MATAPEDIA6.com, BATAM– Kepolisian Sektor (Polsek) Batu Ampar bersama Polresta Barelang mengawal langsung distribusi tangki air bersih di wilayah Tanjung Sengkuang. Sebelumnya wilayah tersebut terjadi krisis air bersih.
Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, memimpin rapat koordinasi bersama Ketua RT dan RW di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (23/1/2026).
Rapat yang berlangsung di RT 01 RW 04 itu menjadi forum terbuka untuk membedah masalah distribusi air yang tak kunjung stabil dan memicu keluhan warga.
Hadir dalam rapat tersebut Camat Batu Ampar Yuliandi Saputra, jajaran BP Batam, unsur kelurahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan Polsek Batu Ampar.
Kompol Amru Abdullah menegaskan, BP Batam masih memerlukan waktu untuk membangun infrastruktur air bersih melalui proses tender yang dijadwalkan mulai Februari 2026. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar empat bulan.
Sambil menunggu proyek berjalan, Pemko Batam dan BP Batam menggenjot suplai air bersih menggunakan mobil tangki. Khusus Tanjung Sengkuang, pemerintah menyiapkan 130 trip air per hari.
Baca juga:BP Batam Jawab Aksi Warga Sengkuang, Amsakar Benahi Distribusi Air Bersih
Berdasarkan pendataan kelurahan, kebutuhan aktual warga mencapai 84 trip, sementara sisa suplai dialihkan ke tangki-tangki RW sebagai cadangan.
Kapolsek Batu Ampar menekankan satu hal krusial: distribusi air wajib tepat sasaran. Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi krisis untuk kepentingan pribadi.
Untuk mencegah penyimpangan, Polsek Batu Ampar mengerahkan personel setiap hari dan menerbitkan surat perintah pengamanan distribusi air.
“Kami kawal langsung pendistribusian di lapangan. Air harus sampai ke warga sesuai data,” tegas Kompol Amru, seraya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi.
Sementara itu, Camat Batu Ampar Yuliandi Saputra menyebut persoalan utama bukan sekadar kekurangan air, melainkan distribusi yang kerap melenceng dari data kebutuhan. Ia meminta seluruh pihak disiplin mengacu pada data kelurahan agar keresahan warga tidak meluas.
Keluhan serupa datang dari warga. Ketua RW 01 Abdul Aziz menilai skema satu mobil tangki per RW tidak efektif. Warga, kata dia, harus mengantre hingga malam hari.
Ia mendesak penambahan armada dan penyesuaian jumlah trip sesuai kebutuhan riil. Ketua RW 11 Rudi juga menuntut distribusi berbasis data agar tidak terjadi rebutan air di lapangan.
Menanggapi hal itu, Manager Pelayanan dan Pelanggan BP Batam, Fredi Simanjuntak, menyatakan pihaknya membuka kanal laporan jika terjadi ketidaksesuaian distribusi.
BP Batam akan membagikan formulir kebutuhan air, lengkap dengan nomor mobil tangki dan layanan pengaduan, kepada seluruh Ketua RW guna mempercepat koordinasi.
Data Kelurahan Tanjung Sengkuang mencatat, krisis air bersih berdampak pada 3.697 kepala keluarga yang tersebar di 11 RW dan 46 RT. Hingga kini, distribusi air bersih terus berjalan dengan pengawalan ketat dari 10 personel Polsek Batu Ampar setiap hari.
Pemerintah dan kepolisian memastikan evaluasi berlangsung berkelanjutan dan perkembangan penanganan krisis air akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Baca juga:Jalan Duyung Batuampar Dilebarkan Jadi Tiga Lajur Tiap Jalur, Rampung Akhir 2025
Editor:Zalfirega


















