Telkom Akan Luncurkan Satelit HTS Pertengahan Februari kapasitas 32 Gbps

Kamis, 15 Februari 2024 - 18:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya Telkomsat akan luncurkan satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang diberi nama Merah Putih 2 dan akan diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida dengan menggunakan roket Falcon 9, Selasa (20/2/2024) yang akan datang. Matapedia6.com/ Dok Telkom

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya Telkomsat akan luncurkan satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang diberi nama Merah Putih 2 dan akan diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida dengan menggunakan roket Falcon 9, Selasa (20/2/2024) yang akan datang. Matapedia6.com/ Dok Telkom

MATAPEDIA6.com, JAKARTA – Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan pemerataan akses informasi yang merata melalui infrastruktur dan layanan telekomunikasi digital. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya Telkomsat luncurkan satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS).

Peluncuran satelit dilaksanakan pada Selasa (20/2/2024) yang akan datang. Satelit ini menjadi satelit ke-11 milik Telkom yang nantinya akan menempati slot orbit 113 derajat Bujur Timur (113 BT).

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan satelit yang akan diluncurkan diberi nama Merah Putih 2 ini akan diluncurkan langsung dari Cape Canaveral, Florida dengan menggunakan roket Falcon 9.

“Saat ini Satelit Merah Putih 2 sudah berada di Cape Canaveral dan siap untuk diluncurkan dalam waktu dekat. Dengan kapasitas 32 Gbps, Satelit Merah Putih 2 membawa transponder aktif yang terdiri dari frekuensi C-band dan Ku-band, yang akan menjangkau seluruh area Indonesia,” kata Ririek.

Ririek juga mengatakan satelit Merah Putih 2 menjadi harapan sekaligus wujud komitmen Telkom untuk mendukung pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia, melengkapi infrastruktur darat dan laut.

“Telkom meyakini dengan adanya pemerataan akses informasi ini diharapkan dapat mengakselerasi digitalisasi masyarakat di berbagai aspek,” tambah Ririek.

Di tempat terpisah Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan satelit Merah Putih 2 mengandalkan platform Spacebus 4000B2 dengan usia desain 15 tahun.

Pembangunannya sendiri melibatkan Thales Alenia Space yang bertanggung jawab dalam hal pabrikasi pembuatan satelit dan SpaceX sebagai perusahaan penyedia jasa peluncuran satelit.

Satelit Merah putih 2 milik telkom
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usahanya Telkomsat akan luncurkan satelit dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS) yang diberi nama Merah Putih 2 dan akan diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida dengan menggunakan roket Falcon 9, Selasa (20/2/2024) yang akan datang. Matapedia6.com/ Dok Telkom

Kedua perusahaan tersebut merupakan pemain besar di sektornya dan sudah berpengalaman dengan proyek satelit Telkom sebelumnya.

“Proses pemilihan mitra dan pengadaan satelit tersebut telah dilakukan sesuai dengan asas kepatuhan (compliance) dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” kata Lukman.

Meski Satelit Merah Putih 2 belum diluncurkan, potensi bisnis backhaul yang menjadi sasaran satelit ini terproyeksi sangat positif.

Hal ini terlihat dari antusiasme calon pelanggan korporat maupun operator VSAT yang ingin menggunakan layanan satelit tersebut.

“Tentunya ini menjadi peluang bagi Telkom, khususnya Telkomsat untuk memperkuat portofolio bisnis satelitnya. Tak hanya membawa misi untuk konektivitas bangsa dan membawa nama baik Indonesia, semoga keberadaan Satelit Merah Putih 2 dapat memperkuat Telkomsat dan TelkomGroup menjadi pemain besar industri satelit di Indonesia,” kata Lukman.

Editor: Redaksi

Berita Terkait

OJK Waspadai Guncangan Global: Pasar Bergejolak, Stabilitas Keuangan RI Tetap Bertahan
Kuota Diskon Ludes, PELNI Angkut 467 Ribu Penumpang Saat Mudik Lebaran
Hadapi Dampak Geopolitik, CEO Citramas Group Minta Pengusaha dan Pemerintah Bersatu
OJK, BEI dan KSEI Tuntaskan 4 Reformasi Transparansi, Targetkan Lonjakan Kepercayaan Investor
Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap, Minta Warga Tak Terpancing Isu dan Panic Buying
Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026
OJK dan Bareskrim Tangkap Tersangka Kasus Perbankan di BPR DCN Malang
Tujuh Komisioner OJK Resmi Dilantik, Friderica Tegaskan Fokus Stabilitas dan Perlindungan Konsumen

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 20:19 WIB

OJK Waspadai Guncangan Global: Pasar Bergejolak, Stabilitas Keuangan RI Tetap Bertahan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:56 WIB

Kuota Diskon Ludes, PELNI Angkut 467 Ribu Penumpang Saat Mudik Lebaran

Jumat, 3 April 2026 - 17:09 WIB

Hadapi Dampak Geopolitik, CEO Citramas Group Minta Pengusaha dan Pemerintah Bersatu

Kamis, 2 April 2026 - 19:05 WIB

OJK, BEI dan KSEI Tuntaskan 4 Reformasi Transparansi, Targetkan Lonjakan Kepercayaan Investor

Rabu, 1 April 2026 - 14:50 WIB

Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap, Minta Warga Tak Terpancing Isu dan Panic Buying

Berita Terbaru