SPPG Polda Kepri: Standar Layak Menjadi Role Model Nasional

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy



Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam – Fraksi Gerindra Anwar Anas. Foto:Dok. Pribadi

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam – Fraksi Gerindra Anwar Anas. Foto:Dok. Pribadi

58 / 100 Skor SEO

Oleh: Anwar Anas

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam – Fraksi Gerindra

Sebagai anggota DPRD Kota Batam, saya berkesempatan melakukan inspeksi langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kepulauan Riau.

Kunjungan tersebut meyakinkan saya bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar menyediakan makanan bergizi, melainkan membangun sebuah ekosistem yang profesional, higienis, transparan, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Bangunan dan tata ruang SPPG Polda Kepri sangat representatif. Kebersihan terjaga, alur kerja jelas, dan dokumen operasional tersusun rapi serta mudah ditelusuri.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap tahapan kerja dilakukan secara profesional dan akuntabel.

Salah satu aspek yang paling menonjol adalah sistem pencucian ompreng dan wadah makanan.

Berbeda dengan banyak dapur umum yang masih mengandalkan pencucian manual, SPPG Polda Kepri menggunakan mesin dishwasher berstandar tinggi.

Ruang pencucian dirancang khusus dan dioperasikan sesuai prosedur sehingga wadah makanan disterilkan secara maksimal dan terhindar dari potensi kontaminasi.

Investasi ini sangat penting untuk menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Polda Kepri juga menerapkan standar pengawasan yang bahkan melampaui ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).

Melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes), SPPG melakukan pengujian keamanan pangan secara berkala, mencakup pemeriksaan bakteriologis, kandungan kimia, hingga deteksi zat berbahaya.

Dengan demikian, setiap makanan yang didistribusikan tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga melalui lapisan pengawasan internal Polri yang ketat.

Program MBG di Polda Kepri menghadirkan multiplier effect yang nyata.

Sebagian besar kebutuhan bahan pangan dipenuhi dari petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal di Kepulauan Riau. Sayuran berasal dari budidaya masyarakat setempat, sedangkan ikan dipasok oleh nelayan lokal. Tenaga kerja dapur juga mayoritas berasal dari komunitas sekitar.

Pola kemitraan ini membuka lapangan kerja, memperkuat perekonomian lokal, sekaligus menciptakan kepastian pasar bagi para petani dan nelayan.

Lebih jauh, penguatan sektor pertanian dan perikanan dilakukan secara berkelanjutan melalui pendampingan.

Para petani dan nelayan yang menjadi pemasok mendapatkan pembinaan dari personel Polda Kepri yang memiliki kompetensi akademik di bidang pertanian, perikanan, dan disiplin ilmu relevan lainnya. Mereka tidak hanya menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga mengabdikan keahlian untuk mendampingi masyarakat agar menghasilkan produk pangan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Bagi saya, inilah wajah Polri yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Polisi hadir tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan melalui ilmu pengetahuan dan profesionalisme personelnya.

Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program prioritas Presiden tidak berhenti pada penyediaan makanan.

Program ini menciptakan rantai ekonomi yang sehat, membuka lapangan kerja, memberdayakan petani dan nelayan lokal, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan penerapan model seperti yang dilakukan SPPG Polda Kepri, MBG memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di berbagai wilayah Indonesia.

Atas dasar itu, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Kepulauan Riau beserta seluruh jajaran.

Apa yang dibangun di SPPG Polda Kepri bukan sekadar dapur umum, melainkan sebuah model pengelolaan yang memadukan standar keamanan pangan, tata kelola modern, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu sistem yang utuh.

Saya juga mengajak seluruh pengelola SPPG di Kota Batam maupun di Provinsi Kepulauan Riau untuk melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke SPPG Polda Kepri.

Banyak praktik baik yang layak dipelajari dan direplikasi, mulai dari sistem manajemen, pengawasan kualitas, pemanfaatan teknologi, hingga pola kemitraan dengan petani dan nelayan lokal.

Saya percaya, apabila model ini diterapkan secara luas, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya akan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi kerakyatan di berbagai daerah.

Terima kasih kepada Kapolda Kepulauan Riau beserta seluruh jajaran atas dedikasi dan inovasi yang telah ditunjukkan. *r

Baca juga:Pertamina Edukasi 538 Anak di Medan dan Batam Kelola Sampah pada Hari Anak Nasional

Berita Terkait

Rupiah Rp18.000; Kapan Rp19.000?
AI untuk UKM: Akal adalah Kunci
Sepatu Baru Begitu Menggoda, Lalu Apa Selanjutnya?
Pendidikan Moral Harus Diajarkan Pada Anak Sejak Dini
Implementasi Nilai nilai Pancasila di Rumah Tahanan Batam
Tangan Dingin’ HMR Sukses Pengaruhi Perkembangan Investasi Provinsi Kepri

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:42 WIB

SPPG Polda Kepri: Standar Layak Menjadi Role Model Nasional

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:24 WIB

Rupiah Rp18.000; Kapan Rp19.000?

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 15:04 WIB

AI untuk UKM: Akal adalah Kunci

Minggu, 20 Juli 2025 - 11:58 WIB

Sepatu Baru Begitu Menggoda, Lalu Apa Selanjutnya?

Kamis, 23 Januari 2025 - 13:46 WIB

Pendidikan Moral Harus Diajarkan Pada Anak Sejak Dini

Berita Terbaru