MATAPEDIA6.com, NATUNA — Masyarakat Kabupaten Natuna semakin didorong masuk ke ekosistem keuangan formal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan PT Pegadaian memperkuat edukasi keuangan melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026.
Langkah ini tidak hanya menyasar kemampuan masyarakat mengatur uang, tetapi juga mendorong pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha.
Rangkaian GENCARKAN berlangsung di Alun-alun Pantai Piwang, Natuna, Minggu (6/9). Kegiatan menjangkau sekitar 1.700 masyarakat dan diisi edukasi mengenai pengelolaan keuangan serta pemanfaatan layanan jasa keuangan.
Manajer Madya OJK Provinsi Kepri Roy Aditia Perangin-angin yang mewakili Kepala OJK Kepri mengatakan masyarakat perlu memahami manfaat sekaligus risiko sebelum menggunakan produk keuangan.
“Konsumen yang cerdas tidak hanya mampu menggunakan produk keuangan, tetapi juga mampu memilih produk sesuai kebutuhan, memahami manfaat dan risikonya, mengetahui hak dan kewajibannya, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak,” ujar Roy dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
OJK mencatat perkembangan edukasi keuangan di Natuna terus meningkat. Sepanjang 2025, OJK bersama pemangku kepentingan menggelar 22 kegiatan edukasi dengan 1.150 peserta.
Baca juga:OJK Kepri Perluas Akses Pembiayaan UMKM Keluarga di Batam
Angkanya meningkat pada 2026. Hingga Juli, jumlah kegiatan mencapai 32 dengan total 2.500 peserta dari berbagai kelompok, mulai dari pelajar, perempuan, pelaku usaha hingga masyarakat umum.
Pertumbuhan edukasi tersebut berjalan beriringan dengan semakin tingginya akses masyarakat Kepri terhadap layanan keuangan.
Survei Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat indeks inklusi keuangan Kepri mencapai 98,43%. Angka itu lebih tinggi dibandingkan indeks nasional sebesar 93,61%.
Sementara indeks literasi keuangan Kepri mencapai 78,29%, juga berada di atas nasional yang berada di level 69,57%.
Bagi OJK, tingginya inklusi menunjukkan semakin banyak masyarakat yang sudah memiliki akses terhadap layanan keuangan. Tantangannya kini memastikan akses tersebut diikuti pemahaman yang memadai.
“Capaian literasi dan inklusi keuangan di Kepulauan Riau menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas edukasi keuangan dan memperkuat akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Roy.
Dari sisi bisnis, peningkatan literasi keuangan membuka ruang lebih besar bagi masyarakat Natuna untuk mengelola pendapatan secara terencana dan memanfaatkan layanan keuangan sesuai kebutuhan.
Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik menilai peningkatan pengetahuan dan kemudahan akses layanan keuangan dapat mendorong kemandirian finansial masyarakat.
“Peningkatan pengetahuan keuangan dan kemudahan akses terhadap layanan keuangan diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri secara finansial,” ujar Jarmin.
PT Pegadaian turut mengambil peran dengan mendorong masyarakat memahami produk keuangan sebelum menggunakannya.
Kepala Pegadaian Cabang Natuna Jufriadi mengatakan GENCARKAN menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sekaligus penggunaan produk jasa keuangan secara tepat.
Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Kepulauan Riau Aris Suroso juga mengajak masyarakat mengelola pendapatan secara lebih bijak, termasuk ketika memiliki penghasilan terbatas.
Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik membantu masyarakat memenuhi kebutuhan secara lebih terencana.
Kolaborasi OJK, Pemkab Natuna, dan industri jasa keuangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas penggunaan layanan keuangan.
Dengan inklusi keuangan Kepri yang sudah mencapai 98,43%, fokus berikutnya bukan lagi sekadar membuat masyarakat terhubung dengan layanan keuangan, tetapi memastikan mereka mampu menggunakan layanan tersebut secara cerdas, produktif, dan sesuai kebutuhan.
Baca juga:OJK Dorong Pekerja Informal Mulai Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini
Editor:Zalfirega











