MATAPEDIA6.com, KEPRI– Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menutup pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 setelah bertugas sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026.
Penutupan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi pengamanan pasokan energi di tengah lonjakan mobilitas masyarakat saat libur akhir tahun.
Selama Satgas berlangsung, Pertamina menjaga penyaluran BBM dan LPG di seluruh wilayah Sumbagut tetap aman dan terkendali.
Secara regional, konsumsi BBM jenis gasoline naik sekitar 1,1 persen, sementara penyaluran avtur melonjak hingga 17 persen dibandingkan rata-rata normal, seiring meningkatnya aktivitas transportasi darat dan udara.
Baca juga:IM3 Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Loyalitas Pelanggan Berbuah Hadiah Spektakuler
Dari sisi ketahanan stok, Pertamina memastikan kondisi BBM dan LPG berada pada level aman hingga pertengahan Januari 2026, dengan coverage days berkisar antara 6,2 hingga 36 hari.
Lonjakan konsumsi energi tercatat bervariasi di tiap provinsi. Riau menjadi wilayah dengan kenaikan konsumsi gasoline tertinggi di Sumbagut, mencapai 5,8 persen.
Konsumsi LPG di provinsi ini juga meningkat sekitar 1,9 persen, sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama libur Nataru.
Di Sumatera Utara, konsumsi gasoline naik sekitar 1,2 persen, sementara konsumsi LPG melonjak 2,2 persen—tertinggi di wilayah Sumbagut. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas rumah tangga dan pergerakan masyarakat yang tetap tinggi sepanjang libur akhir tahun.
Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan konsumsi gasoline sekitar 2,0 persen, dengan distribusi LPG yang relatif stabil dan terkendali. Penguatan distribusi energi di wilayah kepulauan menopang kelancaran pasokan selama periode libur.
Sementara itu, distribusi BBM dan LPG di Sumatera Barat berjalan stabil. Konsumsi gasoline naik tipis sekitar 0,2 persen, sedangkan LPG meningkat 1,2 persen dibandingkan rerata normal.
Pertamina tetap menjaga kelancaran pasokan meski menghadapi tantangan kebencanaan di sejumlah wilayah melalui pengawasan intensif dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.
Di Aceh, konsumsi energi cenderung terkendali. Konsumsi gasoline relatif stabil, sementara konsumsi LPG turun sekitar 7,6 persen, dipengaruhi kondisi kebencanaan dan pengaturan distribusi di wilayah terdampak. Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menegaskan keberhasilan Satgas lahir dari kerja kolektif lintas sektor.
“Penutupan Satgas Nataru 2025/2026 menunjukkan kuatnya sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat, dan mitra kerja. Meski konsumsi di tiap provinsi berbeda, kami mampu menjaga pasokan BBM dan LPG tetap aman dan andal di seluruh Sumbagut,” ujarnya dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).
Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Basuki Santoso, memastikan pengawasan distribusi energi terus berlanjut meski Satgas berakhir.
“Pengawasan pasokan tetap kami jalankan dalam pola operasi normal. Evaluasi selama Satgas menjadi bekal penting untuk menjaga keandalan distribusi BBM dan LPG, terutama menghadapi dinamika konsumsi dan cuaca ke depan,” katanya.
Usai penutupan Satgas Nataru 2025/2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmen menjaga pasokan energi tetap aman, layanan tetap prima, dan energi terus mengalir bagi masyarakat di seluruh Sumatera Bagian Utara.
Baca juga:OJK–Bareskrim Satukan Sistem, Korban Scam Kini Bisa Lapor Polisi Lewat IASC
Editor:Zalfirega


















