Indonesia bersama jajaran Manajemen Danantara dan pimpinan BUMN meninjau langsung Hunian Danantara (Huntara) bagi masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang, Kamis (1/1).
Kunjungan ini dihadiri Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, bersama jajaran TelkomGroup. Kehadiran para pemangku kepentingan menegaskan komitmen negara dan BUMN dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui kolaborasi lintas sektor.
Mendukung inisiatif pemerintah melalui Danantara, TelkomGroup mengambil peran strategis dengan menghadirkan layanan telekomunikasi dan konektivitas digital di kawasan Huntara, khususnya di Aceh Tamiang.
Langkah ini bertujuan memastikan warga terdampak segera menempati hunian layak sekaligus kembali menjalani aktivitas harian secara aman dan nyaman.
Baca juga:TelkomGroup Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Aceh Tamiang
“Program Hunian Danantara menunjukkan kehadiran negara bagi masyarakat terdampak bencana. Kami melengkapi hunian dengan fasilitas, termasuk WiFi gratis, agar warga tetap terhubung, memperoleh informasi, dan mempermudah koordinasi bantuan selama masa pemulihan,” ujar Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan komitmen TelkomGroup dalam mendukung penyediaan Huntara melalui konektivitas digital yang andal.
“Sinergi Danantara dan BUMN memungkinkan koordinasi lebih cepat dan terintegrasi. Dengan konektivitas yang kuat, manfaat program ini dapat langsung dirasakan masyarakat,” kata Dian.
Dalam tiga bulan ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 15.000 unit Huntara di tiga provinsi terdampak bencana.
Seiring pembangunan berlangsung, TelkomGroup memastikan layanan telekomunikasi digital tetap tersedia agar masyarakat terus terhubung, mengakses informasi, dan menjaga komunikasi selama masa pemulihan.
Untuk mendukung aktivitas warga, TelkomGroup menyiapkan infrastruktur konektivitas secara bertahap. Pada tahap awal, TelkomGroup memasang 28 access point (AP) WiFi, terdiri dari tiga AP di area depan Huntara dan 25 AP di dalam kawasan hunian, dengan rasio satu AP menjangkau tiga rumah.

TelkomGroup juga mengoperasikan satu unit Access Point WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps di Posko TelkomGroup Huntara untuk mendukung kebutuhan operasional. Ke depan, TelkomGroup akan menambah hingga total 63 AP WMS di seluruh area Huntara guna menjamin konektivitas yang stabil dan merata.
Dari sisi layanan seluler, Telkomsel memperkuat kapasitas jaringan melalui dukungan BTS di wilayah Karang Baru dan Aceh Tamiang. Telkomsel juga mengoperasikan satu Mobile BTS (Combat) langsung di kawasan Huntara untuk meningkatkan kualitas layanan. Selain itu, TelkomGroup menyiagakan jaringan optik, sarana operasional, serta relawan BUMN Peduli TelkomGroup demi menjaga keberlangsungan layanan.
TelkomGroup turut menghadirkan akses internet berbasis satelit melalui PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat). Melalui teknologi terbaru ini, penghuni Huntara dapat menikmati layanan internet gratis tanpa batas melalui WiFi satelit Telkomsat.
Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi Aceh Capai 95 Persen
Sejalan dengan percepatan pemulihan pascabencana, TelkomGroup berhasil memulihkan minimal satu site aktif di setiap kecamatan di Aceh. Dengan capaian tersebut, seluruh 289 kecamatan di Aceh kini kembali terhubung dan on air.
Secara keseluruhan, pemulihan layanan TelkomGroup di Aceh telah mencapai 95 persen. Perusahaan kini memfokuskan pemulihan lanjutan di wilayah Blangkejeren dan Takengon. Sementara itu, layanan telekomunikasi di Sumatra Barat dan Sumatra Utara telah kembali normal.
Capaian ini didukung pengerahan infrastruktur secara masif, meliputi 18 site satelit, 57 adaptor daya BTS, 768 unit genset standby dan mobile, serta 776 paket baterai untuk memastikan layanan tetap berjalan di wilayah terdampak.
Selain pemulihan jaringan, TelkomGroup menyalurkan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan, termasuk menghadirkan ruang aman bagi anak-anak sebagai bagian dari program trauma healing di Aceh Tamiang. TelkomGroup juga menyediakan layanan kesehatan, konektivitas, dan bantuan logistik di berbagai titik pengungsian.
Hingga Kamis (1/1), TelkomGroup telah menyalurkan bantuan senilai Rp122,6 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatra.
Bantuan tersebut mencakup penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, dapur umum, paket logistik, hingga layanan dan kompensasi pelanggan selama periode Desember 2025–Januari 2026.
“Sejak awal bencana, kami memprioritaskan pemulihan layanan agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi. Kami mengerahkan infrastruktur, jaringan satelit, posko internet gratis, serta personel tambahan, sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan dan keringanan bagi pelanggan. Kami berharap langkah ini membantu masyarakat bangkit lebih cepat,” tutup Dian Siswarini.
Editor:Zalfirega


















