MATAPEDIA6.com, BATAM – Pemerintah Kota akan memulai pembangunan Jalan Lingkar Selatan pada tahun ini diawali dengan pengerjaan ruas Muka Kuning hingga Kampung Bangan, Kecamatan Sei Beduk.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengungkapkan, tahap awal pembangunan akan segera dimulai sebagai langkah konkret memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Batam, khususnya di kawasan selatan.
“Tahun ini mulai dikerjakan. Tahap awal dari Muka Kuning sampai Kampung Bangan,” ujar Amsakar.
Sebagai informasi, Jalan Lingkar Selatan Batam dirancang untuk menghubungkan Kecamatan Sei Beduk hingga Kecamatan Nongsa.
Proyek dengan total panjang 9,94 kilometer ini akan dikerjakan secara bertahap selama empat tahun ke depan.
Baca juga: Empat Kepala OPD Batam Kosong, Amsakar Achmad Targetkan Perombakan Rampung Awal Februari 2026
Proyek ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan kawasan industri dan permukiman di Batam bagian selatan.
Pembangunan Jalan Lingkar Selatan terbagi dalam tiga seksi, dengan estimasi total anggaran mencapai Rp130,78 miliar.
Sesuai agenda Pemko Batam, tahun 2025 difokuskan pada penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis pelaksanaan proyek.
Secara teknis, jalan ini dirancang mengikuti standar nasional, lengkap dengan sistem drainase, penerangan jalan umum, serta membuka peluang pengembangan jalur sepeda dan pedestrian.
Untuk seksi pertama, pembangunan akan membentang dari Simpang Sungai Pancur hingga Kampung Bangan sepanjang 3,62 kilometer, dengan pekerjaan utama berupa penambahan lajur dan pengaspalan jalan.
Seksi kedua menjadi bagian paling krusial karena mencakup pembangunan jembatan sepanjang 50 meter, yang menghubungkan Kampung Bangan dengan Simpang Teluk Lengung sejauh 2,25 kilometer.
Sementara itu, seksi ketiga akan menghubungkan Simpang Teluk Lengung hingga Simpang Jasinta dengan panjang 4,09 kilometer.
Baca juga: Warga Tanjung Sengkuang Menjerit, Enam Bulan Krisis Air Bersih Tak Kunjung Teratasi
Jalan Lingkar Selatan tidak hanya dirancang sebagai jalur transportasi baru, tetapi juga sebagai solusi atas persoalan kemacetan dan keterbatasan akses yang selama ini kerap terjadi, khususnya di wilayah Batuaji, Sagulung, serta jalur menuju Bandara Internasional Hang Nadim.
Kehadiran jalan ini diharapkan menjadi alternatif strategis yang mampu memperlancar arus lalu lintas dan distribusi barang, sekaligus memangkas waktu tempuh perjalanan dari kawasan barat ke timur Batam tanpa harus melewati Batam Center yang kerap padat.
Penulis: Luci |Editor: Zalfirega



















