MATAPEDIA6.com, PADANG– Pertamina Patra Niaga memperkuat pengawasan operasional dan tata kelola bisnis melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT) di Sumatera Barat pada 1–3 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keandalan infrastruktur energi, memperkuat kepatuhan, serta memastikan layanan energi kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya.
Keduanya didampingi Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Sunardi, serta jajaran manajemen perusahaan.
Selama tiga hari, manajemen meninjau sejumlah fasilitas energi strategis, mulai dari SPBU, agen LPG, SPBE, hingga Integrated Terminal Teluk Kabung yang menjadi salah satu simpul utama distribusi BBM dan LPG di Sumatera Barat.
Baca juga:Batam Sambut 22 Atase Pertahanan dari 19 Negara, Perkuat Posisi sebagai Kawasan Strategis
Sabar Yudo Suroso menegaskan bahwa Management Walkthrough menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh proses bisnis berjalan sesuai standar perusahaan.
“Management Walkthrough menjadi sarana bagi manajemen untuk melihat langsung implementasi operasional di lapangan, mulai dari aspek keselamatan kerja, keandalan sarana dan fasilitas, hingga kualitas layanan kepada masyarakat. Langkah ini penting untuk memastikan perusahaan terus menjalankan amanah dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujarnya.
Selain memantau operasional, manajemen juga mengevaluasi penerapan standar keselamatan kerja, keandalan fasilitas, serta kualitas pelayanan di setiap titik distribusi energi yang dikunjungi.
Direktur Kelembagaan dan Kepatuhan Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya, menekankan bahwa kepatuhan dan tata kelola perusahaan harus menjadi budaya di seluruh lini operasional.
“Kami tidak hanya memastikan keandalan operasional, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG), aspek kepatuhan, serta standar HSSE yang berlaku. Komitmen terhadap tata kelola yang baik menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan kepercayaan para pemangku kepentingan,” kata Kadek.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, manajemen turut berdialog dengan pekerja, mitra penyalur, serta pengelola fasilitas distribusi energi.
Dialog itu dimanfaatkan untuk menyerap masukan sekaligus memastikan standar operasional diterapkan secara konsisten di lapangan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, mengatakan Sumatera Barat memegang peran penting dalam rantai distribusi energi di wilayah Sumbagut. Karena itu, perusahaan terus memperkuat pengawasan, koordinasi, dan pengendalian operasional secara berkelanjutan.
“Kunjungan ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memastikan keandalan infrastruktur energi, mulai dari terminal, SPBU, agen LPG hingga SPBE, sehingga mampu mendukung kebutuhan energi masyarakat secara optimal. Kami juga terus mendorong budaya keselamatan, kepatuhan, dan pelayanan prima di seluruh lini operasional,” ungkap Sunardi.
Melalui kegiatan Management Walkthrough, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan energi, memperkuat tata kelola perusahaan, serta meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Editor:Zalfirega
















