Konektivitas Batam Naik Kelas, Peluang Investasi dan Perdagangan Internasional Makin Terbuka

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia. Foto:Diskominfo Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia. Foto:Diskominfo Batam

62 / 100 Skor SEO

MATAPEDIA6.com, BATAM – Batam semakin memperkuat perannya sebagai simpul perdagangan dan investasi di kawasan Asia. Tak hanya mengandalkan posisi geografis di jalur pelayaran internasional, Batam kini memperluas konektivitas melalui penguatan layanan pelabuhan sekaligus infrastruktur digital.

Perkembangan itu tercermin dalam catatan UN Trade and Development (UNCTAD). Batam masuk 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia dalam periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026.

Batam berada di posisi keenam dalam daftar tersebut. Selama satu dekade, pelabuhan-pelabuhan yang masuk dalam daftar mencatat pertumbuhan konektivitas antara 274 persen hingga 697 persen.

Malaga, Spanyol, mencatat pertumbuhan tertinggi. Setelah itu, terdapat Puerto Bolivar di Ekuador, Aliaga (Nemrut) di Turki, Batam di Indonesia, Zhapu di Tiongkok, Chabahar di Iran, Arkhangelsk di Rusia, Port Hueneme di Amerika Serikat, Haugesund di Norwegia, dan Derince di Turki.

Bagi Batam, peningkatan konektivitas tersebut membuka peluang lebih besar bagi pelaku industri untuk mengakses jaringan perdagangan internasional.

Konektivitas pelabuhan juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung efisiensi distribusi barang dan memperkuat daya tarik kawasan bagi investor.

Wali Kota Batam sekaligus Ex-Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan posisi geografis Batam menjadi modal penting untuk memperkuat konektivitas perdagangan kawasan. Namun, keunggulan tersebut harus dibarengi dengan pembangunan infrastruktur.

“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, dilansir dari laman media center Pemko Batam, Kamis (1/10/2026).

Penguatan konektivitas tersebut juga terlihat dari aktivitas direct call internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.

Sepanjang Januari-Mei 2026, sebanyak 106 kunjungan kapal tercatat melalui layanan direct call internasional. Angka itu melonjak 212 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 34 kunjungan kapal.

Baca juga:Mahasiswa Politeknik Pariwisata Batam Belajar Kehumasan di Polda Kepri

Pertumbuhan juga terlihat dari arus peti kemas. Volume melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs pada Januari-Mei 2026, naik 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 25.904 TEUs.

Kenaikan tersebut menunjukkan semakin banyaknya aktivitas perdagangan yang dapat terhubung langsung dengan jaringan pelayaran internasional melalui Batam.

Amsakar mengatakan peningkatan aktivitas direct call memperlihatkan semakin terbukanya akses Batam terhadap jalur perdagangan global.

“Ini menunjukkan bahwa konektivitas Batam terus berkembang. Akses yang semakin terbuka akan memberikan ruang yang lebih besar bagi dunia usaha dan industri untuk terhubung dengan pasar internasional,” katanya.

Dari sisi bisnis, konektivitas pelabuhan yang semakin luas berpotensi memperkuat posisi Batam sebagai basis produksi sekaligus distribusi.

Akses langsung ke jaringan pelayaran internasional juga dapat mendukung perusahaan yang membutuhkan rantai pasok lebih efisien untuk kegiatan ekspor dan impor.

Batam tidak hanya memperkuat konektivitas melalui laut. Infrastruktur digital juga mulai menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem ekonomi kawasan.

Salah satunya melalui pendaratan Nongsa-Changi Cable (NCC) di Batam pada 20 Juli 2026.

Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park di Batam dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Infrastruktur ini memperkuat konektivitas digital Indonesia-Singapura dan mendukung kebutuhan industri berbasis teknologi.

Kehadiran NCC juga memiliki relevansi dengan pengembangan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial (AI), hingga interkoneksi antarpusat data.

Dengan demikian, konektivitas Batam mulai bergerak dari sekadar jalur keluar-masuk barang menuju ekosistem yang menghubungkan logistik, industri, perdagangan, dan ekonomi digital.

Bagi investor dan pelaku industri berbasis teknologi, ketersediaan konektivitas digital menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang pertukaran data dan operasional bisnis lintas negara.

Amsakar menegaskan pengembangan konektivitas pelabuhan dan digital perlu berjalan beriringan.

“Konektivitas ini menjadi modal penting bagi Batam untuk terus memperluas jaringan perdagangan dan investasi. Karena itu, penguatan infrastruktur pelabuhan harus berjalan beriringan dengan pembangunan konektivitas digital agar Batam semakin siap menjawab kebutuhan dunia usaha dan perkembangan industri ke depan,” ungkap Amsakar.

Penguatan dua sisi konektivitas tersebut membuat Batam memiliki fondasi yang semakin luas sebagai kawasan industri dan perdagangan.

Pelabuhan menjadi pintu bagi arus barang, sementara jaringan digital menopang kebutuhan ekonomi berbasis data dan teknologi.

Ke depan, pengembangan konektivitas tersebut akan menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Batam di tengah persaingan kawasan, terutama dalam menarik investasi yang membutuhkan akses logistik internasional sekaligus infrastruktur digital yang andal.

Baca juga:Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan 490 Gram Sabu Lewat Tubuh Penumpang di Bandara Hang Nadim

Editor:Miezon

Berita Terkait

PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center
Amsakar Paparkan Investasi Hampir Rp40 Triliun dan 15 Program Prioritas
Perizinan Usaha Batam: 1.182 Permohonan Masuk, 423 Telah Ditangani
Waduk Nongsa Susut, BP Batam Atur Produksi Air dan Siapkan Pasokan Alternatif
BP Batam Uji Sistem Subdrain di 18 Titik CBD Batam Center untuk Percepat Aliran Air
Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun, BP Batam Bidik Wajah Baru Kawasan Jadi Daya Tarik Kota
Video:Hang Nadim Tak Lagi Sekadar Pintu Masuk Batam, BP Batam Dorong Jadi Hub Penerbangan dan Investasi Kelas Dunia
Video: PLN Batam Kembangkan Budidaya Ikan Nila dan Bank Sampah untuk Warga Tanjung Uncang

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 22:03 WIB

PLN Batam Siapkan Listrik Andal untuk Dorong Industri Data Center

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Konektivitas Batam Naik Kelas, Peluang Investasi dan Perdagangan Internasional Makin Terbuka

Senin, 28 September 2026 - 12:23 WIB

Amsakar Paparkan Investasi Hampir Rp40 Triliun dan 15 Program Prioritas

Jumat, 25 September 2026 - 19:13 WIB

Perizinan Usaha Batam: 1.182 Permohonan Masuk, 423 Telah Ditangani

Selasa, 22 September 2026 - 10:17 WIB

Waduk Nongsa Susut, BP Batam Atur Produksi Air dan Siapkan Pasokan Alternatif

Berita Terbaru