MATAPEDIA6.com, BATAM – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kini fokus menyelesaikan perbaikan akses jalan di Zona A dan Zona B Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur.
Untuk Zona A, pemerintah sedang melakukan pengerasan jalan. Prosesnya dikebut dan ditargetkan rampung pekan ini sehingga bisa segera dilintasi armada pengangkut sampah, selama kondisi cuaca mendukung.
Sementara Zona B yang saat ini menjadi satu-satunya jalur pembuangan aktif juga tengah dibenahi guna mengatasi antrean panjang truk sampah yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir.
Kepala Bidang Bina Marga DBMSDA, Dohar, mengatakan pekerjaan dilakukan intensif sejak Rabu, bahkan sampai malam hari.
“Kalau cuaca mendukung, jalan di Zona A sudah bisa digunakan untuk pembuangan sampah,” ujarnya.
Baca juga: DLH Batam Kantongi Rp200 Miliar untuk Tuntaskan Masalah Sampah pada 2026
Ia menambahkan, akses menuju Zona B kini jauh lebih baik. Antrean truk yang sebelumnya menumpuk telah berkurang signifikan setelah dilakukan perbaikan awal.
Saat ini, pemerintah juga membangun jalan sementara di jalur tersebut yang ke depannya akan disempurnakan menjadi jalan permanen.
“Perbaikan infrastruktur menuju TPA Punggur menjadi super prioritas sesuai arahan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra,” tegas Dohar.
Sebelumnya, Wali Kota Batam Amsakar Achmad turun langsung meninjau kondisi TPA Punggur.
Dalam kunjungannya, Amsakar menegaskan bahwa penanganan sampah tidak hanya bisa mengandalkan penambahan armada tanpa dibarengi pembenahan di sisi hilir.
“Percuma armada ditambah jika TPA tidak dibenahi. Masalah tidak akan selesai,” ujarnya.
Amsakar juga telah menginstruksikan seluruh camat untuk segera mengatasi titik-titik penumpukan sampah dengan memanfaatkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Baca juga: BP Batam dan Warga Gotong Royong Bersihkan Waduk Duriangkang
Selain mempercepat pengaktifan kembali Zona A, pembenahan di Zona B terus digenjot mengingat selama ini truk sering kesulitan masuk hingga harus didorong alat berat.
“Ini yang kita benahi. Akses harus lancar agar proses pembuangan tidak terhambat,” kata Amsakar.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega

















